Kedok Laki-laki Jadian di Malang Terbongkar Saat Malam Pertama
Hari Susmayanti April 09, 2026 11:14 AM

 

 

TRIBUNJOGJA.COM, MALANG - Jumat 3 April 2026 kemarin seharusnya menjadi momen yang paling membahagiakan bagi Intan Anggraeni (28), warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Ya, pada hari itu Intan resmi dipersunting oleh seorang pria bernama Rey.Pernikahan keduanya dilaksanakan secara siri.

Namun saat pengantin baru itu hendak menikmati malam pertama, semua berubah 360 derajat.

Sosok suami yang baru saja menikahinya ternyata laki-laki jadian.

Rey yang sebelumnya mengaku sebagai seorang laki-laki ternyata adalah seorang perempuan.

Malam pertama pun berubah menjadi momen yang paling menyakitkan bagi Intan.

Intan yang mengetahui bahwa Rey adalah seorang perempuan tak bisa menahan kesediahan dan kekecewaanya.

Rey pun diusir dari rumah.

Pihak keluarga Intan akhirnya memilih jalur hukum dengan melaporkan Rey ke kepolisian pada Rabu (8/4/2026).

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan atas laporan yang dibuat oleh keluarga Intan.

Perwakilan keluarga korban, Eko NS, mengatakan telah melaporkan kasus tersebut ke kepolisian dengan dugaan pemalsuan dokumen yang digunakan saat pernikahan. 

“Saat ini kita melaporkan salah satunya pemalsuan dokumen. Dokumen ini digunakan untuk menikahi saudari Intan,” ujar Eko saat ditemui pada Rabu (8/4/2026), dikutip dari Kompas.com. 

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.

 “Benar laporan sudah kami terima. Saat ini kasus sedang kita dalami lebih lanjut,” kata Aji. 

Baca juga: Yogyakarta Siapkan Kebijakan Ganda: WFH Rabu, Car Free Day Jumat

Kronologi Lengkap

Kasus penipuan ini bermula saat Intan dan Rey berkenalan di sebuah kafe di Kota Batu.

Perkenalan itu berlanjut hingga keduanya saling bertukar kontak.

Hubungan keduanya akhirnya semakin akrab hingga sepakat menjadi sepasang kekasih pada 14 Februari.

Intan mengaku selama berpacaran, Rey tidak menunjukan sikap yang menunjukan kalau sebenarnya dia seorang cewek sama sekali.

Perilaku dan penampilannya menunjukan dia seorang cowok tulen.

“Kenalnya awal Februari, terus mulai pacaran tanggal 14 Februari. Dia ngaku cowok, dan selama ini kelakuannya juga seperti cowok asli,” ucapnya. 

Setelah berpacaran sekitar 2 bulan, Rey akhirnya mengajak Intan untuk menuju ke jenjang pernikahan.

Untuk menyakinkan Intan, Rey menjanjikan mobil Lamborghini dan rumah.

 "Katanya sudah dibayar dan akan didatangkan pada tanggal penikahan,” kata Intan.

Selain menjanjikan mobil dan rumah, Rey juga menjanjikan akan memberikan barang mewah serta diajak jalan-jalan ke luar negeri.

“Sebelum menikah saya disuruh buat paspor. Katanya mau diajak ke luar negeri,” ujar Intan.

Setelah menentukan hari pernikahan, Intan dan Rey akhirnya melangsungkan prosesi ijab qobul secara siri pada 3 April 2026.

Namun saat itu Rey tidak mengajak keluarganya untuk menghadiri pernikahan.

 “Waktu nikah, dia enggak bawa keluarganya,” imbuhnya.

Mulai Curiga

Sementara itu Eko mengaku pihak keluarga mulai curiga dengan sikap Rey yang tidak membawa keluarganya ke pernikahan.

Alasan Rey tidak membawa keluarga ke pernikahan karena mendadak dan sederhana tak bisa diterima pihak keluarga Intan.

“Alasannya waktu itu karena ada keluarga yang meninggal, jadi pernikahannya dilakukan secara siri. Tapi setelah kami telusuri, ternyata tidak ada yang meninggal,” ujar Eko. 

Meski mulai muncul kecurigaan, proses pernikahan tetap dilanjutkan.

Terungkap Saat Malam Pertama

Selesai proses ijab qobul, kecurigaan keluarga terkait identitas asli Rey mulai terungkap.

Identitas Rey adalah seorang perempuan terungkap saat Intan dan suaminya hendak menikmati malam pertama.

Rey saat itu berusaha mengelabuhi Intan dengan menggunakan alat kelamin buatan.

“Tahunya pas malam pertama. Setelah saya tahu dia ternyata wanita, saya langsung nangis dan lapor ke orangtua,” tuturnya.

Mengetahui hal tersebut, keluarga korban langsung mengusir terlapor dari rumah. Keputusan itu juga dipicu adanya dugaan ancaman yang sempat diterima korban. 

“Langsung diusir oleh keluarga korban karena ada indikasi pengancaman. Dia bilang kalau korban lapor ke Polisi, dia juga akan laporkan ke Polisi,” ujar Eko. 

Setelah itu, menurut Eko, pelaku langsung kabur setelah identitasnya terungkap.

“Pelaku kabur setelah identitasnya terbongkar saat malam pertama,” ujar Eko. 

Eko menyebut, Intan selaku korban mengalami trauma dan rasa malu akibat peristiwa tersebut. 

“Korban sempat malu untuk melapor, namun karena ada ancaman (dari Rey) akhirnya memutuskan membawa kasus ini ke ranah hukum,” tandasnya.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.