TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sebelum terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo rupanya pernah dikritik oleh wakilnya sendiri.
Yaitu oleh Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin.
Ahmad sempat mengkritik kepemimpinan Gatut Sunu pada akhir tahun 2025 lalu.
Diantaranya bahkan Ahmad menyebut terkait dugaan nepotisme yang diduga dilakukan Gatut Sunu di lingkungan Pemkab Tulungagung.
Ini menunjukan kesan bahwa saat itu hubungan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung tidak harmonis.
Reaksi Ahmad Baharudin Usai Gatut Sunu Terjaring OTT KPK
Gatut diketahui terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bupati Tulungagung ini diamankan KPK pada Jumat (10/4/2026) kemarin.
Selain Gatut, 12 pejabat dari lingkungan Pemkab Tulungagung juga diamankan untuk diperiksa KPK sejak Jumat (10/4/2026) malam.
Setelah OTT KPK ini, Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin yang tak ikut diamankan KPK di sela-sela kegiatannya sempat ditemui wartawan dan dimitai tanggapan.
Ini terlihat dalam unggahan akun @kacamata_tulungagung, Sabtu (11/4/2026).
Namun Ahmad tampak memilih tidak mau berkomentar apapaun terkait OTT KPK yang menyeret Bupati Gatut Sunu tersebut.
Dia terlihat memasang gestur mengangkat kedua tangannya sambil tersenyum ke arah kamera usai mendengar pertanyaan soal OTT KPK Gatut Sunu.
Kemudian sambil tersenyum dia berjalan pergi menjauh sambil menepuk bahu si perekam video.
Aib Gatut Sunu Sempat Dibongkar Ahmad Baharudin
Hubungan Gatut Sunu dan Ahmad Baharudin sempat diisukan tidak harmonis sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung.
Gatut Sunu dan Ahmad Baharudin diketahui merupakan pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang diusung Partai Gerindra, Golkar, dan PKS pada Pilkada 2024 lalu.
Baca juga: Bupati Tulungagung Terjaring OTT KPK, PDIP dan Gerindra Sama-sama Tak Akui Gatut Sunu
Mereka berhasil meraih 297.882 suara atau 50,72 persen yang membuat mereka terpilih memimpin Kabupaten Tulungagung periode 2025 - 2030 dan resmi menjadi kepala daerah sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Namun seiring perjalanannya menjadi kepala daerah di Tulungagung, keduanya malah terkesan tak harmonis.
Diantaranya bahkan terkait adanya dugaan nepotisme yang diduga dilakukan Bupati Tulungagung Gatut Sunu.
Dikutip dari Triibun Jatim, dalam video wawancara yang dibuatnya, Ahmad Baharudin mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pemerintahan.
Ahmad juga menyinggung dugaan nepotisme dalam penempatan personel.
Ahmad juga menyebut bupati yang disebut arogan, semua disuruh untuk mengikuti apa yang diputuskan tanpa diskusi.
Selain itu, Gatut Sunu disebut Ahmad memberlakukan satu pintu dan tidak membagi kewenangan.
Padahal seharusnya ada ruang diskusi antara bupati dan wakil bupati sebelum membuat keputusan.
“Saya tidak minta kewenangan, tidak minta ikut menata jabatan, saya hanya ingin bisa memberi masukan,” kata Ahmad Baharudin kala itu.
Saat itu, Bupati Gatut Sunu Wibowo sempat merespons kritikan Wakilnya, dia mengaku menghormati semua pendapat Ahmad Baharudin.
“Tidak apa-apa, kami menghargai saja. Kami sabar, tidak apa-apa,” kata Gatut.
Namun terkait tudingan nepotisme, menurutnya tudingan itu dia anggap hanya asumsi semata.
“Itu kan Pak Wabup. Sebagai kepala daerah saya menghormati pendapat wakil bupati,” kata Gatut.