TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi campak di Puskesmas Klaten Tengah, Rabu (8/4/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan percepatan vaksinasi berjalan optimal, menyusul status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di sejumlah wilayah.
Di lokasi, Hamenang tampak aktif mendampingi Luthfi menyapa warga. Ia juga berinteraksi langsung dengan anak-anak peserta vaksinasi, menyalami hingga menenangkan balita yang hendak disuntik.
Suasana puskesmas terlihat padat. Puluhan orang tua membawa anak mereka, sebagian menunggu giliran, sementara tenaga kesehatan sigap melakukan pemeriksaan hingga penyuntikan vaksin.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, vaksinasi campak menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
"Kita (memantau) di daerah Klaten, untuk melakukan pengecekan terkait dengan vaksin campak yang sekarang di Provinsi Jawa Tengah menjadi atensi kita," ujar Luthfi.
Ia mengungkapkan, sejumlah daerah telah terdeteksi mengalami peningkatan kasus.
"Beberapa daerah kabupaten kota sudah kita lakukan deteksi dini, dari mulai Cilacap yang paling banyak, kemudian Kudus, kemudian di antaranya Klaten juga masuk," jelasnya.
Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi dilakukan serentak di seluruh wilayah.
"Ini (vaksinasi) kita lakukan dari Dinas Provinsi, Kabupaten/Kota secara serentak. Artinya ya Campak ini akan menjadi prioritas utama, agar betul-betul masyarakat sehat," tegasnya.
Ia menambahkan, capaian vaksinasi saat ini sudah mendekati target.
"Maka dari itu kita pastikan, hari ini sudah mendekati 90 persen target yang divaksin," tambahnya.
Diketahui, selain Klaten, status KLB juga ditetapkan di Cilacap dan Pati. Sementara beberapa daerah lain berstatus suspek dengan lonjakan kasus, seperti Kudus, Brebes, dan Banyumas.
Program ORI campak di Kabupaten Klaten hampir rampung. Dinkes Klaten mencatat lebih dari 47 ribu anak telah menerima vaksin, atau sekitar 90 persen dari total sasaran.
Kegiatan ini dilakukan secara serentak di seluruh wilayah setelah muncul kasus campak yang memenuhi kriteria Kejadian Luar Biasa (KLB) bidang kesehatan.
Meski target provinsi ditetapkan 95 persen, capaian saat ini dinilai sudah tinggi. Petugas masih melanjutkan penyisiran untuk memastikan seluruh sasaran terjangkau.
“Untuk kegiatan ori ini lancar. Kalau penolakan tidak ada. Kendala saya katakan tidak ada,” kata Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto.
Program ini telah mencakup seluruh desa, kecamatan, dan fasilitas puskesmas di Kabupaten Klaten. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)