Siasati Kenaikan Harga Plastik: Doni Kini Jual per Bungkus, Tak Lagi per Ikat                
suhendri April 12, 2026 09:50 PM

MANGGAR, BABEL NEWS - Pemilik Toko Jaya 88, Doni, merapikan tumpukan plastik yang tersusun pada rak-rak kayu yang ada di tokonya di Jalan Raya Manggar-Gantung, Desa Padang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (10/4/2026).

Di balik aktivitas itu, terselip kecemasan dalam diri pedagang plastik tersebut. 

Doni merasa bisnis tokonya belakangan ini sedikit tersendat akibat harga plastik melonjak drastis.

Lonjakan tersebut dipicu gangguan pasokan bahan baku global, imbas memanasnya konflik di Timur Tengah yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz sebagai jalur vital distribusi energi dan bahan kimia.

"Harganya (plastik–red) naik terus, tiap hari, bahkan tiap jam harganya bisa berubah. Turunnya sih belum pernah kelihatan," kata Doni.

Ia menyebut hampir semua jenis plastik di tokonya, mulai dari kantong kresek HD, plastik es batu, hingga jenis PE mengalami lonjakan harga yang signifikan hingga menyentuh angka 60-70 persen. Hal ini membuat omzet tokonya turun. 

"Dampaknya ya omzet menurun. Karena harga jual tinggi, pembeli pun jadi berkurang jauh dibanding sebelumnya," ujar Doni.

Dia menambahkan, para pelanggan yang sebagian besar adalah pedagang kuliner dan UMKM kini cenderung membeli plastik dalam partai kecil.

Mereka hanya sanggup membeli secukupnya untuk kebutuhan harian.

"Sekarang belinya partai kecil. Kalau partai besar sudah jarang, pengaruh (kenaikan) harga tadi," ucap Doni. 

Untuk menyiasati kondisi tersebut, ia mengubah cara menjual plastik. Jika sebelumnya plastik dijual per ikat, kini dijual per bungkus.  

"Kalau dulu kan saya jual per ikat, nah sekarang dipecah jadi jual per bungkus. Jadi harga kan agak stabil," kata Doni.

Meski begitu, lanjut Doni, keluhan dari pelanggan tetap saja ada. Hampir setiap orang yang datang ke Toko Jaya 88 mengeluhkan hal yang sama, yaitu harga plastik mahal.

"Semua, semua pelanggan mengeluh," ujarnya.

Doni pun tak berani menyimpan stok plastik terlalu banyak di gudang di tengah harga yang cenderung merangkak naik ini.

"Beli secukupnya, jual secukupnya saja sekarang," ucapnya.

Lebih lanjut, Doni berharap adanya bantuan pemerintah untuk menormalkan kembali harga plastik agar beban yang dipikul pedagang dan pembeli tidak terlalu berat. (z1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.