Sosok Gatut Sunu Wibowo Bupati Tulungagung yang kena OTT KPK, Kekayaan Fantastis Tembus Rp 18 M
Candra Isriadhi April 11, 2026 11:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Kali ini, OTT tersebut menyeret nama Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.

Dalam operasi tersebut, tim KPK mengamankan total 16 orang.

Namun hingga saat ini, identitas sebagian besar pihak yang diamankan masih belum diungkap ke publik.

PEGAWAI KPK - Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penyidik KPK pada Kamis (9/4/2026).
PEGAWAI KPK - Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penyidik KPK pada Kamis (9/4/2026). (KOMPAS.com/Fristin Intan Sulistyowati)

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia menyebut, salah satu pihak yang diamankan adalah kepala daerah aktif.

“Tim mengamankan sejumlah 16 orang, salah satunya adalah Bupati Tulungagung,” ujar Budi Prasetyo, dikutip dari Antara, Jumat (10/4/2026).

Meski demikian, Budi belum merinci siapa saja 15 orang lainnya yang ikut diamankan dalam operasi senyap tersebut.

Publik pun diminta bersabar menunggu perkembangan lebih lanjut dari KPK.

Baca juga: Donald Trump Tegas Tolak Ajakan Netanyahu Provokasi Warga Iran, AS‑Israel Mulai Berseberangan?

“Kami akan update (beri tahu) terus perkembangannya,” katanya.

Seperti diketahui, dalam setiap operasi tangkap tangan, KPK memiliki batas waktu untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.

Hal ini sesuai dengan aturan dalam KUHAP.

Lembaga antirasuah itu diberi waktu maksimal 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan awal sebelum menetapkan status hukum para pihak yang terjaring OTT.

Kini, masyarakat menanti langkah lanjutan KPK dalam mengungkap kasus yang menyeret orang nomor satu di Tulungagung tersebut.

Sosok Gatut Sunu Wibowo

BUPATI TULUNGAGUNG - Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung 2025, saat mencoblos di TPS 002 Desa Gandong, Tulungagung, Rabu (27/11/2024).
BUPATI TULUNGAGUNG - Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung 2025, saat mencoblos di TPS 002 Desa Gandong, Tulungagung, Rabu (27/11/2024). (Tribun Jatim Network/David Yohanes)

Gatut Sunu Wibowo merupakan Bupati Tulungagung yang menjabat untuk periode 2025–2030. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung periode 2021–2024.

Dilansir dari TribunJatim, Jumat (10/4/2026), ia lahir di Tulungagung pada 17 Desember 1967. 

Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN Gandong 1 (1976–1982), kemudian melanjutkan ke SMPN Bandung, Tulungagung (1982–1985), dan SMAK Santo Thomas Aquino, Kedungwaru, Tulungagung.

Setelah lulus SMA pada 1988, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Merdeka Malang dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 1992. 

Baca juga: Iran Gempur Habis-habisan Fasilitas Energi Arab Saudi, Perusahaan AS Jadi Sasaran Utama

Ia juga meraih gelar Magister Ekonomi dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung pada 2023.

Sebelum terjun ke dunia politik, Gatut dikenal sebagai pengusaha toko bangunan dengan jaringan usaha di Tulungagung dan Trenggalek.

Karier politiknya dimulai saat bergabung dengan PDI Perjuangan pada 2 November 2021. 

Ia kemudian menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung sebelum akhirnya maju dalam Pilkada 2024 bersama Ahmad Baharudin.

Pasangan tersebut meraih 297.882 suara atau sekitar 50,72 persen, yang mengantarkannya menjadi Bupati Tulungagung.

Dalam perjalanan politiknya, Gatut juga aktif di organisasi, termasuk sebagai anggota GP Ansor Tulungagung sejak 2004. 

Ia sempat berada di PDI Perjuangan sebelum kemudian beralih ke Partai Gerindra.

Kekayaan Gatut Sunu Wibowo Mencapai Rp 18 Miliar

MELARANG PURNAWIYATA - Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo berjanji akan melarang kegiatan purnawiyata di luar lingkungan sekolah, Selasa (11/3/2025). Kebijakan ini untuk merespons keluhan orang tua siswa yang keberatan dengan pembiayaan kegiatan purnawiyata. (Tribun Jatim Network/David Yohanes)

Gatut diketahui memiliki harta kekayaan sebesar Rp 18.078.162.376 berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 3 September 2024.

