Lukis Sungai Bengawan Solo, SBY Gunakan Teknik Seniman Legendaris Affandi
Ryantono Puji Santoso April 09, 2026 07:29 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memanfaatkan waktu luangnya di sela menemani tim bola voli LavAni berlaga di Solo dengan melukis, Rabu (9/4/2026).

Di sela kesibukan tersebut, SBY memilih melukis salah satu lokasi di Kota Solo, yakni Sungai Bengawan Solo dari pintu air Demangan.

Ditemani sejumlah kader Partai Demokrat, SBY nampak menikmati momen menyalurkan hobinya tersebut.

Ketua Dewan Pakar DPP Demokrat, Andi Malarangeng, mengatakan bahwa sejak awal SBY ingin melukis keindahan sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut. Pada momen kali ini, keinginan itu akhirnya terpenuhi.

"Di Solo ini, LavAni bermain di Proliga, sehingga beliau mempunyai kesempatan untuk melakukan berbagai aktivitas, termasuk melukis, kuliner, dan kemarin juga sempat membeli batik di beberapa sentra batik," ungkap Andi di sela menemani SBY melukis.

"Kali ini beliau berkesempatan melukis Bengawan Solo. Belum pernah melukis Bengawan Solo, jadi inilah tempatnya. Ini sudah bagus sekali, tapi sayang sekali hujan," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, SBY melukis dengan metode finger painting yang pernah dipopulerkan oleh seniman lukis legendaris Affandi.

MELUKIS. Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) manfaatkan waktu berkunjung ke Kota Solo dengan menyalurkan hobi melukis sungai Bengawan di Pintu Air Demangan, Rabu (9/4/2026). Dia mengajak beberapa seniman Solo.
MELUKIS. Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) manfaatkan waktu berkunjung ke Kota Solo dengan menyalurkan hobi melukis sungai Bengawan di Pintu Air Demangan, Rabu (9/4/2026). Dia mengajak beberapa seniman Solo. (TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

Langsung Menggunakan Tangan

Metode tersebut merupakan cara melukis tanpa menggunakan kuas, melainkan langsung menggunakan tangan untuk menggoreskan cat di kanvas.

"Dan kali ini beliau melukis dengan gaya finger painting. Ini adalah salah satu metode atau aliran dalam seni lukis. Di Indonesia, pelopornya adalah almarhum Affandi. Beliau juga ingin mencoba menerapkan finger painting dalam berbagai lukisan lanskap di Indonesia," jelas Andi.

Meski sudah separuh jalan melukis Sungai Bengawan Solo, lukisan SBY harus batal diselesaikan lantaran cuaca tidak mendukung. Hujan deras yang melanda membuat SBY mengurungkan niat untuk menyelesaikan lukisannya.

Baca juga: Manfaatkan Waktu di Solo, SBY Melukis Sungai Bengawan di Pintu Air Demangan

Andi mengatakan bahwa lukisan yang belum selesai tersebut nantinya akan dilanjutkan SBY di hotel.

"Boleh dikata sudah hampir jadi, tapi karena hujan deras maka nanti akan dilanjutkan di hotel," kata dia.

Menurut Andi, saat sedang bersemangat melukis, SBY tidak mengenal waktu. Bahkan ketika cuaca kurang mendukung pun, ia tetap bersemangat.

"Kalau beliau memang sedang melukis dan sedang mood, pantang mundur dalam segala cuaca," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.