Curhat Ibu di Bandung Nyaris Kehilangan Bayi di RSHS, Anaknya Dibawa Orang Asing: Harus Ada Prosedur
Listusista Anggeng Rasmi April 10, 2026 12:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Seorang ibu muda bernama Nina Saleha (27) hampir mengalami kejadian memilukan setelah bayinya nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin.

Peristiwa menegangkan ini terjadi pada Rabu (8/4/2026) pagi saat Nina datang untuk menjemput bayinya yang sebelumnya dirawat akibat penyakit kuning.

Sejak lahir, bayi tersebut memang sempat dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan sebelum akhirnya mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit tersebut.

Setibanya di sana, sang bayi langsung ditempatkan di inkubator untuk menjalani penanganan medis lebih lanjut.

Sehari sebelum kejadian, Nina menerima kabar bahwa kondisi anaknya sudah membaik dan diperbolehkan pulang.

“Saya dapat kabar hari Selasa kalau anak saya sudah bisa pulang hari Rabu. Tapi saya setiap hari kesana, datang untuk memberikan asi dan menjenguk bayi,” kata Nina saat ditemui di kediamannya di Nanjung, Margaasih, Kamis (9/4/2026).

Dengan penuh harap, Nina datang sejak pagi dan telah menyiapkan pakaian khusus untuk menyambut kepulangan buah hatinya.

Namun, proses administrasi yang cukup lama membuatnya harus menunggu lebih lama dari yang diperkirakan.

Di tengah penantian tersebut, ia sempat berbincang dengan ibu dari bayi lain yang tampak murung setelah dipanggil oleh perawat.

Baca juga: 5 Hari ART di Kendari Aniaya Bayi Majikan, Ibu Lihat Kejadian di Luar Nalar saat CCTV Terungkap

CERITAKAN KISAH MEMILUKAN - Nina dan mertuanya saat ditemui di kediamannya, Kamis (9/4/2026). Mereka menceritakan kisah memilukan saat anak yang dirawat di RSHS hendak dibawa orang karena kelalain petugas.
CERITAKAN KISAH MEMILUKAN - Nina dan mertuanya saat ditemui di kediamannya, Kamis (9/4/2026). Mereka menceritakan kisah memilukan saat anak yang dirawat di RSHS hendak dibawa orang karena kelalain petugas. (Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati)

“Saya tanya kenapa murung? Ibu tersebut bilang bayinya belum bisa pulang, punya masalah, ada kelainan, paru-parunya bocor. Saya cuma bilang semoga cepet sehat lagi,” kata Nina.

Suasana di rumah sakit saat itu semakin sibuk karena adanya pasien gawat darurat yang berdatangan.

Merasa lapar dan memperkirakan waktu tunggu masih panjang, Nina dan suaminya memutuskan keluar sejenak untuk makan.

Namun, belum sempat makan, Nina justru merasakan firasat yang membuatnya gelisah.

“Ketika mau makan saya mendapat firasat, seakan ada bisikan di telinga untuk segera ke atas melihat bayi, jadi saya langsung ke atas dan memilih nggak jadi makan,” ucapnya.

Ia pun segera kembali ke ruang perawatan bayi tanpa menunda waktu.

Sesampainya di lorong NICU, Nina melihat ibu yang sebelumnya ia ajak bicara sedang menggendong bayi dengan selimut yang tampak familiar.

Perasaan curiga mulai muncul ketika ia menyadari kemiripan selimut tersebut dengan milik bayinya.

“Saya lihat selimutnya kok seperti punya anak saya. Tapi saya belum langsung curiga, sampai saya cek ke inkubator dan ternyata anak saya sudah tidak ada,” katanya.

Tanpa pikir panjang, Nina langsung menghampiri ibu tersebut untuk memastikan kebenaran.

Ia kemudian mengenali pakaian yang dikenakan bayi tersebut sebagai baju yang ia siapkan sendiri.