Ia mempunyai puluhan bidang tanah dan bangunan di Surabaya, Tulungagung, dan Trenggalek serta belasan kendaraan.

Berikut rinciannya.

Tanah dan bangunan:

  • Tanah dan bangunan seluas 346 m⊃2;/150 m⊃2; di Tulungagung, hasil sendiri Rp 205.950.000
  • Tanah dan bangunan seluas 180 m⊃2;/150 m⊃2; di Surabaya, hasil sendiri Rp 1.800.000.000
  • Tanah dan bangunan seluas 144 m⊃2;/120 m⊃2; di Tulungagung, hasil sendiri Rp 333.330.000
  • Tanah seluas 3.045 m⊃2; di Tulungagung, hasil sendiri Rp 1.812.500.000
  • Tanah seluas 2.494 m⊃2; di Tanah Laut, hasil sendiri Rp 1.187.619.000
  • Tanah seluas 787 m⊃2; di Tulungagung, hasil sendiri Rp 633.000.000
  • Tanah dan bangunan seluas 860 m⊃2;/56 m⊃2; di Tulungagung, hasil sendiri Rp 716.600.000
  • Tanah dan bangunan seluas 312 m⊃2;/200 m⊃2; di Tulungagung, hasil sendiri Rp 304.166.000
  • Tanah seluas 1.280 m⊃2; di Tulungagung, hasil sendiri Rp 422.330.000
  • Tanah seluas 2.199 m⊃2; di Tulungagung, hasil sendiri Rp 304.285.000
  • Tanah seluas 560 m⊃2; di Tulungagung, hasil sendiri Rp 200.000.000
  • Tanah dan bangunan seluas 426 m⊃2;/316 m⊃2; di Tulungagung, hasil sendiri Rp 1.571.428.000
  • Tanah seluas 280 m⊃2; di Trenggalek, hasil sendiri Rp 98.214.000
  • Tanah seluas 848 m⊃2; di Tulungagung, hasil sendiri Rp 504.761.000
  • Tanah dan bangunan seluas 2.786 m⊃2;/929 m⊃2; di Tulungagung, hasil sendiri Rp 1.648.800.000
  • Tanah seluas 1.048 m⊃2; di Trenggalek, hasil sendiri Rp 249.500.000
  • Tanah dan bangunan seluas 795 m⊃2;/200 m⊃2; di Tulungagung, hasil sendiri Rp 770.800.000
  • Tanah dan bangunan seluas 1.940 m⊃2;/425 m⊃2; di Tulungagung, hasil sendiri Rp 1.359.000.000
  • Tanah seluas 425 m⊃2; di Trenggalek, hasil sendiri Rp 110.428.000
  • Tanah seluas 272 m⊃2; di Tulungagung, hasil sendiri Rp 800.000.000
  • Tanah seluas 1.948 m⊃2; di Tulungagung, hasil sendiri Rp 300.000.000.

Kendaraan:

  • Mobil Toyota Vellfire 2018, Rp 800.000.000
  • Mobil Mitsubishi Pajero Sport 2018, Rp 425.000.000
  • Mobil Toyota Innova 2021, Rp 450.000.000
  • Mobil Mitsubishi Truck 2009, Rp 37.500.000
  • Mobil Mitsubishi Truck 2001, Rp 37.500.000
  • Mobil Mitsubishi Truck 2007, Rp 45.000.000
  • Mobil Mitsubishi Truck 2007, Rp 45.000.000
  • Mobil Mitsubishi Truck 2012, (nilai tidak tercantum)
  • Mobil Mitsubishi Truck 2004, Rp 40.000.000
  • Mobil Mitsubishi Truck 2003, Rp 27.500.000
  • Mobil Mitsubishi L300 2002, Rp 17.500.000
  • Motor Honda 2008, Rp 3.250.000
  • Motor Honda 2006, Rp 4.500.000
  • Motor Honda 2007, Rp 3.000.000
  • Motor Honda 2015, Rp 3.000.000
  • Motor Honda 2012, Rp 4.500.000
  • Motor Yamaha 2005, Rp 2.250.000.

Harta lainnya:

  • Harta bergerak lainnya: Rp 665.000.000
  • Kas dan setara kas: Rp 84.951.376.

(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.