BBPJN Sumsel Ungkap Kendala Proyek di TAA, dari Hujan Deras hingga Truk Terperosok
Fadhila Rahma April 12, 2026 10:27 AM

 


SRIPOKU.COM, PALEMBANG -  

Kemacetan panjang terjadi di ruas Jalan Palembang–Tanjung Api-Api (TAA) pada Sabtu (11/4/2026). Kepadatan lalu lintas bahkan dilaporkan mengular hingga ke kawasan simpang bandara.

Kondisi ini dipicu oleh adanya proyek perbaikan jalan yang menyebabkan penyempitan jalur.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan, Panji Krisna Wardana, menjelaskan bahwa saat ini tengah dilakukan rekonstruksi jalan di ruas batas Kota Palembang hingga batas Kabupaten Banyuasin menuju Tanjung Api-Api. 

Baca juga: Praktik Culas Bupati Tulungagung Dibongkar KPK, Gatut Sunu Terima Setoran OPD Capai Miliaran Rupiah

Proyek tersebut meliputi pembongkaran beton lama yang rusak, kemudian diganti dengan lapisan agregat B, agregat A, hingga pengecoran beton baru.

“Pada ruas tersebut memang sedang dilakukan perbaikan perkerasan beton semen, sehingga terjadi penyempitan jalur,” kata Panji, Minggu (12/4/2026).

Ia menambahkan, kemacetan diperparah oleh insiden truk yang terperosok di bahu jalan. Selain itu, jalur alternatif yang telah disiapkan untuk rekayasa lalu lintas mengalami kerusakan akibat hujan deras dalam beberapa hari terakhir, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan. Kondisi ini semakin memperburuk kemacetan di lokasi.

"Kita telah berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Polres Banyuasin dan Dinas Perhubungan, guna mencari solusi untuk mengurai kemacetan serta melakukan mitigasi pada pekerjaan selanjutnya," katanya.

Aparat dari Polres Banyuasin dan Polda Sumatera Selatan juga telah diterjunkan untuk membantu mengatur arus lalu lintas di lapangan.

Untuk progres pekerjaan, Panji menyebutkan bahwa pada bagian jalan yang telah digali sepanjang 80 meter kini sedang dilanjutkan dengan pemasangan agregat B dan agregat A. 

"Pengecoran beton dijadwalkan dimulai hari ini, dengan target ruas tersebut sudah bisa dilalui kendaraan pada 20 April mendatang," ungkapnya. 

Selain itu, bahu jalan juga telah diperbaiki dan difungsikan sebagai tambahan lajur sementara, sehingga kendaraan kini dapat melintas dua arah di sekitar lokasi pekerjaan.

Sementara itu, di KM 13 juga jembatan mengalami kerusakan  menurut Panji pengerjaan jembatan di KM 13 direncanakan akan dimulai pada pekan ketiga April. 

"Tingginya intensitas hujan menyebabkan arus air di sekitar jembatan masih deras, sehingga pekerjaan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat," katanya. 

Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan mempertimbangkan jalur alternatif saat melintasi kawasan tersebut guna menghindari kepadatan lalu lintas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.