TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sarapan pagi di Kota Solo, Jawa Tengah, belum lengkap tanpa mencicipi kuliner berkuah khasnya.
Salah satu yang paling banyak direkomendasikan adalah Timlo Sastro yang berada di kawasan Pasar Gede.
Banyak pengunjung memilih timlo sebagai menu sarapan ringan.
Baca juga: Rekomendasi Wisata di Wonogiri : Candi Muncar Tawarkan Panorama Hijau dan Suasana Menenangkan
Kuah bening yang hangat dinilai cocok untuk mengembalikan energi tanpa membuat perut terasa berat.
Timlo Sastro dikenal dengan kuah kaldu ayam yang bening dan ringan.
Sajian ini dipadukan dengan isian seperti sosis Solo, telur pindang, dan suwiran ayam, dengan tambahan ati ampela sesuai selera.
Proses penyajian berlangsung cepat.
Dalam waktu sekitar 5–10 menit setelah pemesanan, semangkuk timlo hangat siap disajikan ke meja pelanggan.
Baca juga: 18 Ide Usaha Kuliner Berbahan Dasar Telur : Modal Kecil, Cocok untuk Jualan di Solo
Selain cita rasa yang ringan, Timlo Sastro juga dikenal ramah untuk semua kalangan, termasuk anak-anak.
Pengunjung dapat meminta porsi nasi lebih sedikit atau tanpa jeroan, sehingga lebih fleksibel untuk keluarga.
Kuah yang tidak terlalu kuat bumbu juga membuat menu ini cocok sebagai sarapan sebelum melanjutkan aktivitas wisata di pusat kota Solo.
Waktu terbaik berkunjung adalah sebelum pukul 09.00 WIB untuk menghindari antrean panjang, terutama pada akhir pekan atau musim liburan.
Dengan karakter rasa yang ringan, kuah bening, dan pelayanan cepat, Timlo Sastro menjadi salah satu destinasi kuliner sarapan yang konsisten dipilih wisatawan.
Baca juga: Rekomendasi Kuliner Solo : Cicipi Nasi Liwet Bu Wongso Lemu yang Legendaris Sejak 1950-an
Timlo Sastro memiliki dua cabang di Solo, yang pertama berada di Jalan Abdul Muis No.32A, Kepatihan Kulon, Kecamatan. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Sementara itu, cabang kedua berada di Jalan Dr. Wahidin No.30, Purwosari, Kecamatan. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Tempat makan timlo ini bisa disebut legendaris karena sudah berdiri sejak 1952.
Timlo yang disajikan di tempat makan ini berisikan berbagai macam lauk seperti telur, sosis, rempelo ati dan kuah.
Baca juga: Dulu Penyelamat saat Krisis Pangan, Inilah Tempe Gembus, Cikal Bakal Kuliner Legendaris Khas Solo
Untuk menu per lauk sampai menu komplit harganya berkisar mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 25.000.
Sekadar informasi, mengutip dari laman Surakarta.go.id, sosis goreng Solo ini bukanlah sosis yang terbuat dari daging sapi pada umumnya.
Sosis solo terbuat dari kulit lumpia atau risoles yang dilipat seperti martabak dan digoreng yang di dalam lipatan adonan itu diberi daging ayam bagian dada yang disuwir kemudian gorengan sosis itu disajikan dalam potongan-potongan kecil.
Untuk Timlo Sastro cabang pertama, buka setiap hari mulai dari pukul 06.00 WIB sampai 15.00 WIB.
Sedangkan, Timlo Sastro cabang kedua, buka setiap hari mulai dari pukul 07.00 WIB sampai 21.00 WIB.
Timlo Sastro dahulu bernama Timlo Balong.
Timlo Balong ini diambil dari nama pendiri usah ini, yaitu (alm) Sastro.
Sastro mendirikan warung Timlo Sastro ini sekitar tahun 1952, berawal dari warung kaki lima sederhana di sebelah barat pasar.
Pada tahun 1958, Pasar Gede direvitaliasi.
Hal itu membuat Timlo Sastro pindah ke sudut belakang Pasar Gede sampai saat ini.
(*)