Penerbangan ke Bandara Syamsudin Noor Kosong, PNS Ini Terpaksa Tunda Kepulangan ke Kalsel
Hari Widodo April 10, 2026 08:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Frendy sempat panik saat membuka aplikasi pemesanan tiket pesawat untuk penerbangan dari Jakarta menuju Kalimantan Selatan.

Niatnya pulang ke Banjarbaru setelah menghadiri acara di Jakarta harus tertunda. Tiket yang ia cari tak tersedia.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu awalnya merencanakan pulang pada Senin (6/4/2026). Namun hampir semua penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Syamsudin Noor tidak tersedia.

“Terpaksa balik pada Selasa (7/4/2026) saat penerbangan ada,” ujarnya.

Baca juga: Tiket Pesawat Ke Banjarmasin Langka, Pebisnis Mulai Ubah Strategi Perjalanan

Dalam beberapa hari terakhir, banyak calon penumpang pesawat mengeluhkan sulitnya mendapatkan tiket menuju Banjarmasin. Bahkan untuk rute transit sekalipun.

Pantauan di laman pemesanan tiket daring menunjukkan hampir semua kursi penerbangan Jakarta–Banjarmasin kosong pada 5-9 April. Tiket baru muncul kembali pada 10 April.

Itupun terbatas. Hanya satu maskapai yang menyediakan penerbangan langsung dan cuma ada kelas bisnis dengan harga sekitar Rp 5 juta.

Sementara penerbangan maskapai lain harus transit dengan tarif sekitar Rp 2,5 juta.

Kondisi serupa juga terjadi pada rute Surabaya–Banjarmasin yang kosong tiket hingga 8 April. Penerbangan baru tersedia pada 9 April dan harus melalui transit.

Dari Bali menuju Banjarmasin, tiket mulai tersedia sejak 7 April, tetapi sebagian besar memerlukan dua kali transit. Bahkan rute Semarang–Banjarmasin rata-rata membutuhkan tiga kali transit.

Fenomena tiket kosong terus berlanjut.  Untuk penerbangan Jumat (10/4/2026), tiket dari Jakarta maupun Surabaya menuju Banjarmasin kembali dinyatakan habis.

Pada aplikasi pemesanan tiket tertulis “tidak ada penerbangan yang sesuai”. Artinya seluruh kursi, baik kelas ekonomi maupun bisnis sudah terjual.

Elsa bahkan harus rela merogoh Rp 18 juta agar bisa pulang dari Bali ke Banjarmasin. Warga Kalsel ini berangkat ke Bali tanpa membeli tiket pulang-pergi (PP).

Saat hendak kembali, Elsa kaget karena tiket penerbangan menuju Banjarmasin di aplikasi sudah habis.

“Dari Bali baru ada sekitar tanggal 13-an, itu pun harganya luar biasa mahal,” katanya kepada Bpost, Kamis (9/4/2026).

Padahal dia harus pulang pada Kamis karena bekerja. Akhirnya Elsa memutuskan terbang ke Jakarta agar bisa ke Banjarmasin.

“Saya harus pulang karena Kamis pagi. Hanya tersedia maskapai Garuda kelas Bisnis 2 dengan transit mandiri,” katanya.

Pemilik PT Melinda Tours and Travel Banjarbaru sekaligus Sekretaris DPD ASITA Kalsel, Endang Sriwahyuni, menyebut kepadatan penerbangan terasa sejak beberapa pekan lalu.

“Memang sangat padat. Dari Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta, hampir semua penuh,” katanya.

Menurut Endang, ada beberapa faktor yang saling bertumpuk. Pertama, arus balik Lebaran yang masih berlangsung. Kedua, adanya libur panjang Paskah.

Musim umrah juga ikut mendorong tingginya permintaan kursi pesawat. “Umrah sedang ramai karena sebentar lagi akan dihentikan sementara menjelang haji,” ujarnya.

Namun faktor yang paling terasa adalah berkurangnya frekuensi penerbangan. Beberapa maskapai tidak lagi terbang sebanyak biasanya.

Untuk rute Jakarta–Banjarmasin misalnya, penerbangan yang biasanya enam kali sehari kini hanya empat kali. Rinciannya tiga penerbangan oleh Super Air Jet dan satu penerbangan Batik Air.

Hal serupa juga terjadi pada rute Surabaya–Banjarmasin yang kini hanya tiga kali penerbangan per hari, dari biasanya enam kali.

“Kapasitasnya berkurang, sementara penumpang meningkat. Jadi posisi kursi cepat sekali penuh,” katanya.

Kondisi ini diperparah dengan kenaikan harga avtur yang mulai terasa dalam dua hari terakhir. Menurut Endang, kenaikan harga bahan bakar tersebut membuat harga tiket ikut terkerek.

“Contohnya Garuda yang biasanya sekitar Rp1,9 juta sekarang sekitar Rp 2,3 juta. Maskapai lain juga naik sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu,” jelasnya.

Menurut Melinda, ada beberapa kota lain di Kalimantan seperti Balikpapan, Palangkaraya dan Pangkalanbun yang mengalami kondisi serupa.

“Pastikan sudah beli tiket kembali. Jadi tidak tertahan di kota tujuan,” sarannya.

General Manager Bandara Syamsudin Noor, Stefhanus Milyas Wardhana, mengatakan kondisi ini dipicu libur panjang pascalebaran dan Paskah.

“Kemudian ada yang menambah cuti dan adanya penerapan Work from Home, sehingga baru balik di periode-periode ini. Karena itu, kedatangan masih mendominasi saat ini,” ujarnya.

Baca juga: Tiket Pesawat ke Banjarmasin Langka dan Sulit Didapat, Harga Kini Melonjak 

Milyas juga mengungkapkan pascalebaran, jumah penumpang di Bandara Syamsudin Noor di angka 7.000-9.000 per hari dengan penerbangan sebanyak 70-80 per hari.

Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Fitri Hernadi, mengakui harga tiket pesawat menuju Banjarmasin masih mahal dan sulit ditemukan.

“Kami akan segera berkomunikasi dengan stakeholder terkait untuk mencari solusi,” katanya.

(lis/riz)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.