Mantan Pembalap Superbike Jajal Sirkuit Mandalika dalam Track Day Ride in Track
Idham Khalid April 10, 2026 02:05 PM

 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Pertamina Mandalika International Circuit kembali diramaikan aktivitas motorsport melalui gelaran track day Ride in Track pada 4–5 April 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berkendara, tetapi juga sarana edukasi dan eksplorasi kemampuan bagi para pecinta roda dua yang ingin merasakan sensasi balap profesional di lintasan berstandar internasional.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang dua hari pelaksanaan. Pada hari pertama, Sabtu (4/4), sebanyak 21 peserta ambil bagian, ditambah lima pembalap lokal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang difasilitasi oleh Ikatan Motor Indonesia NTB. Keterlibatan pembalap daerah ini menjadi langkah strategis dalam membuka akses bagi talenta lokal untuk merasakan pengalaman di sirkuit internasional.

Jumlah peserta meningkat pada hari kedua, Minggu (5/4), menjadi 24 orang, termasuk lima pembalap NTB. Peningkatan ini menegaskan daya tarik Mandalika sebagai destinasi motorsport sekaligus menunjukkan minat yang terus berkembang terhadap kegiatan track day, baik dari komunitas maupun pembalap lokal.

Salah satu sorotan utama kegiatan ini adalah kehadiran mantan pembalap Superbike dunia asal Australia, Mark Aitchison. Selain berpartisipasi, ia juga berbagi pengalaman dan wawasan kepada para peserta.

“Saya merasakan langsung sensasi berkendara di Mandalika Circuit untuk pertama kali. Saya seorang pembalap World Superbike dan pernah tampil di British Superbike. Saya sudah banyak menjalani balapan di berbagai ajang di seluruh dunia selama bertahun-tahun, dan sekarang saya menjalankan akademi balap yang saya kelola sendiri,” ujar Aitchison.

Baca juga: Motor dan Seluruh Logistik WSBK Tiba di Sirkuit Mandalika, Balap Superbike Siap Digelar Lagi

Ia juga memuji kualitas lintasan Mandalika yang dinilainya memiliki standar tinggi dan atmosfer khas sirkuit Eropa. “Menurut saya, sirkuit yang indah ini terasa seperti sirkuit di Eropa, yang sangat menarik bagi saya. Saya belum pernah berada di sini sebelumnya, jadi ini pengalaman yang sangat menyenangkan. Saya menikmati Lombok yang indah, dan saya menantikan untuk kembali lagi ke sini, mengajar para rider, serta berada di sirkuit yang luar biasa ini,” tambahnya.

Selain pembalap profesional, kegiatan ini turut diikuti konten kreator otomotif, salah satunya Untung Prasetyadi. Ia mengaku terkesan setelah menjajal lintasan Mandalika selama dua hari.

“Nama saya Fumio Prasetya, saya dari Kebumen, Jawa Tengah. Jauh-jauh ke sini untuk pertama kalinya mencoba sirkuit Mandalika. Ini luar biasa banget. Ini hari kedua karena kemarin saya sudah mencoba juga. Alhamdulillah feeling-nya dapat banget. Sudah sampai di titik ini, saya bangga sekali bisa menjajal lintasan Mandalika,” ujarnya.

Fumio juga mengapresiasi profesionalisme penyelenggara. “Saya mengucapkan terima kasih kepada tim MGPA dan Ride in Track atas pengalaman luar biasa ini. Untuk semua pengelola, mulai dari tim medis, marshal, hingga penyelenggara acara, semuanya sangat profesional dan luar biasa.”

Ia menambahkan bahwa akses ke sirkuit kini semakin terbuka. “Buat kalian yang ingin mencoba sirkuit Mandalika tapi tidak punya motor balap atau perlengkapan, tenang saja. Tinggal ikut program yang tersedia, sudah ada fasilitas sewa motor, wearpack, dan helm. Jadi semua orang bisa merasakan sensasi seperti pembalap MotoGP di sini,” katanya.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pengembangan ekosistem motorsport di Mandalika.

“Kami terus berkomitmen menjadikan Mandalika bukan hanya sebagai venue balap internasional, tetapi juga sebagai rumah bagi komunitas motorsport. Kegiatan track day seperti Ride in Track ini membuka peluang bagi masyarakat luas untuk merasakan langsung pengalaman berkendara di sirkuit kelas dunia,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan pembalap NTB. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran komunitas dan pembalap NTB dalam kegiatan ini. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendorong lahirnya talenta-talenta baru dari daerah yang bisa berkembang hingga level nasional bahkan internasional,” tambahnya.

Priandhi berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin dengan partisipasi lebih luas. “Dengan fasilitas yang kami miliki, kami ingin Mandalika menjadi pusat aktivitas motorsport yang inklusif, edukatif, dan berkelanjutan. Kami membuka kesempatan bagi siapa saja, baik komunitas maupun individu untuk datang dan merasakan pengalaman berkendara di sini,” tutupnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.