SURYA.CO.ID - Video viral yang memperlihatkan aksi joget dan sawer sejumlah relawan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cendikia Waskita, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Insiden yang terjadi di area dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini dinilai tidak etis karena mengabaikan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat di lingkungan produksi makanan.
Koordinator Wilayah (Koorwil) SPPG Sumenep telah mengambil tindakan tegas atas pelanggaran prosedur tersebut.
Baca juga: Ingin Jadi Pegawai Negeri, 9 Orang di Gresik Kena Tipu SK ASN Palsu dengan Harga Ratusan Juta
Koorwil SPPG Sumenep, Moh. Kholilur Rahman Hidayatullah, menegaskan bahwa area dapur memiliki fungsi khusus yang tidak boleh disalahgunakan untuk aktivitas hiburan.
"Perbuatan itu jelas keliru. Relawan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di luar ketentuan, baik saat jam kerja maupun setelahnya. Itu tetap melanggar SOP," ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Pria yang akrab disapa Bayor tersebut menambahkan bahwa faktor kebersihan dan profesionalisme adalah prioritas utama di lingkungan SPPG.
"SPPG itu tempat produksi makanan. Kalau ingin hiburan, seharusnya dilakukan di luar, bukan di dapur," tegasnya.
Menanggapi kegaduhan di media sosial, Koorwil segera berkoordinasi dengan pihak pengelola SPPG Cendikia Waskita.
Relawan yang terlibat dalam video tersebut diminta untuk segera diproses secara administratif.
"Kami sudah menghubungi kepala SPPG dan mitranya. Kami minta relawan yang bersangkutan dipanggil dan diberi teguran serta edukasi agar kejadian serupa tidak terulang," jelas Bayor.
Kasus ini tidak berhenti pada teguran internal saja.
Koorwil telah meneruskan laporan ini ke tingkat provinsi untuk menentukan langkah hukum atau sanksi organisasi yang lebih berat.
Pihak Koorwil telah mengirim laporan ke Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Timur.
Adapun sanski menunggu keputusan pusat terkait kemungkinan suspensi relawan.
"Laporan sudah kami kirim. Untuk sanksi seperti suspensi, kami masih menunggu keputusan dari pimpinan," tambah Bayor.
Hingga saat ini, Kepala SPPG Cendikia Waskita, Arbian Revaldo, belum memberikan keterangan resmi meskipun telah diupayakan konfirmasi melalui sambungan telepon.