UMKM Kalsel: Muda dan Berdaya, Kisah Miftah di Balik Berdirinya Pijat dan Bekam Bjm
Ratino Taufik April 09, 2026 06:49 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN  - Sosok muda bernama Mftahurrahman Tamami, akrab disapa Bang Miftah, berhasil mencuri perhatian lewat usaha Pijat dan Bekam Bjm. Di tengah geliat anak muda yang banyak memilih jalur usaha modern, Bang Miftah justru menekuni pengobatan tradisional. 

Langkah ini berawal dari niat sederhana untuk melanjutkan profesi keluarga sekaligus membuktikan bahwa tradisi bisa tetap relevan di era digital.  

“Saya ingin menyalurkan profesi orang tua saya yang sudah turun-temurun,” ujarnya.  

Perjalanan usaha dimulai dari lingkaran kecil. Ia mempraktikkan keterampilan pijat dan bekam kepada teman-teman sekuliahnya. Dari pengalaman itu, muncul keberanian untuk memperluas jangkauan melalui media sosial. TikTok menjadi pilihan utama karena dinilai mampu menjangkau audiens lebih luas dan cepat. 

“Awalnya saya praktekan ke teman-teman kuliah, lalu pelan-pelan saya beranikan diri ke sosial media Tiktok supaya lebih banyak yang mengenal,” kata Bang Miftah.  

Baca juga: Suhu di Kalsel Mulai Naik, BPBD Pantau Wilayah Rawan Karhutla, OMC Belum Diperlukan

Jasa yang ditawarkan kerap mendapat sambutan positif. Namun, ekspektasi pasien sering kali menjadi tantangan tersendiri. Banyak yang berharap sembuh seketika setelah menjalani terapi, padahal proses pemulihan membutuhkan waktu. 

“Pasien berharap lekas sembuh, tapi saya hanya perantara. Yang menyembuhkan tetap Allah Ta’ala,” jelas Bang Miftah.

Menariknya, Bang Miftah memilih konsep layanan panggilan dibanding membuka klinik tetap. Pilihan ini membuatnya lebih dekat dengan pasien sekaligus fleksibel dalam melayani. 

“Karena saya masih muda dan tenaganya masih banyak, jadi saya menerapkan sistem panggilan. Suatu saat kalau sudah banyak yang mengenal, insyaAllah saya akan buka rumah praktek sendiri. Sementara bisa hubungi No WA saya '0899-0028-215,” tutur Bang Miftah.  

Kini, Pijat & Bekam Bjm bukan hanya sekadar usaha, tetapi juga simbol keberanian generasi muda Banjarmasin dalam menghidupkan kembali tradisi kesehatan sekaligus memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi.(Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.