TRIBUNMANADO.CO.ID- Dalam kepercayaan Kristen, kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan diri sendiri dari hukuman dosa.
Untuk itulah Tuhan Yesus datang ke dunia, menanggung hukuman dosa manusia.
Kita hanya diminya untuk percaya, lalu memuliakan nama Tuhan.
Baca juga: Renungan Minggu Hakim-hakim 2:6-23, Anugerah yang Tidak Masuk Akal
Berikut renungan harian Kristen berjudul Iman yang Menyelamatkan
Bacaan Alkitan dalam Roma 10:9
"Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan."
Menegaskan dasar keselamatan yang diberikan Allah kepada manusia: pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan dan keyakinan bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati.
Ayat ini bukan sekadar formula rohani, tetapi sebuah deklarasi iman yang mengubah hidup.
Ketika seseorang mengaku Yesus sebagai Tuhan, ia menyerahkan seluruh hidupnya kepada Kristus dan memilih untuk hidup di bawah otoritas-Nya.
Kebangkitan Yesus menjadi pusat dari kepercayaan kita.
Tanpa kebangkitan, tidak ada kemenangan atas dosa, tidak ada kehidupan baru, dan tidak ada pengharapan kekal.
Namun karena Kristus telah bangkit, iman kita memiliki dasar yang teguh.
Percaya kepada kebangkitan berarti percaya bahwa kuasa Allah bekerja bukan hanya di masa lalu, tetapi juga dalam hidup kita hari ini membangkitkan kita dari keputusasaan, memulihkan hati, dan memperbarui langkah hidup.
Pengakuan iman yang sejati bukan hanya terjadi di mulut, tetapi juga terlihat dalam kehidupan.
Ketika kita mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan, itu berarti kita menyerahkan keputusan, keinginan, dan masa depan ke dalam tangan-Nya.
Kita memilih berjalan dalam ketaatan dan menjadikan Kristus sebagai pusat dari setiap aspek hidup.
Dengan demikian, iman kita menjadi nyata dan menghasilkan buah yang memuliakan Allah.
Hari ini, mari kita mengingat kembali dasar keselamatan yang telah kita terima.
Jika kita mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya kepada kebangkitan-Nya, kita memiliki pengharapan yang tidak tergoyahkan.
Biarlah iman ini terus memperbarui semangat kita, memperkuat langkah kita, dan menuntun kita untuk hidup sebagai pribadi yang telah diselamatkan dan diubahkan oleh kasih karunia Kristus.