SURYA.co.id, SURABAYA – Pertamina Patra Niaga memperkuat ketahanan distribusi LPG nasional dengan mengoptimalkan sarana terintegrasi.
Langkah ini mencakup pemanfaatan kapal untuk jalur laut, skid tank untuk jalur darat, serta peningkatan pengawasan di SPPBE dan pangkalan resmi, guna memastikan stok aman dan distribusi merata ke seluruh wilayah Indonesia.
"Salah satunya didukung oleh mothership Ship-to-Ship (STS) Kalbut yang merupakan pusat layanan STS transfer LPG utama di Perairan Teluk Kalbut, Situbondo, Jatim yang dikelola Pertamina untuk mendistribusikan LPG ke seluruh Indonesia," kata Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations, and CSR Jatimbalinus, dalam rilis yang dikirimkan ke SURYA.co.id, Sabtu (11/4/2026).
Sejalan dengan peningkatan kebutuhan LPG di wilayah Jatim, pada Rabu (8/4/2026) sudah sandar kapal kargo dengan muatan 44.839 metrik ton di STS Kalbut yang segera akan didistribusikan dengan kapal-kapal lainnya ke Terminal LPG di Gresik, Surabaya, dan Banyuwangi.
Baca juga: Kapal Kargo Verizon Terbakar di Terminal Berlian Surabaya, Belasan Mobil Pemadam Dikerahkan
Dengan jadwal dan muatan :
1. Gresik estimasi tiba tanggal 12 April dengan muatan 10.000 metrik ton. Selain itu, Gresik mendapatkan tambahan suplai kapal dari kilang TPPI sebanyak 1.000 metrik ton yang sudah tiba dan akan proses bongkar pada tanggal 11 April.
2. Surabaya sudah tiba pada 10 April dan sedang dalam proses bongkar dengan muatan 8.000 metrik ton.
3. Banyuwangi estimasi tiba tanggal 11 April dengan muatan 2.500 metrik ton.
Lebih lanjut Ahad menyampaikan STS Kalbut berfungsi sebagai pusat bongkar muat gas dari kapal tanker induk (mothership) ke kapal tanker yang lebih kecil.
STS Kalbut telah beroperasi sejak tahun 1995 dengan luasan area laut 3,92 km2 dan merupakan salah satu fasilitas dari Terminal BBM Tanjungwangi.
"Kami melalui STS Kalbut ini tidak hanya mendukung distribusi LPG di Jatim, tetapi juga wilayah lain di seluruh Regional Jatimbalinus, bahkan di seluruh wilayah nusantara. Di antaranya Bali, Nusa Tenggara, Jateng, Kalimantan, hingga Sulawesi," lanjut Ahad.
Untuk wilayah Jatimbalinus, STS Kalbut mendukung distribusi untuk Terminal LPG Surabaya, Terminal LPG Tanjungwangi, Terminal LPG Manggis, Terminal LPG Ampenan, dan Terminal LPG Bima.
"Suplai reguler STS Kalbut di Jatimbalinus bervariasi, dengan tonase kapal mulai dari 1.700 metrik ton hingga 10.000 metrik ton. Keberadaan STS Kalbut yang dikelola oleh Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menjadi urat nadi energi Indonesia," jelas Ahad.
Melalui STS Kalbut, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga pasokan dan distribusi LPG agar berjalan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.