Dalam sepekan ke depan, Indonesia memasuki fase transisi antar musim.
Pada rentang 10–16 April 2026, kondisi cuaca dipengaruhi oleh berbagai dinamika atmosfer.
Mengutip bmkg.go.id, secara global fenomena El Nino–Southern Oscillation (ENSO) masih berada pada fase netral.
Hal ini terlihat dari nilai indeks NINO 3.4 sebesar -0,35 dan SOI +2,1, sehingga belum berdampak signifikan terhadap peningkatan aktivitas konveksi di Indonesia.
Sementara itu, Dipole Mode Index (DMI) tercatat di angka -0,14 dan masih berada pada fase netral.
Kondisi ini menunjukkan belum adanya suplai massa udara yang kuat dari Samudra Hindia bagian timur Afrika ke wilayah Indonesia, khususnya bagian barat, sehingga pengaruhnya terhadap curah hujan nasional masih terbatas.
Di sisi lain, pada skala regional, Monsun Australia terpantau semakin menguat dan diperkirakan tetap dominan dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi ini mendorong peningkatan aliran massa udara yang cenderung lebih kering.
Seiring dengan itu, sejumlah wilayah di Indonesia mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
Meski demikian, dinamika atmosfer lainnya masih turut berperan dalam mendukung potensi hujan di beberapa daerah.
Secara umum, cuaca di Indonesia didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan. Namun, masyarakat perlu mewaspadai kemungkinan hujan dengan intensitas sedang di sejumlah wilayah.
Selain itu, hujan lebat yang berpotensi disertai kilat/petir dan angin kencang juga dapat terjadi, sehingga masuk dalam kategori peringatan dini.
Sumatera Utara
Kep. Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Sulawesi Tengah
Maluku
Angin Kencang Terjadi di Wilayah:
Sumatera Barat
Papua Barat
Papua
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan.
Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di berbagai wilayah lainnya.
Selain itu hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini.
Jawa Barat
Sulawesi Tengah
Sulawesi Barat
Papua Pegunungan
Papua Barat Daya.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba, mulai dari panas terik hingga hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.
Saat hujan disertai petir, sebaiknya hindari berada di area terbuka. Selain itu, jauhi pohon, bangunan, maupun infrastruktur yang sudah rapuh ketika terjadi angin kencang guna mengurangi risiko bahaya.
Di sisi lain, karena cuaca panas masih berpotensi terjadi selama masa peralihan musim, masyarakat disarankan menggunakan tabir surya serta menjaga kecukupan cairan tubuh agar tetap terhindar dari dehidrasi. (*)