Ini Bukti yang Dipakai Intan Laporkan Rey, Suami yang Ternyata Perempuan, Polresta Malang Selidiki
Musahadah April 10, 2026 03:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Ini lah bukti-bukti yang diserahkan Intan Anggraeni saat melaporkan Yupi Rere alias Rey, suaminya yang ternyata seorang perempuan, ke Mapolresta Malang Kota. 

Intan Anggraeni melaporkan Rey atas tuduhan pemalsuan identitas dan dokumen yang digunakan untuk menikahinya. 

Intan merasa tertipu setelah mengetahui orang yang menikahinya itu ternyata perempuan, sama seperti dirinya.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin mengaku sudah menerima laporan tersebut pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. 

Laporan itu tercatat dengan nomor pengaduan PM/611/IV/Reskrim/2026/SPKT Polresta Malang Kota Polda Jawa Timur.

Baca juga: Beda Versi Malam Pertama Rey dan Intan Usai Pernikahan Sejenis Terbongkar, Dalih Mau Operasi Kelamin

"Benar, kami telah menerima pengaduan terkait dugaan pemalsuan surat data kependudukan atas nama pelapor berinisial IA (Intan Anggraeni) warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang,” kata Lukman saat dikonfirmasi Surya pada Jumat (10/4/2026).

Dalam laporan tersebut, Intan  juga menyertakan sejumlah barang bukti berupa fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang diduga telah dipalsukan.

"Barang bukti yang diserahkan berupa fotokopi KTP dan Kartu Keluarga. Dugaan sementara memang terjadi pemalsuan data kependudukan," ujarnya.

Meski demikian, polisi belum dapat memastikan detail bentuk pemalsuan maupun keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. 

Pihak kepolisian juga belum melakukan pemanggilan terhadap terlapor karena masih fokus pada proses penyelidikan awal.

"Untuk saat ini, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna menindaklanjuti laporan tersebut," tandasnya.

Berdasarkan keterangan pelapor, Intan Anggraenin mengaku perkenalan dengan terlapor berinisial R (Rey) bermula pada Februari 2026 di sebuah kafe di Kota Batu.

Keduanya kemudian menjalin hubungan selama kurang lebih dua bulan hingga berlanjut ke pernikahan siri.

Namun, di tengah hubungan tersebut, pelapor menemukan fakta mengejutkan. 

Terlapor yang selama ini diduga sebagai laki-laki, ternyata diketahui berjenis kelamin perempuan.

"Dari hasil keterangan awal, memang ada temuan bahwa terlapor inisial R ini seorang wanita. Namun, semua masih kami dalami dalam proses penyelidikan," tukasnya.

Laporan Balik Rey

SALING LAPOR - Pasangan sejenis Yupi Rere (kanan) dan Intan Anggraeni (kiri) yang kini saling lapor polisi setelah identitas terungkap.
SALING LAPOR - Pasangan sejenis Yupi Rere (kanan) dan Intan Anggraeni (kiri) yang kini saling lapor polisi setelah identitas terungkap. (Surya.co.id/rifky edgar)

 

Tak terima dilaporkan pasangan, Yupi Rere alias Rey balik melaporkan Intan Anggraeni ke Polres Batu di hari yang sama, Rabu (8/4/2026) malam.

"Kemarin kami sudah bikin laporan ke Polres Batu. Laporan ini terkait pencemaran nama baik dan pemerasan. Ada beberapa kasus juga. Tapi nanti biar laywer-ku yang menjelaskan," kata Rey saat ditemui wartawan Surya.co.id pada Kamis (9/4/2026).

Rey awalnya tidak mengetahui kalau dirinya dilaporkan oleh Intan Anggraeni yang merupakan istri sirinya tersebut ke Polisi

Ia baru mengetahui pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB dari temannya, kalau video nikah sirinya viral di media sosial.

Narasi yang viral itulah dianggapnya tidak sesuai dengan realita yang sebenarnya.

Sebelum laporan balik, Rey sempat berinsiatif untuk melakukan mediasi dengan mendatangi rumah Intan.

Karena tidak mendapatkan respons sama sekali, disitulah Rey kemudian melaporkan balik kepada kepolisian.

"Saya sempat tanya, atas dasar apa melaporkan saya. Tapi setelah itu pesan ditarik dan tidak ada balasan lagi sampai sekarang," kata perempuan berusia 36 tahun itu.

Bantah Pernyataan Intan Soal Identitasnya  

Rey menyebut apa yang dikatakan Intan tidak sesuai fakta dan telah mencemarkan nama baiknya.

Rey mengaku kecewa setelah dirinya dilaporkan ke polisi.

Ia menilai, narasi yang beredar di media sosial tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Menurut Rey, hubungan keduanya tidak diawali dengan kebohongan. 

Ia menyebut Intan yang juga dikenal dengan nama Vela itu telah mengetahui identitasnya sejak awal perkenalan.

Termasuk saat keduanya bertemu di sebuah kafe atau tempat hiburan malam di Kota Batu.

"Dia sering ke rumah saya, teman-temannya juga tahu. Jadi kalau dibilang baru tahu setelah menikah, itu tidak benar," ujarnya.

Rey mengungkapkan, hubungan mereka berkembang setelah Intan mengaku memiliki trauma dari hubungan sebelumnya. 

Ia berusaha memberikan perlakuan yang lebih baik.

"Dia cerita kalau sebelumnya sering diperlakukan kasar. Saya hanya berusaha memperlakukan dia dengan baik, tanpa meminta apa-apa," ungkapnya.

Rencana pernikahan yang terjadi belakangan disebut Rey bukan sepenuhnya keinginannya. 

Ia bahkan sempat mengajak untuk mengakhiri hubungan.

"Saya sudah pernah ngajak udahan. Tapi ada ancaman bunuh diri, bahkan ibunya sampai pingsan. Akhirnya situasi jadi tidak kondusif," ungkapnya.

Rey juga menyinggung adanya dugaan motif ekonomi di balik hubungan tersebut. 

Ia mengaku selama menjalin hubungan, dirinya kerap membantu kebutuhan finansial Intan, termasuk melunasi sejumlah utang.

"Bukti transfer ada banyak, bukan cuma satu atau dua. Saya juga yang menutup beberapa utangnya,"

"Kalau ditaksir, yang saya berikan kepada Vela sekitar Rp 200 juta," jelasnya.

Ia bahkan sengaja menghentikan pemberian uang selama empat hari untuk menguji situasi. 

Dari situ, menurutnya, konflik mulai muncul hingga berujung pada laporan ke polisi.

Terkait tudingan pemalsuan dokumen, Rey membantah keras. 

Ia menegaskan identitas yang digunakan adalah asli.

Rey yang berusia 36 tahun itu juga menepis tudingan intimidasi maupun ancaman terhadap Intan.

"Saya tidak pernah memalsukan dokumen. Identitas yang saya kasih itu asli,"

"Saya tidak pernah mengancam atau mengintimidasi dia," ucapnya.

Pasca laporan polisi, komunikasi antara keduanya terputus. 

Rey mengaku sempat mencoba menghubungi Intan untuk meminta kejelasan, namun tidak mendapat respons.

"Saya sempat tanya, atas dasar apa melaporkan saya. Tapi setelah itu pesan ditarik dan tidak ada balasan lagi sampai sekarang," tandasnya. (Rifky Edgar)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.