SRIPOKU.COM, LAHAT – Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, menyayangkan sikap segelintir warga Desa Tunggul Bute, Kecamatan Kota Agung, yang meminta ganti rugi atas lahan mereka yang terdampak rencana pembangunan jalan. Padahal, pembangunan akses jalan tersebut merupakan aspirasi yang telah puluhan tahun dinantikan oleh masyarakat setempat.
Wabup Lahat selama ini telah mendorong PT Supreme Energy Rantau Dedap untuk merealisasikan janji pembangunan jalan tersebut demi membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan kemaslahatan warga secara luas.
"Ada sekitar tiga warga yang belum bersedia memberikan lahannya untuk perluasan jalan. Kami sudah meminta kepada perusahaan agar di titik lahan warga tersebut, pembangunan disesuaikan dengan luas yang ada saja," ujar Widia Ningsih saat memberikan keterangan, Kamis (9/4/2026).
Urat Nadi Ekonomi
Widia menegaskan bahwa pembangunan jalan ini bukan semata-mata untuk kepentingan perusahaan, melainkan akan menjadi urat nadi baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia berharap persoalan ganti rugi lahan tidak menghambat percepatan pembangunan.
“MoU dengan pihak Supreme Energy sudah dibuat. Rencananya dalam satu atau dua bulan ke depan, jalan ini akan mulai dibangun. Ini untuk kepentingan bersama, jadi jangan sampai persoalan kecil menghambat manfaat yang jauh lebih besar,” tegasnya.
Pemerintah Daerah telah berupaya maksimal memenuhi harapan warga. Untuk itu, Widia meminta masyarakat berpikir jangka panjang dan tidak hanya melihat dari sisi kepentingan pribadi.
Harapan untuk Dukungan Warga
Wabup Lahat mengingatkan bahwa keterbukaan akses jalan akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Desa Tunggul Bute ke depannya.
“Kalau akses jalan sudah terbuka, masyarakat sendiri yang menikmati. Harga tanah akan naik dan roda ekonomi bergerak. Jangan hanya menuntut dibangunkan jalan, tetapi tidak mau mengikhlaskan sedikit lahan untuk kepentingan umum,” pungkasnya.
Baca juga: Komisi II DPRD Sumsel Desak PT Hindoli Lepas HGU Lahan Mengandung Minyak untuk Dikelola Negara