Kepala Kemenag Karawang Tekankan Pegawai Jangan Lambat Layani Masyarakat di Tengah Efisiensi
Joseph Wesly April 09, 2026 02:50 PM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang mendukung dan melaksanakan kebijakan pemerintah pusat, termasuk kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan sebagai bagian dari upaya efisiensi, terutama dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

Meski ditengah efisiensi ini, Kepala Kemenag Kabupaten Karawang, H. Sopian mengingatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan sikap responsif, ramah, dan ikhlas dalam bekerja.

“Sebagai pelayan masyarakat, jangan sampai slow respon ketika dibutuhkan. ASN harus hadir dan sigap dalam melayani efisiensi dan WFH jangan dijadikan alasan," ujarnya pada Kamis (9/4/2026).

Selain itu, H. Sopian juga mengingatkan agar seluruh pegawai memberikan pelayanan dengan penuh keramahan dan keikhlasan.

Menurutnya, sikap tersebut menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan ASN dengan memastikan perangkat komunikasi, seperti handphone, selalu aktif selama 24 jam.

"Ini sejalan dengan arahan Sekretaris Jenderal Kemenag RI agar seluruh jajaran tetap mudah dihubungi kapan pun diperlukan," beber dia.

Tak hanya itu, ASN Kemenag Karawang juga diminta untuk selalu responsif terhadap arahan pimpinan.

Respons cepat dinilai sebagai bentuk profesionalisme dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.

Kepala Kemenang, Sopian mengajak seluruh pegawai untuk meniatkan setiap pekerjaan sebagai ibadah. Dengan begitu, diharapkan setiap tugas yang dijalankan tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga bernilai spiritual.

“Mari kita niatkan semua ini sebagai ibadah, sehingga setiap pelayanan yang diberikan membawa manfaat dan keberkahan,” kata dia.

Ia menjelaskan, Kemenag Karawang sejatinya telah lebih dulu menerapkan sistem kerja fleksibel melalui work from anywhere (WFA), khususnya setiap hari Jumat.

“Bagi kami di Kementerian Agama, ini bukan hal baru. WFA sudah kami jalankan, jadi sudah terbiasa,” jelasnya.

Meski demikian, Sopian memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, terutama pada unit-unit pelayanan seperti Kantor Urusan Agama (KUA).

“Pelayanan tetap berjalan. Ada yang bekerja dari rumah, ada juga yang tetap di kantor. Jadi tidak semuanya kosong. Di KUA misalnya, tetap ada petugas yang standby,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebagai pimpinan dirinya tetap memastikan seluruh layanan publik berjalan dengan baik. Bahkan, jika ada pegawai yang sulit dihubungi saat jam kerja, pihaknya tidak segan untuk melakukan pemanggilan dan evaluasi.

“Kalau berkaitan dengan pelayanan, tentu harus siap. Kalau sulit dihubungi, akan kita panggil dan evaluasi. Ini bukan untuk menghukum, tapi sebagai bentuk pembinaan,” ungkapnya. (MAZ)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.