Iran dan Amerika Sepakat Gencatan Senjata, Ternyata Ada Peran China
Muhammad Ridho April 08, 2026 08:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Presiden AS, Donald Trump menarik kembali ancamannya untuk melancarkan serangan dahsyat ke Iran pada Selasa malam.

Trump mengatakan dia menunda ancaman serangannya terhadap jembatan, pembangkit listrik, dan target sipil lainnya di Iran, dengan syarat Teheran menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur air tempat seperlima minyak dunia dikirim selama masa damai.

Dia juga mengatakan Iran telah mengusulkan rencana perdamaian 10 poin yang "dapat diterapkan" yang dapat membantu mengakhiri perang yang dilancarkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari 2026.

China menyambut baik gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran selama dua minggu, serta secara tak langsung mengakui perannya dalam mendorong kesepakatan tersebut. 

Hal itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning dalam konferensi pers pada Rabu (8/4/2026). 

"China menyambut baik pengumuman pihak-pihak terkait tentang tercapainya kesepakatan gencatan senjata," kata Mao Ning dilansir AFP, Rabu (8/4/2026).

"Kami telah berulang kali menyampaikan upaya yang dilakukan oleh China," sambungnya.

Dia menyebut Menteri Luar Negeri Wang Yi telah melakukan 26 panggilan telepon dengan sesama menlu dari negara-negara terkait.

Bersamaan dengan itu, utusan Beijing untuk Timur Tengah telah bolak-balik ke wilayah yang dilanda perang tersebut. Mao Ning menegaskan, Beijing akan terus berupaya untuk meredakan situasi dan mencapai pengakhiran perang sepenuhnya.

Sebelumnya, melalui wawancara dengan AFP, Presiden AS Donald Trump percaya bahwa China memiliki peran dalam membawa Iran ke meja perundingan.

 “Saya dengar, iya. Ya, mereka (China) terlibat,” kata Trump dalam sebuah panggilan telepon kepada AFP, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Kedubes Iran ke Kampar Riau, Temui Bayi yang Diberi Nama Ali Khamenei

AS dan Iran sepakat gencatan senjata dua minggu

Donald Trump resmi mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua minggu pada Rabu (8/4/2026).

Keputusan ini diambil setelah adanya diskusi intensif dengan kepemimpinan Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam konflik AS-Israel dengan Iran.

Berdasarkan gencatan senjata, AS akan menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu, sedangkan Teheran untuk sementara membuka kembali Selat Hormuz.

Israel mengatakan, pihaknya mendukung keputusan Trump untuk menangguhkan pemboman Iran, tetapi menegaskan bahwa gencatan senjata tidak termasuk Lebanon. Sementara itu, Iran telah mengusulkan rencana 10 poin untuk mengakhiri perang, yang menurut Trump dapat dilaksanakan.

Teheran juga setuju membuka sementara Selat Hormuz, yang dilalui sebagian besar pengiriman minyak, gas, dan pupuk dunia.

Situasi Masih Memanas

Situasi di kawasan Timur Tengah masih memanas meski Amerika Serikat mengklaim telah tercapai kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Washington dan Teheran. 

Serangan udara dan peluncuran rudal dilaporkan tetap terjadi di sejumlah wilayah.

Israel dilaporkan masih melancarkan serangan udara ke Iran, sementara Teheran terus menembakkan rudal ke arah Tel Aviv dan sejumlah wilayah di kawasan Teluk. 

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya atas efektivitas kesepakatan yang diumumkan Presiden AS, Donald Trump.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu.

Seorang pejabat di Washington juga menyebutkan bahwa militer AS telah menghentikan sementara serangan udara di dalam wilayah Iran.

Di pihak Iran, Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi menyatakan bahwa selama periode gencatan senjata, militer Iran akan berkoordinasi untuk memastikan jalur aman di Selat Hormuz.

Bahkan, media pemerintah Iran melaporkan Pemimpin Tertinggi telah memerintahkan seluruh unit militer untuk menghentikan tembakan. 

Namun, perintah tersebut disertai penegasan bahwa konflik belum sepenuhnya berakhir.

"Ini bukan berarti perang telah berakhir, tetapi semua pasukan militer harus mematuhi perintah Pemimpin Tertinggi dan menghentikan tembakan," demikian pernyataan pemerintah Iran.

Di sisi lain, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dukungan terhadap keputusan Trump, namun dengan syarat Iran segera membuka kembali Selat Hormuz. 

Israel juga menegaskan bahwa gencatan senjata tersebut tidak mencakup wilayah Lebanon.

Pernyataan ini bertolak belakang dengan klaim Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang menyebut bahwa kesepakatan berlaku secara luas, termasuk di Lebanon dan wilayah lainnya.

Meskipun kedua pihak memberikan cerita yang berbeda mengenai cakupan gencatan senjata, situasi di lapangan tetap tegang. 

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan kepada CNN bahwa Israel masih melakukan serangan udara di Iran.

Informasi ini semakin memperparah "kebingungan" karena seorang pejabat senior Gedung Putih sebelumnya menyatakan bahwa Israel "adalah pihak dalam perjanjian gencatan senjata dan telah setuju untuk menghentikan sementara kampanye pengebomannya selama negosiasi berlangsung."

CNN melaporkan bahwa tak lama setelah kesepakatan itu diumumkan, sirene serangan udara berbunyi di banyak negara Teluk dan di Israel pada pagi hari tanggal 8 April 2026.

Kuwait dan Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan pasukan militer mereka mencegat ancaman dari pesawat nirawak dan rudal. 

Di Abu Dhabi (UEA), para pejabat mengatakan mereka sedang menangani dampak kebakaran di fasilitas pengolahan gas Habshan.

Kementerian Pertahanan Qatar juga mengumumkan bahwa mereka telah berhasil mencegat serangan rudal.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain mendesak warga untuk mencari tempat aman setelah sirene serangan udara berbunyi. 

Di Arab Saudi, Pertahanan Sipil mengeluarkan peringatan dini bahaya di wilayah Al-Kharj di bagian tengah negara itu.

Israel menyatakan telah mendeteksi beberapa peluncuran rudal dari Iran dan sedang mencegatnya.

Organisasi layanan darurat Magen David Adom (MDA) mengatakan tim darurat telah dikerahkan ke beberapa daerah yang terkena dampak di Israel tengah.

( Tribunpekanbaru.com / kompas )

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.