Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP Bab 4 D, Denotasi dan Konotasi dalam Karya Fiksi
Yeshinta Sumampouw April 10, 2026 12:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut rangkuman materi mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP kelas 8, tentang Membandingkan Kata Denotasi dan Konotasi dalam Karya Fiksi.

Materi ini dibahas dalam Bab 4 Bagian D buku Bahasa Indonesia untuk kelas 8 SMP/MTs dengan tema "Mengulas Karya Fiksi: Kisah-kisah Favoritku."

Buku tersebut diterbitkan oleh Kemdikbudristek Republik Indonesia pada tahun 2024 dan tersedia secara daring melalui laman buku.kemendikdasmen.go.id. Simak selengkapnya.

Membandingkan Kata Denotasi dan Konotasi dalam Karya Fiksi

  • Makna Kata

Makna kata adalah arti atau pengertian dari sebuah kata yang digunakan untuk menyampaikan informasi.

Dalam bahasa, makna kata bisa berbeda-beda tergantung konteks penggunaannya, terutama dalam karya sastra atau fiksi.

  • Konotasi dan Denotasi

Konotasi adalah makna tambahan atau makna kiasan dari sebuah kata yang tidak sesuai dengan arti sebenarnya, tetapi mengandung nilai rasa, emosi, atau gambaran tertentu.

Konotasi sering digunakan dalam karya fiksi agar bahasa lebih indah dan hidup.

Denotasi adalah makna sebenarnya atau makna harfiah dari sebuah kata sesuai dengan kamus.

Denotasi digunakan untuk menyampaikan makna secara jelas dan langsung.

Dalam karya fiksi seperti cerpen, novel, dan puisi, penulis menggunakan kata bermakna denotasi dan konotasi untuk tujuan yang berbeda.

Makna denotasi digunakan untuk menyampaikan informasi secara jelas dan langsung sesuai arti sebenarnya, sehingga pembaca dapat memahami cerita dengan mudah.

Sementara itu, makna konotasi digunakan untuk memberikan kesan tambahan, membuat cerita menjadi lebih indah, serta membantu pembaca membayangkan dan merasakan suasana dalam cerita.

Dengan adanya konotasi, cerita menjadi lebih hidup dan menarik.

Tips Membandingkan Kata Denotasi dan Konotasi

Untuk membedakan kata konotasi dan denotasi, perhatikan arti kata dalam kalimatnya.

Jika kata tersebut memiliki arti sebenarnya sesuai kamus, maka itu adalah makna denotasi.

Jika kata tersebut memiliki arti kiasan atau bukan arti sebenarnya, maka itu adalah makna konotasi.

Kita juga perlu melihat konteks kalimat agar tidak salah memahami maknanya.

Contohnya, “buah tangan” tidak berarti buah yang dipegang, tetapi berarti oleh-oleh, sehingga termasuk makna konotasi.

Baca juga: Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP Bab 4 C, Penilaian terhadap Karya Fiksi

Sumber:

  • Buku Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII, Edisi Revisi, 2024
    Penulis: Elly Delfia dan Maya Lestari Gusfitri
    Penerbit: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
  • https://buku.kemendikdasmen.go.id/
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.