Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU - Kegiatan kreatif bertajuk Painting Live Fazzio digelar Yamaha Akai Jaya Motor berlokasi di Jl Moh Hatta, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, Kota, Sabtu (11/4/2026).
Acara ini menghadirkan nuansa seni modern memadukan otomotif dan kreativitas lokal.
Manager Marketing Yamaha Akai Jaya Motor, Surya Rifardy mengatakan bahwa kolaborasi bersama praktisi artistik merupakan bantuk kampanye (Campaign).
Baca juga: Tangis Ibu Pecah, Peluk Anak Korban Pohon Tumbang di Parigi Moutong
Yang mana kedepannya Yamaha Akai Jaya Motor akan memproduksi motor Yamaha Fazzio dengan motif Painting.
"Ini merupakan yang pertama, dan nanti motor ini akan di jadikan contoh di dealer dan dijual dengan harga yang berbeda," ucap Surya kepada TribunPalu.com seusai acara Painting Live Fazzio pada Sabtu (11/4/2026).
Nantinya, Yamaha Akai Jaya Motor akan menggelar kegiatan "Fazzio Go To School" bekerjasama dengan seniman mural Kota Palu.
"Agendanya kami akan cari siswa yang mau motornya di painting karena kami akan kerjasama dengan seniman mural," katanya.
Painting Live Fazzio ini merupakan terobosan dari Yamaha dan pertama se Indonesia.
Dengan nama kampanye "Fazzio Kanvas" yang menjadi awal terobosan untuk motor matic bodi flat milik produk Yamaha itu.
Baca juga: Lampurio, Seniman Artistik Palindo Pop Art Tampil di Painting Live Fazzio Kota Palu
Yamaha berharap melalui Painting Live Fazzio ini, dapat memberikan warna dan desain baru untuk produk motor matik itu.
Konsep ini menjadi daya tarik tersendiri karena menghadirkan proses kreatif secara real time.
Tema yang diangkat dalam live painting ini adalah Palindo Pop Art, sebuah konsep visual yang menggabungkan unsur budaya lokal dengan gaya seni pop art yang ekspresif dan penuh warna.
Tema ini terinspirasi dari ikon budaya Sulawesi Tengah, yakni Patung Megalith Tadulako Palindo.
Palindo Pop Art merupakan karya praktik artistik dari seorang seniman bernama Lampurio.
Lampurio dikenal sebagai pelukis dengan gaya unik yang menggabungkan unsur tradisional dan modern dalam satu karya visual yang berani dan eksperimental.
Dalam prosesnya, Lampurio menggunakan cat berbahan dasar akrilik untuk melukis seluruh bagian body motor.
Teknik ini dipilih karena memiliki daya lekat yang baik serta menghasilkan warna yang tajam dan tahan lama.
Motor Yamaha Fazzio dipilih karena memiliki karakter body yang relatif flat dan minimalis, sehingga sangat cocok dijadikan media lukis atau "kanvas berjalan".
Hal ini memungkinkan eksplorasi visual yang lebih luas bagi seniman.
Baca juga: 4 Desa di Balantak Banggai Dilanda Banjir Sepanjang Maret-April 2026
Pola yang dihadirkan dalam karya tersebut cenderung abstrak dengan kombinasi garis, bentuk, dan warna yang kontras.
Di antara elemen visual tersebut, terlihat ilustrasi wajah dan bentuk khas Patung Palindo yang menjadi pusat perhatian.
Warna dominan oranye pada motor dipadukan dengan berbagai warna cerah seperti hijau, biru, kuning, dan merah, menciptakan tampilan yang hidup dan energik.
Perpaduan ini memperkuat karakter pop art yang menjadi identitas karya.
Melalui kegiatan ini, Yamaha tidak hanya mempromosikan produk otomotif, tetapi juga memberikan ruang bagi seniman lokal untuk berekspresi dan memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat luas.
Lampurio dikenal sebagai seniman yang memiliki karakter visual kuat, dengan ciri khas goresan spontan, figur-figur simbolik, serta eksplorasi warna yang berani.
Baca juga: Warga: Kami Sudah Sering Lapor Kondisi Pohon Ini, Tapi Tidak Ada Penanganan
Ia kerap mengangkat tema budaya lokal dalam pendekatan kontemporer.(*)