Viral Keributan Wisatawan vs Jasa Kuda di Sarangan Gara-gara Knalpot Brong, Penumpang Bisa Jatuh
Sarah Elnyora Rumaropen April 08, 2026 06:35 PM

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Sebuah video berdurasi 34 detik yang merekam keributan antara wisatawan pengendara motor dengan pedagang di Telaga Sarangan viral di media sosial.

Aksi protes keras pelaku usaha ini dipicu oleh penggunaan knalpot brong yang dinilai membahayakan.

Pasalnya, suara bising dari knalpot brong dapat membuat kuda wisata kaget dan berisiko menjatuhkan penumpang.

Keributan yang Viral Wisatawan Vs Pedagang

Dalam video yang viral di media sosial, tampak cekcok melibatkan pengunjung pengendara sepeda motor dengan beberapa pedagang.

Dalam rekaman tersebut, tampak salah satu petugas berusaha melerai agar situasi tidak semakin parah.

Baca juga: Wali Kota Malang Larang Praktik Jual Beli Kios Pasar, Siapkan Sanksi bagi si Pelanggar

Terlebih banyak perhatian masyarakat yang tertuju pada kejadian tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat pada Rabu (8/4/2026), Ketua Paguyuban Pedagang Wisata Sarangan (PPWS), Sudardi, membenarkan peristiwa itu terjadi pada Minggu siang (5/4/2026).

Pemicu Knalpot Brong dan Keamanan Kuda

Sudardi menjelaskan, pangkal keributan tersebut adalah penggunaan knalpot tidak standar oleh pengunjung.

“Wisatawan naik sepeda motor knalpot brong. Kebetulan melintas ke pelaku usaha penyedia jasa naik kuda, di sekitar Telaga Sarangan,” ungkap Sudardi.

Baca juga: Mantan Koki Kapal Jadi Juragan Rengginang di Malang, Kisah Azmi Sukses Kembangkan Bisnis Digital

Sontak saja, keberadaan wisatawan pengendara sepeda motor knalpot brong tersebut memicu respons keras dari pelaku usaha penyedia jasa naik kuda.

Hal ini berkaitan erat dengan faktor keselamatan di lokasi wisata.

“Memang bikin berisik mas, terutama ke pihak kuda, kudanya bisa kaget marah dan penumpang bisa jatuh,” tuturnya.

Harapan terhadap Kesadaran Wisatawan

Di satu sisi, Sudardi tidak menampik jika terkadang cara pelaku usaha penyedia jasa naik kuda terkesan berlebihan ketika memberikan peringatan kepada para wisatawan.

Oleh karena itu, Sudardi berharap adanya kesadaran dari pihak wisatawan untuk menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, mematuhi aturan, serta menghormati budaya lokal.

Baca juga: Pemilik Mikutopia Batu Pengusaha Lokal, Setor Pajak Rp 352 Juta hingga Diterpa Insiden Wahana Patah

Sudardi menegaskan, kenyamanan bersama merupakan kunci keberlanjutan wisata di Magetan tersebut.

“Supaya tercipta destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan" ungkapnya. 

"Kesadaran ini berdampak langsung pada peningkatan kunjungan, ekonomi lokal, serta mengurangi kerusakan di kawasan sekitar,” tandas Sudardi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.