Viral Aksi Pria Aniaya Anjing di Mataram, Polisi Tangkap Pelaku
Idham Khalid April 08, 2026 07:20 PM

 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Aksi pria menganiaya seekor anjing di wilayah Cakranegara, Kota Mataram, NTB viral di media sosial instagram.

Dalam video yang beredar, tampak seorang pria dewasa menggunakan sepeda motor Yamaha Mio tiba-tiba mendekati seekor anjing lalu memukulnya hingga tak berdaya di pinggir jalan.

Usai melakukan hal tersebut, pelaku kemudian membawa kabur anjing itu menggunakan sepeda motor.

Dari laporan polisi, pria tersebut berinisial IG, warga Kecamatan Cakranegara yang kini tengah ditangkap.

Peristiwa tersebut terjadi di depan minimarket kawasan Komplek Hotel Aston Mataram, Selasa (7/4/2026).

Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra, membenarkan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima informasi.

“Begitu menerima informasi terkait peristiwa tersebut, tim opsnal segera melakukan penyelidikan dan dalam waktu singkat berhasil mengamankan terduga pelaku,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Perempuan di Lombok Timur Diserang Anjing Liar, Derita Luka Dalam di Kaki

Saat ini, terduga IG telah diamankan di Polresta Mataram dan tengah menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian.

“Selain terduga, kami juga memeriksa saksi-saksi dan mendalami rekaman CCTV untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa,” tambahnya.

Apresiasi Komunitas Pecinta Hewan

Tindakan cepat kepolisian ini mendapat apresiasi dari komunitas pecinta hewan. Ketua sekaligus pendiri komunitas pecinta hewan Indonesia, Dony Herdaru Tona, menyampaikan terima kasih atas respons sigap aparat.

“Kami mengapresiasi gerak cepat Polresta Mataram dalam mengamankan pelaku. Ini menunjukkan bahwa kepolisian hadir untuk menjawab keresahan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga berharap pengungkapan kasus ini tidak berhenti pada pelaku di lapangan saja, melainkan dapat dikembangkan hingga ke pihak-pihak lain yang diduga terlibat, termasuk kemungkinan adanya penampung daging hewan.

“Jika memang ada jaringan atau pihak lain di balik praktik ini, kami berharap dapat turut diungkap,” tegasnya

Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif di balik dugaan penganiayaan tersebut.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.