“Pas saya lihat wajahnya, saya langsung yakin itu anak saya. Saya tarik dan bilang, Itu anak saya,” teriaknya.

Situasi pun menjadi panik hingga Nina berteriak meminta bantuan petugas medis yang ada di lokasi.

Perawat segera mengambil alih bayi tersebut dan mengembalikannya kepada Nina sebelum sempat dibawa lebih jauh.

“Ibu itu hanya bilang oh ini anak ibu ya? Saya juga bilang kalau udah tahu bukan anak ibu, kenapa dibawa? Secara logika, seorang ibu yang melahirkan pasti ingat wajah anaknya,” ucapnya.

KEHILANGAN BAYI - Nina Saleh (27) ibu muda yang hampir kehilangan bayi di RSHS Kota Bandung saat ditemui di kediamannya, Kamis (9/4/2026). ((Ist)/KOMPAS.com/BAGUS PUJI PANUNTUN)

Baca juga: Heboh! Bayi 9 Bulan Jadi Korban Sandera Rentenir di Bekasi, Nyaris Dijual Gara-Gara Utang Orangtua!

Perawat Diduga Lalai

Nina mempertanyakan bagaimana bayi bisa dengan mudah berada di tangan orang lain tanpa prosedur yang jelas.

Bahkan ibu yang tidak diketahui identitasnya pun hanya diam membisu, tanpa ada keluar kata maaf.

Menurutnya, saat itu belum ada surat kepulangan resmi, bahkan gelang identitas bayi disebut sudah dilepas.

“Harusnya kan ada prosedur, ada surat pulang. Ini belum ada, tapi anak saya sudah dipegang orang lain. Gelangnya juga sudah diputus, ketika ditanya kenapa diputus, kata susternya supaya nggak terkena virus dari luar,” kata Nina.

Nina menduga adanya kelalaian dalam sistem pengawasan di rumah sakit, terutama dalam proses penyerahan bayi kepada keluarga.

Ia juga mengaku kecewa karena perawat sempat menyebut bayi diberikan kepada perempuan tersebut karena dipanggil atas nama dirinya, namun tidak ada respons.

“Kalau saya tidak ada, harusnya bayi diamankan dulu, bukan langsung diberikan ke orang lain. Kalau saya telat sedikit saja, mungkin anak saya sudah dibawa pergi,” katanya.

Satpam Tidak Responsif

Saat itu, Nina mengaku diarahkan ke petugas keamanan, namun bukan untuk penanganan insiden.

“Saya diminta kasih rating, saya kasih empat, lalu satpamnya malah pinjam hp saya dan diubah jadi bintang lima dengan kata-kata yang bagus,” ungkap Nina.

Situasi tersebut membuat Nina semakin bingung, karena di saat bersamaan ia tengah panik menyelamatkan bayinya yang hampir dibawa orang lain

Nina ingat betul, satpam tersebut sempat bertanya akan pelayanan rumah sakit apakah cukup baik atau ada keluhan.

“Saya langsung jawab, bukan keluhan lagi, itu anak saya mau dibawa orang,” tegasnya.

Setelah kejadian ini, Nina mengaku telah menerima permintaan maaf dari pihak rumah sakit, meski baru sebatas melalui pesan singkat.

Ia juga diminta bertemu dengan pihak rumah sakit, namun Nina menolak jika harus pergi ke RSHS.

“Saya baru beres lahiran sesar, harusnya banyak istirahat tapi kemaren, karena anak sakit, saya selalu bolak balik pakai motor. Apapun akan saya lakukan untuk anak saya,” ucapnya.

Nina berharap kasus ini dapat segera ditindaklanjuti secara serius agar tidak terulang pada pasien lain.

Diduga ada kelalaian perawat yang asal saja menyerahkan bayi tanpa prosedur ke pihak lain yang bukan ibu kandungnya.

Namun sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari pihak RSHS.

(Tribunnewsmaker.com/ Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.