TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Proses penjaringan calon Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pasuruan memasuki tahapan penting.
Dari delapan nama yang diusulkan dalam Musyawarah Cabang (Muscab), hanya tujuh kader yang resmi mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
Enam kader menjalani UKK pada hari kedua di Universitas Malang, Sabtu (11/4/2026).
Mereka adalah Rudi Hartono, Yusuf Daniyal, Laily Qomariyah, Abdul Karim, Sa’ad Muafi, dan Helmi Sudiono Fauzan.
Baca juga: Pererat Silaturahmi, Adinda Denisa Senam “Fitri & Fit” Bersama Ratusan Warga
Sementara satu nama lainnya, Samsul Hidayat, telah lebih dulu mengikuti UKK pada hari pertama.
Dengan demikian, total peserta UKK berjumlah tujuh orang, menyusul mundurnya satu kader dari proses seleksi.
Rudi Hartono menyampaikan, pelaksanaan UKK berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Ia menyebut, tahapan berikutnya tinggal menunggu proses lanjutan yang telah ditentukan oleh DPW PKB Jawa Timur.
“Alhamdulillah berjalan lancar. Tinggal mengikuti tahap berikutnya. Mohon doa agar semua proses bisa dilalui dengan baik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Abdul Karim. Ia menjelaskan, rangkaian UKK dimulai sejak pagi hingga sore hari, dengan materi yang menguji kapasitas, komitmen, serta pemahaman kader terhadap organisasi.
Menurutnya, UKK menjadi instrumen penting untuk memastikan proses pemilihan ketua tidak semata didasarkan pada kedekatan atau lobi politik.
“UKK ini untuk memastikan bahwa yang menjadi ketua benar-benar layak, bukan karena faktor kedekatan. Ini bagian dari upaya membangun organisasi yang sehat,” jelasnya.
Ia menegaskan, keikutsertaan para kader dalam UKK merupakan bentuk kepatuhan terhadap instruksi partai.
Seluruh peserta yang diundang menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan hingga tuntas.
“Intinya kami datang menjalankan perintah partai dan siap jika diberi amanah,” tambahnya.
Laily Qomariyah atau yang akrab disapa Ning Laily menyampaikan, keikutsertaannya dalam bursa calon ketua dilandasi niat pengabdian, bukan ambisi pribadi.
Ia menilai, DPC PKB Kabupaten Pasuruan ke depan harus menjadi rumah bersama yang mampu merangkul seluruh kader, memperkuat konsolidasi, dan hadir menjawab kebutuhan masyarakat.
“Ini bukan sekadar soal posisi, tapi tentang tanggung jawab dan pengabdian. Bagaimana kita bisa membawa PKB semakin solid, progresif, dan dekat dengan rakyat,” ujarnya.
Ning Laily juga mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga persatuan dan mengedepankan musyawarah dalam setiap proses yang berjalan.
“Siapapun yang terpilih nanti, itulah keputusan terbaik bagi partai. Yang penting kita tetap solid dan menjaga kebersamaan,” tegasnya.
Ia pun mengutip pesan almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai spirit berkhidmat di PKB.
“Dalam berkhidmah jangan pernah meminta, tapi bila diminta pantang menolak,” ucapnya.
(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)