Pasca Banjir Bandang, BPBD Ingatkan Warga Lebong Waspada Bencana Susulan
Ricky Jenihansen April 12, 2026 05:54 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG — Pasca banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lebong, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan akibat cuaca ekstrem.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebong, Saprul, menyusul masih adanya potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana lanjutan di wilayah rawan.

Menurutnya, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai maupun daerah rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak lengah terhadap perubahan kondisi lingkungan.

“Dengan cuaca ekstrem, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai hati-hati. Termasuk juga yang berada di daerah rawan longsor. Waspada dan hati-hati,” sampai Saprul kepada wartawan TribunBengkulu.com pada Minggu (12/4/2026).

Ia menambahkan bahwa masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana, seperti peningkatan debit air sungai, retakan tanah, maupun longsoran di sekitar permukiman.

Selain itu, BPBD juga terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam upaya pemulihan pascabencana yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebong.

Meski kondisi saat ini secara umum sudah kembali kondusif, proses pemulihan masih terus berjalan di wilayah terdampak.

“Untuk tindak lanjut, saat ini masih proses. Namun kondisi sudah kondusif dan aman,” ujarnya.

BPBD juga menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko bencana lanjutan.

“Yang paling penting sekarang adalah tetap waspada dan berhati-hati,” pungkasnya.

Baca juga: Breaking News: Banjir Bandang dan Longsor Terjang 3 Kecamatan di Lebong Bengkulu, Warga Dievakuasi

Ratusan Rumah Warga Terdampak

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, dampak bencana tersebut tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Uram Jaya, Amen, Lebong Utara, Lebong Tengah, hingga Pinang Belapis.

BPBD mencatat ratusan kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir dan longsor.

Di Kelurahan Pasar Muara Aman, tercatat 138 KK rumah mengalami kerusakan ringan akibat banjir, sementara di Kampung Muara Aman sebanyak 137 KK juga terdampak dengan kategori serupa.

Di Desa Nangai Amen, jumlah dampak lebih besar dengan 273 KK rumah rusak ringan dan 13 KK mengalami kerusakan berat.

Selain itu, Desa Kota Agung mencatat 374 KK rumah rusak ringan, sementara Desa Tangua terdapat 270 KK rumah terdampak dan 1 KK mengalami kerusakan berat.

Wilayah lain seperti Desa Tunggang, Desa Sungai Gerong, Desa Karang Anyar, hingga sejumlah desa di Kecamatan Lebong Tengah juga mengalami dampak serupa dengan kategori kerusakan ringan hingga berat.

BANJIR LEBONG - Kolase foto banjir bandang dan pemukiman warga di Lebong, Minggu (5/4/2026). Banjir bandang melanda permukiman warga di Kabupaten Lebong, Minggu (5/4/2026) sore, setelah hujan deras sejak pukul 15.00 WIB, merendam rumah dan jalan.
BANJIR LEBONG - Kolase foto banjir bandang dan pemukiman warga di Lebong, Minggu (5/4/2026). Banjir bandang melanda permukiman warga di Kabupaten Lebong, Minggu (5/4/2026) sore, setelah hujan deras sejak pukul 15.00 WIB, merendam rumah dan jalan. (TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi)

Infrastruktur dan Fasilitas Umum Rusak

Selain permukiman warga, kerusakan juga terjadi pada berbagai infrastruktur umum.

Di Desa Tunggang, jembatan gantung dilaporkan putus, jalan usaha tani longsor, serta beberapa ruas jalan mengalami kerusakan.

Kerusakan juga terjadi pada jaringan irigasi di sejumlah desa seperti Desa Embong, Desa Kota Baru, dan Desa Tangua, serta kerusakan pada bronjong penahan tebing dan perpipaan air bersih masyarakat.

Di sektor pertanian, sawah warga turut terdampak, termasuk di Desa Kota Agung yang mencatat sekitar 10 hektare lahan pertanian terdampak.

Sekolah Ikut Terdampak Banjir

Dampak banjir dan longsor juga dirasakan di sektor pendidikan.

Data menunjukkan sejumlah sekolah mengalami kerusakan, mulai dari ruang kelas yang terendam air, keramik lantai pecah, hingga kerusakan pada peralatan belajar mengajar.

Beberapa sekolah yang terdampak antara lain SDN 76 Lebong, SMPN 03 Lebong, SMP Muhammadiyah 05 Muara Aman, SMPN 09 Lebong, serta SMPN 01 Lebong dengan kerusakan buku mencapai sekitar 8.000 eksemplar dan ratusan unit meja kursi.

Selain itu, kerusakan juga mencakup perangkat elektronik seperti komputer, laptop, printer, hingga perlengkapan laboratorium dan perpustakaan.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.