TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menggelar sosialisasi strategi pengelolaan penyu sebagai upaya memperkuat perlindungan dan pelestarian satwa laut dilindungi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kabupaten Belitung pada Selasa (7/4). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Pemkab Belitung ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap proses revalidasi UNESCO Global Geoparks (UGGp) Belitung.
Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP RI, Sarminto Hadi mengatakan, forum tersebut sangat penting untuk memperkuat sinergi lintas kementerian dan lembaga. "Forum ini sangat penting, paling tidak untuk mensinergikan langkah antar kementerian dan lembaga dalam konteks mendukung Global Geopark di Belitung," ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu isu penting dalam pengembangan geopark adalah aspek biodiversitas, termasuk keberadaan penyu yang menjadi perhatian global. Sebab, dari tujuh spesies penyu di dunia, enam di antaranya ada di Indonesia, bahkan dua jenis terdapat di Belitung.
Menurut Sarminto Hadi, secara global penyu masuk dalam kategori rentan hingga terancam punah, sementara di tingkat nasional seluruh jenis penyu berstatus dilindungi. "Semua pemanfaatan komersial terhadap biota dilindungi itu tidak diperkenankan. Namun bukan berarti tidak bisa memberikan manfaat ekonomi," katanya.
Ia menegaskan, konsep konservasi saat ini mengedepankan keseimbangan antara pelestarian dan kesejahteraan masyarakat. "Konservasi untuk kesejahteraan menjadi poin penting. Artinya, harus ada model pemanfaatan lain seperti ekowisata, sehingga penyu tetap lestari dan masyarakat juga mendapatkan manfaat ekonomi," ujarnya.
Dirinya mengingatkan, pengelolaan penyu harus dilakukan secara hati-hati karena dapat menjadi 'pisau bermata dua'. Kalau pengelolaannya tidak sesuai aturan, bisa berdampak pada penurunan nilai konservasi, bahkan mempengaruhi penilaian Global Geopark. Tapi sebaliknya, kalau dikelola dengan baik, justru bisa menjadi nilai tambah bagi Belitung.
Oleh sebab itu, kata dia, saat ini KKP bersama pemda, BKSDA, pengelola geopark, serta berbagai pihak terkait tengah memperkuat koordinasi, termasuk dalam pengelolaan kawasan konservasi penyu di Geosite Gusong Cina. "Kita dorong sinergi semua pihak, baik kementerian, pemerintah daerah, hingga mitra di lapangan agar pengelolaan konservasi penyu bisa berjalan optimal," katanya.
Sarminto Hadi juga menekankan pentingnya langkah konkret dalam waktu dekat, mengingat proses revalidasi UNESCO Global Geopark Belitung akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan. "Kita punya waktu tidak lama, sekitar dua hingga tiga bulan. Harus ada aksi nyata di lapangan untuk mendukung hasil evaluasi nanti," ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan revalidasi geopark bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi seluruh elemen bangsa. "Ini sudah menyangkut nama Indonesia di tingkat internasional. Jadi semua pihak harus berkolaborasi, tidak bisa saling menyalahkan. Kita harus bersama-sama mengangkat merah putih di tingkat global," katanya. (dol)