Cegah Korupsi, KPK Minta Bupati Kendal Terapkan Sistem Kerja dari Hati
deni setiawan April 09, 2026 11:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto memberikan sosialisasi dan wejangan langsung kepada jajaran pegawai Pemkab Kendal di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kamis (9/4/2026).

Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya praktik tindak korupsi yang kini marak terungkap di berbagai daerah.

Fitroh mengatakan, praktik korupsi biasanya diawali dari pucuk pimpinan pemerintahan.

Aksi kotor itu juga berpotensi merembet ke para bawahan.

Baca juga: SPPG Protomulyo Kendal Ditutup BGN, Dana Tagihan Supplier Belum Dibayarkan

• Semarang dan Kendal Wajib Setor Seribu Ton Sampah, Bakal Diolah Jadi Energi Listrik

"Bagaimana membuat sadar dari korupsi, harus dimulai dari pucuk pimpinannya terlebih dahulu," kata Fitroh.

Fitroh lantas menawarkan sebuah sistem kerja yang lebih harmonis seandainya bisa diterapkan di Pemkab Kendal.

Dia meminta Bupati untuk membuat iklim kerja baru dari hati ke hati.

Menurutnya, jika sistem ini diterapkan secara keseluruhan akan meningkatkan kesadaran agar terhindar dari praktik korupsi.

"Saya menawarkan konsep bekerja dari hati ke hati, tetapi integritas harus tetap dijaga," imbuhnya.

Fitroh menilai, praktik korupsi bisa dihindari jika tiap individu menerapkan manajemen hati sebagai landasan pekerjaan.

"Yang dikelola bukan sistemnya, tetapi bagaimana agar manajemen hati ini lebih ditata. Karena korupsi itu selalu pasti ada celah dan integritas harus dijaga," terangnya.

Terpisah, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, praktik korupsi tak hanya merugikan negara melainkan menodai muruah pribadi dan instansi.

"Terkadang masih ada celah-celah korupsi yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab."

"Kami harus mengarahkan agar tidak sekadar mencatat pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), tapi juga menjaga integritas itu," imbuhnya.

Bupati yang akrab disapa Mbak Tika menambahkan, integritas sebagai pejabat pemerintahan harus dijaga betul-betul. 

Dia pun mengingatkan agar pegawainya tak menormalisasi pemberian hadiah meskipun dalam bentuk paling sederhana. 

Bupati Tika juga menyeru kepada pegawainya agar jangan menjadi pejabat yang bermental dilayani.

"Karena di situlah birokrasi dipertaruhkan. Jadilah pegawai yang melayani bukan dilayani."

"Karena ini berpotensi menjadi celah korupsi."

"Mari teguhkan komitmen melawan korupsi," tandasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.