Tantangan Wagub Kalbar untuk Dedi Mulyadi Bangun Jalan dengan Rp 6 T: Kalau Bisa Saya Cium Lutut
jonisetiawan April 11, 2026 01:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Pernyataan menantang datang dari Wakil Gubernur Kalimantan Barat yang ikut menanggapi viralnya perbandingan kondisi infrastruktur jalan antara dua provinsi besar di Indonesia.

Di tengah sorotan publik, perbedaan kapasitas anggaran dan luas wilayah menjadi titik utama perdebatan.

Tantangan Terbuka untuk Dedi Mulyadi

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, secara terbuka menantang Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk membuktikan kemampuannya dalam membangun infrastruktur jalan di Kalbar.

Baca juga: Bayar Pajak Tanpa KTP Masih Jadi Mimpi Buruk, Dedi Mulyadi Perintahkan Investigasi Seluruh Samsat

Ia bahkan melontarkan pernyataan yang cukup ekstrem sebagai bentuk keyakinannya terhadap perbedaan kondisi kedua daerah.

“Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp 6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya,” tegas Krisantus.

Pernyataan ini muncul setelah beredarnya video di media sosial yang membandingkan jalan rusak di wilayah Kalbar dengan kondisi jalan di Jawa Barat yang dinilai lebih baik.

Perbandingan Anggaran dan Luas Wilayah

Menurut Krisantus, perbandingan tersebut tidak adil jika tidak melihat konteks yang lebih luas, terutama soal kemampuan fiskal dan geografis.

Ia menjelaskan bahwa:

  • Jawa Barat memiliki luas sekitar 43.000 km⊃2; dengan APBD sekitar Rp31 triliun
  • Kalimantan Barat memiliki luas jauh lebih besar, sekitar 171.000 km⊃2;, namun hanya didukung APBD sekitar Rp6 triliun

Dengan kondisi tersebut, beban pembangunan infrastruktur di Kalbar dinilai jauh lebih berat karena wilayahnya luas, sementara anggaran terbatas.

Krisantus Kurniawan Wakil Gubernur Terpilih Kalimantan Barat
Krisantus Kurniawan Wakil Gubernur Terpilih Kalimantan Barat menantang Dedi untuk membuktikan kemampuan membangun jalan di Kalbar dengan keterbatasan anggaran, bahkan melontarkan pernyataan simbolis “cium lutut” jika berhasil. (YouTube Krisantus Kurniawan)

Respons atas Kritik Warga

Krisantus juga menanggapi video viral warga yang mengeluhkan kerusakan jalan di wilayah Bedayan, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.

Dalam video itu, warga bahkan “memanggil” Dedi Mulyadi untuk membantu memperbaiki jalan.

Baca juga: Harta Ida Hamidah Kepala Samsat Bandung yang Dicopot Dedi Mulyadi Bocor, Koleksi Properti Mewah

Meski begitu, Krisantus menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Upaya perbaikan tetap dilakukan, termasuk dengan menurunkan alat berat dari Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ).

“Infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Sintang memang berat dengan kekuatan fiskal yang ada. Tapi, pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam,” ujarnya.

Realitas Pembangunan Daerah

Polemik ini kembali memperlihatkan realitas klasik pembangunan di Indonesia: tidak semua daerah memiliki kapasitas anggaran dan kondisi geografis yang sama.

Perbandingan antarwilayah sering kali terlihat sederhana di permukaan, tetapi di baliknya ada faktor kompleks seperti luas wilayah, jumlah penduduk, hingga kemampuan fiskal.

Pernyataan Krisantus bisa dibaca sebagai pesan bahwa keberhasilan pembangunan di satu daerah belum tentu bisa langsung diterapkan di daerah lain tanpa mempertimbangkan kondisi yang berbeda secara mendasar.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.