Muluskan Program Listriknisasi, Prabowo Rencana Bangun Pabrik Mobil Sedan Berbasis Listrik
Mesya Marasabessy April 09, 2026 04:52 PM

TRIBUNAMBON.COM - Presiden Prabowo Subianto berencana untuk membangun pabrik mobil sedan berbasis listrik di Indonesia.

Hal itu guna semakin memuluskan program listrikisasi 100 gigawatt.

Listrikisasi merupakan program peralihan penggunaan energi berbasis BBM impor ke energi listrik yang bersumber dari domestik.

"Kita juga sedang bentuk untuk memproduksi pabrik sedan dari listrik," katanya saat meresmikan pabrik perakitan mobil listrik, PT VKTR Sakti Industries di Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).

Prabowo meyakini kemajuan Indonesia ke depannya akan membuat terkejut negara-negara lain.

"Jadi untuk anak-anak muda masa depan kita cerah. Yang bilang tidak cerah, yang bilang Indonesia gelap, mungkin matanya dan hatinya yang kurang bagus," tuturnya.

"Tahun depan kita akan bikin kejutan untuk seluruh dunia, Indonesia sedang bangkit. This giant is waking up, we will not be anymore sleeping giant, we will rising," sambung Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto menilai dengan adanya program listriknisasi 100 gigawatt, maka pemerintah tidak perlu untuk melakukan impor BBM lagi.

"Dengan kita 100 gigawatt, kita bisa menghemat sangat-sangat besar. Mungkin kita 2 sampai 3 tahun, tidak akan mengimpor BBM lagi," ungkapnya.

Baca juga: Program Listriknisasi 100 Gigawatt, Presiden Prabowo: Pemerintah Tak Impor BBM Lagi

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Ambon ke Kaimana: KM Labobar 9 April 2026, Tarif Rp 425.500

Dia juga menargetkan program listrikisasi sebesar 100 gigawatt dapat rampung dalam waktu dua tahun.

Ketika target terpenuhi, Prabowo memutuskan akan menutup seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang ada.

"Saya sudah putuskan akan kita jalankan program listrikisasi 100 gigawatt yang kita harapkan bisa dicapai dalam dua tahun," ucapnya.

"Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik dari diesel, menggunakan solar. Dengan itu kita akan tutup PLTD 13 buah yang di PLN kita akan tutup," imbuh Prabowo.

Prabowo mengklaim ketika PLTD ditutup, maka negara menghemat impor minyak mentah hingga 200 ribu barel per hari.

"Kita masih perlu impor sekarang ini 1 juta barel per hari. Dengan kita tutup PLTD menghemat langsung 20 persen," tandas Prabowo.(*)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.