Semarang Bakal Jadi Tuan Rumah Dialog Nasional Terkait MBG, Tiga SPPG Jadi Percontohan
M Syofri Kurniawan April 09, 2026 10:10 AM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kota Semarang bersiap menjadi pusat diskusi nasional melalui acara "Dialog Nasional Praktik Baik Makan Bergizi Gratis (MBG)" pada 28-30 April 2026 mendatang.

Disebutkan, acara itu akan berlangsung di Hotel Gumaya.

Langkah itu sebagai upaya dalam mendukung program strategis nasional penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat.

Baca juga: Respons Wali Kota Semarang Soal Wacana Relokasi Warga Tanah Gerak Jangli

"Kota Semarang merasa terhormat menjadi tuan rumah bagi delegasi dari berbagai kota di Indonesia untuk mendiskusikan penguatan gizi nasional. Kami telah menyiapkan forum ini sebagai wadah pertukaran pengalaman atau best practise dalam mengelola program pangan secara efektif," kata Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).

Dialog nasional ini akan mempertemukan perwakilan dari 20 kota/kabupaten penandatangan Pakta Milan di Indonesia, termasuk Kota Surabaya sebagai calon anggota.

Selain itu, sejumlah kepala daerah dari Jawa Tengah seperti Magelang, Salatiga, Tegal, dan Pekalongan juga direncanakan hadir dalam pertemuan ini.

"Kami ingin memastikan setiap daerah bisa saling belajar dalam mengimplementasikan kebijakan pemenuhan gizi ini," katanya.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, para peserta dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke tiga titik Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) di Kota Semarang.

Lokasi yang akan dikunjungi meliputi SPPG Aspol Polda Jateng Rejosari, SPPG Kedung Mundu 2, dan SPPG Pedalangan.

"Tiga lokasi SPPG ini dipilih karena telah memenuhi persyaratan standar operasional yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Fasilitas di Rejosari, Kedung Mundu, dan Pedalangan sangat representatif untuk dijadikan contoh pembelajaran bagi peserta nasional," terang wali kota.

Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memperlihatkan secara langsung tata kelola distribusi makanan yang telah berjalan sesuai prosedur kesehatan.

Para peserta akan melihat teknis penyelenggaraan makanan yang telah mendapatkan sertifikasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

"Ketiga SPPG tersebut memiliki keunggulan pada alur pelayanan yang tertata dan fasilitas yang memadai sesuai standar baku. Kami ingin menunjukkan bahwa standarisasi kualitas makanan dan kebersihan adalah kunci utama dalam operasional SPPG," lanjut Agustina.

Pemerintah Kota Semarang berharap hasil dari dialog nasional ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan program Makan Bergizi Gratis di seluruh wilayah Indonesia.

"Kami berharap praktik baik yang ada di Kota Semarang dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk segera melakukan replikasi," imbuhnya. (idy)

Baca juga: Semarang dan Kendal Wajib Setor Seribu Ton Sampah, Bakal Diolah Jadi Energi Listrik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.