SURYA.CO.ID - Sempat viral di media sosial, perselisihan antar warga di Perumahan Sidokare Asri, Sidoarjo, Jawa Timur, akhirnya berakhir damai.
Kakek Mashuda, warga setempat sekaligus pelaku penutupan akses jalan, resmi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Dia sepakat berdamai dengan warga lainnya dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Aksi penutupan jalan tersebut sebelumnya menjadi sorotan tajam publik setelah rekaman videonya tersebar luas di media sosial.
Namun, setelah dilakukan mediasi yang disaksikan oleh pejabat setempat, Mashuda mengaku bahwa tindakan tersebut dipicu oleh kesalahpahaman.
Baca juga: Baru Sehari Jeda Perang, Hubungan AS-Iran Kembali Panas Gara-Gara Israel Serang Lebanon
Dalam keterangannya, Mashuda menjelaskan bahwa ia menutup sebagian akses jalan menggunakan plang dan jemuran.
Namun, ia membantah jika aksi tersebut bertujuan untuk menutup total akses bagi warga.
Tujuan utama dari pemasangan penghalang tersebut adalah untuk memperlambat laju kendaraan yang melintas di depan rumahnya.
Baca juga: Kesaksian Nur Kholis yang Rumahnya Terdampak Ledakan Maut di Pabrik Baja Sidoarjo, Suara seperti Bom
Selain itu dalam keterangan lainnya, aksinya itu untuk menjaga keselamatan sang cucu bila sedang keluar rumah.
"Enggak ada saya membenci seseorang, saya mengerti aturan kok," ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Meski sempat berencana melaporkan penyebar video viral tersebut ke Polresta Sidoarjo, Mashuda akhirnya memilih jalur kekeluargaan melalui mediasi.
Terbaru, dalam proses perdamaian, Mashuda menyampaikan poin-poin penting terkait penyelesaian konflik ini secara langsung.
Menurut Mashuda, hal ini terjadi karena komunikasi.
"Permasalahan di lingkungan kami sudah selesai melalui mediasi. Kami menyadari hal tersebut terjadi karena kekurangan komunikasi. Kami sepakat untuk berdamai dan menjaga hubungan baik sebagai sesama warga," katanya, dikutip SURYA.CO.ID dari Kompas TV.
Baca juga: Imbas Serangan Israel ke Lebanon Tewaskan 182 Orang Sehari, Iran Ancam Batalkan Gencatan Senjata
Ia juga menambahkan rasa penyesalannya atas kegaduhan yang sempat terjadi di tengah masyarakat.
"Kami juga memohon maaf kepada masyarakat yang sempat terganggu dan ke depan kami akan menyelesaikan setiap permasalahan dengan musyawarah tanpa mengganggu kepentingan umum. Terima kasih," tambahnya.
Hingga video CCTV Kakek Mashuda menurutup separuh jalan di depan rumahnya viral di media sosial.
Aksinya menuai pro dan kontra. Banyak netizen yang ikut geram dengan aksi sang kakek yang dianggap menyebalkan.