WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan situasi ibu kota masih aman dari kasus positif Campak, meski pengawasan tetap diperketat di tengah meningkatnya kasus secara nasional.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada warga Jakarta yang terkonfirmasi terpapar penyakit tersebut.
"Campak, update terakhir, sampai hari ini kasusnya yang positif di Jakarta, belum," ujar Ani saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Meski demikian, langkah antisipasi terus dilakukan. Dinkes DKI memilih untuk tidak lengah dan memperkuat upaya mitigasi sejak dini guna mencegah potensi penyebaran.
Pengawasan difokuskan di berbagai fasilitas layanan kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit. Sistem deteksi dini pun dipastikan berjalan sesuai standar operasional yang berlaku.
“Kami sudah punya di beberapa titik di Puskesmas maupun di rumah sakit yang memang untuk kewaspadaan,” papar Ani.
Baca juga: Syuting Bareng, Raihaanun Tidak Minta Izin Luna Maya saat Lakoni Adegan Mesra dengan Maxime Bouttier
Di sisi lain, sejumlah kasus suspek telah ditemukan dan kini berada dalam pemantauan ketat tenaga medis.
Petugas kesehatan juga diminta meningkatkan kewaspadaan melalui penguatan sistem surveilans, agar setiap gejala yang mengarah ke campak bisa segera ditangani.
“Ada beberapa suspek yang kami cek, dan kami tetap mengetatkan surveilansnya. Sejauh ini kalau saya nggak salah, belum ada yang positif,” pungkas Ani.
Sebagai informasi, lonjakan kasus campak tengah terjadi di berbagai wilayah Indonesia sejak awal 2026.
Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat lebih dari 10 ribu kasus suspek, dengan ribuan di antaranya telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium, serta sejumlah laporan kematian.
Kondisi tersebut juga telah memicu puluhan status Kejadian Luar Biasa (KLB) yang tersebar di berbagai daerah, sehingga kewaspadaan di Jakarta pun terus ditingkatkan meski belum ditemukan kasus positif. (m27)