Ujian Ganda Iran di Piala Dunia 2026: Tergabung Grup Berat, Nasibnya Masih Menggantung
Drajat Sugiri April 10, 2026 01:30 PM

TRIBUNNEWS.COM - Timnas Iran menghadapi ujian berat jelang bergulirnya Piala Dunia 2026. 

Selain harus bersaing di Grup G dengan lawan-lawan yang cukup berat, nasib Team Melli juga masih menggantung karena partisipasinya di turnamen tersebut masih belum pasti akibat ketegangan geopolitik.

Di Piala Dunia 2026 nanti, Iran tergabung Grup G bersama Belgia, Mesir dan Selandia Baru.

Semua pertandingan fase grup Team Melli dijadwalkan di pantai barat Amerika Serikat (Los Angeles dan Seattle), yang menjadi sumber utama kekhawatiran pemerintah Iran.

Sebelumnya, Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menyatakan bahwa partisipasi Iran bergantung pada respons FIFA terhadap permintaan pemindahan venue ke Meksiko.

Timnas Iran yang dikabarkan akan ujicoba lawan Timnas Indonesia sebelum Piala Asia 2023
TIMNAS IRAN - Timnas Iran yang dikabarkan akan ujicoba lawan Timnas Indonesia sebelum Piala Asia 2023 (sarpoosh.com)

"Kami telah mengajukan permintaan kepada FIFA untuk memindahkan pertandingan Iran dari Amerika Serikat ke Meksiko, tetapi belum menerima jawaban," ujar Donyamali, dikutip dari Aljazeera. 

"Jika permintaan ini disetujui, maka partisipasi Iran di Piala Dunia akan dipastikan," lanjutnya.

Di sisi lain, FIFA melalui Presiden Gianni Infantino sudah menegaskan tidak ada rencana pemindahan soal pertandingan-pertandingan Iran.

"Kami ingin Iran bermain. Tidak ada rencana B, C, atau D. Hanya ada rencana A," tegas Infantino.

Hingga saat ini, FIFA belum memberikan respons resmi, sehingga nasib Iran masih menggantung.

Kondisi tersebut membuat nasib Iran di Piala Dunia 2026 masih benar-benar menggantung.

Baca juga: Daftar Lengkap Wasit Piala Dunia 2026: Meningkat Drastis dari Edisi Qatar

Iran Hadapi Lawan Berat di Grup G

Selain faktor geopolitik, Timnas Iran juga bakal menghadapi lawan-lawan berat di Piala Dunia 2026 nanti.

Belgia

(Dari kiri) Gelandang Prancis #08 Aurelien Tchouameni, penyerang Belgia #10 Romelu Lukaku dan bek Prancis #17 William Saliba berebut bola selama pertandingan sepak bola babak 16 besar UEFA Euro 2024 antara Prancis dan Belgia di Duesseldorf Arena di Duesseldorf pada Juli 1 Agustus 2024. (Photo by Alberto PIZZOLI / AFP)
BERDUEL - (Dari kiri) Gelandang Prancis #08 Aurelien Tchouameni, penyerang Belgia #10 Romelu Lukaku dan bek Prancis #17 William Saliba berebut bola selama pertandingan sepak bola babak 16 besar UEFA Euro 2024 antara Prancis dan Belgia di Duesseldorf Arena di Duesseldorf pada Juli 1 Agustus 2024. (Photo by Alberto PIZZOLI / AFP) (AFP/ALBERTO PIZZOLI)

Belgia menjadi favorit utama grup. Meski generasi emasnya mulai menua, skuad asuhan Domenico Tedesco tetap sangat kuat. 

Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, Jeremy Doku, Lois Openda, dan kiper Thibaut Courtois memberikan kualitas serangan dan pertahanan kelas dunia. 

Belgia diprediksi mendominasi grup dan lolos sebagai juara dengan mudah.

Mesir

SELEBRASI - Selebrasi bintang timnas Mesir, Mohamed Salah setelah mengalahkan Pantai Gading di babak perempat final Piala Afrika 2025, Senin (11/1/2026) dini hari. Mesir lolos ke semifinal setelah menang dramatis 3-2.
SELEBRASI - Selebrasi bintang timnas Mesir, Mohamed Salah setelah mengalahkan Pantai Gading di babak perempat final Piala Afrika 2025, Senin (11/1/2026) dini hari. Mesir lolos ke semifinal setelah menang dramatis 3-2. (Federasi Sepak Bola Mesir)

Mesir merupakan lawan paling berbahaya bagi Iran dalam perebutan tempat kedua. 

Kekuatan Mesir bertumpu pada Mohamed Salah dan Omar Marmoush di lini depan. 

Selain itu, tim asuhan Hossam Hassan dikenal sangat disiplin secara defensif. 

Kombinasi serangan mematikan dan organisasi solid membuat Mesir berpeluang besar merebut posisi runner-up. 

Laga Mesir vs Iran diprediksi menjadi penentu lolos ke babak 16 besar.

Selandia Baru

Selandia Baru adalah tim paling ringan di grup. 

Berstatus underdog dengan ranking FIFA jauh di bawah ketiga tim lain, All Whites mengandalkan disiplin taktik dan semangat juang. 

Meski jarang menang, mereka mampu memberikan perlawanan alot dan sesekali mencuri poin melalui serangan balik atau set-piece. 

Bagi Iran, laga melawan Selandia Baru menjadi kesempatan mutlak meraih tiga poin.

Secara keseluruhan, Grup G menuntut Iran untuk tampil sangat solid secara defensif sambil mengandalkan counter-attack cepat dan ketajaman Mehdi Taremi. 

Iran dikenal sebagai tim yang sulit dikalahkan, tapi kurangnya kedalaman skuad di lini depan bisa menjadi masalah.

Ujian ganda ini, persaingan di lapangan plus ketidakpastian di luar lapangan membuat persiapan Team Melli jauh lebih rumit. 

Para pemain terus berlatih, tapi keputusan akhir partisipasi berada di tangan pemerintah Iran. 

Jika tidak ada perubahan signifikan dari FIFA, Iran berpotensi absen atau menghadapi dilema besar menjelang Juni 2026.

Situasi ini menjadi sorotan dunia sepak bola. Suporter Iran berharap negosiasi berjalan lancar sehingga Team Melli bisa tampil di panggung terbesar tanpa beban politik yang berat.

Jadwal Iran di Piala Dunia 2026

Fase Grup G

16 Juni 2026

Pukul 08.00 WIB - Iran vs Selandia Baru (Los Angeles)

22 Juni 2026

Pukul 02.00 WIB - Belgia vs Iran (Los Angeles)

27 Juni 2026

Pukul 10.00 WIB - Mesir vs Iran (Seattle)

(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.