Modus Penipuan Kerap Sasar Jamaah Jelang Keberangkatan, CJH Diimbau Waspadai Penelepon Gelap
Mawaddatul Husna April 09, 2026 05:54 PM

TRIBUNGAYO.COM - Menjelang keberangkatan berbagai modus penipuan kerap menyasar calon jamaah haji (CJH).

Oleh karena itu, CJH diimbau untuk waspada dan tidak mudah tertipu oleh penelepon gelap.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bireuen, H Sulaimannur SAg saat pertemuan pembekalan bagi ketua regu dan ketua rombongan jamaah haji Bireuen yang digelar di Masjid Badrussalam, Kamis (9/4/2026).

Ia mengingatkan jamaah haji asal Bireuen agar tidak mudah tertipu oleh penelpon gelap. 

Ia menegaskan, berbagai modus penipuan kerap menyasar jamaah haji, terutama menjelang keberangkatan.

Sulaimannur mengingatkan jamaah agar tidak melayani telepon, pesan WhatsApp, maupun panggilan video dari nomor tidak dikenal.

“Jajaran Kementerian Haji dan Umrah Bireuen hanya menyampaikan informasi penting secara resmi.

Biasanya dengan meminta yang bersangkutan datang langsung ke kantor. Kami tidak pernah melakukan miscall,” tegasnya.

Ini Modus yang Sering Digunakan

Ia menjelaskan, penipu kerap memanfaatkan keinginan calon jamaah yang berharap bisa berangkat lebih cepat. 

Modus yang sering digunakan adalah iming-iming percepatan keberangkatan haji.

“Ada yang mengiyakan, lalu akhirnya tertipu. Jika ingin mengetahui kepastian keberangkatan, silakan datang langsung ke kantor. Semua akan kami jelaskan secara resmi,” ujarnya.

Terkait kondisi Timur Tengah yang sedang dilanda konflik, Sulaimannur memastikan hingga saat ini proses penyelenggaraan ibadah haji masih berjalan normal. 

Jadwal keberangkatan telah diatur dengan baik dan belum ada perubahan.

“Jamaah tidak perlu khawatir. Hingga kini belum ada perubahan jadwal dan pelaksanaan ibadah haji tahun ini diharapkan berjalan lancar,” katanya.

Pembekalan bagi ketua regu dan ketua rombongan ini diikuti oleh 45 orang dan berlangsung selama satu hari penuh.

Menurut Sulaimannur, kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi, memberikan pemahaman tugas dan fungsi.

Serta membekali mereka agar mampu membantu petugas kloter sejak di embarkasi, selama di Mekkah dan Madinah, hingga kepulangan ke tanah air.

Ketua regu dan ketua rombongan juga diharapkan dapat menyampaikan informasi penting kepada jamaah selama pelaksanaan ibadah haji.

Hal itu dilakukan agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan baik dan jamaah meraih haji yang mabrur.(*)

Baca juga: Calon Jamaah Haji Aceh 2026 Dibagi dalam 14 Kloter, Masuk Asrama Mulai 5 Mei

Baca juga: Kemenhaj Siapkan 45 Klinik di Makkah dan Madinah untuk Haji 2026

Baca juga: Kemenhaj Gandeng Imigrasi, Perkuat Upaya Pencegahan Praktik Haji Ilegal

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.