MANGGAR, BABEL NEWS - Langkah kaki para orang tua dan siswa kelas 12 SMA Negeri 1 Manggar disambut jajaran bingkai foto kenangan saat memasuki Auditorium Zahari Mz, Rabu (8/4). Sebanyak 257 siswa yang mengenakan pakaian terbaik hadir dalam momen perpisahan atau pelepasan siswa.
Di balik kemeriahan itu, ada seorang pria yang tak henti-hentinya tersenyum. Ia adalah Sabarudin, Kepala SMA Negeri 1 Manggar yang duduk di kursi depan. Sabarudin sesekali beranjak dari tempat duduk sembari menyalami para tamu undangan.
Sabarudin merasa momen pelepasan tahun ajaran 2025/2026 ini bukan sekadar seremoni perpisahan biasa. Ia menyebut hari ini sebagai puncak dari tiga kebahagiaan yang diraih sekolahnya secara beruntun.
Sabarudin mengatakan pelepasan ini adalah sebuah kado terindah bagi 257 lulusan yang kini resmi dilepas untuk mencapai mimpi tinggi mereka. "Tahun ini spesial sekali. Berkat kerja sama guru, komite, dan siswa, dalam waktu tujuh tahun kita bisa melompat dari peringkat 1.000 besar nasional langsung masuk ke jajaran 100 besar SMA terbaik se-Indonesia," ujarnya.
Lompatan peringkat ini terasa nyata bagi Sabarudin. Dari atas panggung, ia mengumumkan bahwa 47 siswanya telah dinyatakan lolos jalur SNBP, sebuah angka yang merangkak naik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kebahagiaan Sabarudin semakin lengkap saat menceritakan salah satu siswanya yang berhasil menembus seleksi di University of Malaya, Malaysia. Tak hanya itu, tiga lulusan tahun ini juga sukses diterima di Fakultas Kedokteran.
"Prestasi ini tidak datang tiba-tiba. Kami punya wadah bernama Pusbimpres atau Pusat Bimbingan Prestasi. Di sanalah minat dan bakat anak-anak disalurkan dan diasah secara intensif hingga membuahkan hasil luar biasa seperti sekarang," ucap Sabarudin.
Namun, di tengah euforia tersebut Sabarudin menyadari bahwa tidak semua siswanya pulang dengan kabar kelulusan perguruan tinggi. Kepada mereka yang masih harus berjuang, Sabarudin menitipkan pesan.
Ia tidak ingin ada satu pun siswanya yang merasa putus asa hanya karena belum lolos di jalur pertama. Sabarudin mengatakan jalan menuju perguruan tinggi masih terbuka lebar, seperti jalur SNBT maupun mandiri.
"Jangan ragu-ragu nanti waktu kuliah. Bagi yang belum, jangan berputus asa. Di mana pun kalian berada nanti, tetap banggakan dan buat harum nama SMA Negeri 1 Manggar," ungkapnya.
Kebahagiaan Sabarudin tak sampai di situ. Prestasi SMAN 1 Manggar semakin lengkap dengan prestasi sang tenaga pendidik. Satu di antara guru mereka, Winda Ari Anggraini baru saja terpilih menjadi Kepala Sekolah Unggul Garuda yang ada di Belitung Timur.
Harapan Sabarudin cukup sederhana. Ia ingin nama murid-muridnya menggema di tingkat nasional hingga mancanegara melalui karya-karya positif. (z1)