TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sesosok mayat pria ditemukan di tumpukan sampah yang terbawa banjir di Pereng Kembang, Balecatur, Gamping, Sleman pada Sabtu (11/4/2026) pagi.
Korban yang belum diketahui identitasnya tersebut langsung dievakuasi menggunakan escavator.
Mayat laki-laki tersebut ditemukan tanpa kepala.
Informasi penemuan mayat ini salah satunya diunggah di media sosial @Merapi_news.
Dalam unggahannya, pengunggah menuliskan caption "hallo min mau lapor ada penemuan mayat di tumpukan sampah yang terbawa oleh arus banjir di desa Pereng Kembang Balecatur Gamping Sleman Yogyakarta, cerita awalnya saat malam hari dateng tumpukan sampah yang terbawa oleh banjir. Disitu warga inisiatif untuk pagi harinya ingin membersihkan area sungai tersebut dengan exavator karena volume sampah yang terbawa oleh arus banjir bukannlah sedikit, dan disaat proses membersikan sampah ditemukan jenzah mayat tanpa kepala dengan jenis kelami laki laki, munhkin informasi ini bisa di up di akun merapi uncover untuk lebih berhati-hati saat sedang berada di area sungai khususnya untuk yang hobi mancing terima kasih,"tulisnya.
Sementara itu Kapolsek Gamping AKP Bowo Susilo membenarkan adanya penemuan mayat laki-laki tanpa kepala tersebut.
Saat ini jenazah korban sudah dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk penanganan lebih lanjut.
"Iya benar ada penemuan mayat di Gamping,"katanya.
Bowo menjelaskan, penemuan mayat ini bermula saat warga bersama BPBD Sleman melakukan kerja bakti membersihkan rumpun bambu yang terbawa banjir di Sungai Konteng.
Saat itu warga bersama petugas BPBD yang menggunakan escavator berusaha membersihkan rumpun bambu yang menumpuk di sekitar jembatan.
Ketiga escavator mengambil rumpun bambu, warga dikagetkan dengan adanya sesosok mayat.
Setelah dicek, ternyata mayat itu berjenis kelamin laki-laki tanpa kepala.
Temuan itu langsung dilaporkan ke Polsek Gamping dan diteruskan ke Polresta Sleman.
Tim inafis Polres Sleman dan petugas kesehatan kemudian langsung melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban dan olah tempat kejadian perkara.
Dalam pemeriksaan, petugas menemukan adanya luka di bagian dada dan leher korban.
Namun Bowo mengaku polisi belum mengetahui penyebab luka tersebut, apakah karena korban kejahatan atau benturan saat tubuh korban terbawa banjir.
Jenazah korban kemudian langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Tak lama berselang, seorang warga Sidoarum mendatangi Polsek Gamping untuk mencocokan ciri mayat yang ditemukan di Kali Konteng tersebut.
Baca juga: Anak Tukang Bangunan yang Mendobrak Takdir: Dulu Aduk Semen, Kini Jadi Mahasiswa Berprestasi di UGM
Berdasarkan keterangan warga tersebut, ciri-ciri yang ada di tubuh korban sama dengan anggota keluarganya yang hilang sejak Jumat(10/4/2026) kemarin.
" Ada warga Sidoarum yang mendatangi Polsek untuk mencocokan ciri temuan mayat tersebut. Dari ciri-ciri yang disebutkan warga itu, mayat tersebut identik dengan ayahnya yang diketahui berinisial NR. Ciri yang identik itu ada tanda di bagian kaki dan baju yang digunakan,"jelasnya.
Bowo mengaku belum bisa memberikan penjelasan secara detail terkait dengan penyebab kepala korban hilang.
Namun menurutnya, darah yang mengalir masih segar.
" Apakah korban banjir atau sebab lain masih dalam penyelidikan,"imbuhnya.
Keluarga korban yang mengakui bahwa mayat yang ditemukan itu adalah keluarganya menurut Bowo sudah melaporkan kehilangan ke Polsek Godean pada Sabtu pagi.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya. (*)