- Insiden kecelakaan lalu lintas mewarnai pelaksanaan Operasi Leato di ruas Jalan HB Jassin, Kota Gorontalo, pada Rabu (9/4/2026) sore.
Seorang polisi menjadi korban setelah diduga tertabrak pengendara sepeda motor yang mencoba kabur dari pemeriksaan petugas.
Berdasarkan konfirmasi dari pihak kepolisian, identitas anggota Polantas yang menjadi korban dalam insiden tersebut adalah Aipda Slamet. Ia merupakan personel aktif yang bertugas di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Gorontalo Kota.
Saat kejadian, Aipda Slamet sedang menjalankan tugas negara dalam operasi rutin kepolisian.
Akibat pengendara yang nekat kabur, polisi yang menahan kendaraan sempat terjatuh. Ia pun tertindih kendaraan pelaku.
Rekan-rekan sesama petugas dan warga sekitar segera membopongnya untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan penelusuran TribunGorontalo.com, insiden berawal dari seorang pria pengendara motor yang nekat menerobos operasi rutin di Jalan HB Jassin, Kota Gorontalo, tepatnya di kawasan Toko Bintang.
Pelaku diduga panik dan mencoba menghindari razia dengan memacu kendaraannya meski dihadang petugas.
Belakangan terungkap bahwa kendaraan pelaku menggunakan knalpot brong. Hal ini membuat pelaku berupaya kabur dari hadangan petugas di lokasi.
Namun, informasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya benar. Ia tidak menabrak petugas kepolisian. Hal ini diperkuat oleh video amatir warga yang diterima TribunGorontalo.com pada pukul 11.34 Wita.
Dalam video tersebut terlihat pengendara berteriak karena menolak menyerahkan kendaraannya kepada polisi. Pada saat bersamaan, Aipda Slamet yang menahan kendaraan tertindih bodi sepeda motor Yamaha NMAX tersebut.
Akibatnya, Aipda Slamet mengalami cedera ringan di area lutut.
Pelaku Akui Kesalahan dan Minta Maaf
Usai diamankan Polresta Gorontalo Kota, pelaku yang diketahui bernama Andi Ibrahim akhirnya mengakui kesalahannya.
"Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Andi Ibrahim ingin mengklarifikasi terkait video viral mengenai penggunaan knalpot yang tidak standar pada kendaraan saya," ujar Andi dalam video yang dibagikan oleh pengguna Facebook, Nenang Sulistianita.
"Saya mengakui bahwa kendaraan saya menggunakan knalpot brong dan menimbulkan kebisingan, serta mengakibatkan petugas tertimpa kendaraan saya. Saya menyadari bahwa itu melanggar aturan lalu lintas," tambahnya.
Andi pun berjanji akan mengganti knalpot kendaraannya sesuai standar pabrikan.
"Saya berjanji akan mengganti knalpot sesuai standar. Saya memohon maaf atas insiden tadi siang dan mengakui kesalahan saya. Insyaallah knalpot saya akan diganti sesuai standar," ungkap Andi dengan nada penuh penyesalan.
Andi dan Aipda Slamet kemudian bersalaman. Aipda Slamet pun menerima permintaan maaf Andi.
"Ya, sama-sama. Semoga ke depannya Bapak menggunakan kelengkapan kendaraan sesuai standar. Jangan diulangi lagi," ucap Aipda Slamet.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengendara agar mematuhi aturan lalu lintas. (*)
Program: Local Experience
Editor: Faiz Fadhilah
#localexperience #polisi #raziapolisi #polisilalulintas #polantas #gorontalo #indonesia #shortvideo #feedshorts