TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 10 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.
Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Kamis (9/4/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.
Sementara untuk pengamatan kegempaan, tercatat 33 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-34 mm dan lama gempa 57.5-183.8 detik.
Serta 28 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-36 mm, S-P 0.7-0.9 detik dan lama gempa 23.34-57.68 detik.
Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.
Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III.
Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50 meter dari puncak.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Kamis 9 April 2026, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Kota Yogya Siang Ini
Cuaca berawan, dan angin tenang ke arah barat.
Suhu udara sekitar 18.1-19.9°C. Kelembaban 83-98.4 persen. Tekanan udara 873.7-916.1 mmHg.
Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)