Pemkab Bangka Selatan Ajukan Bantuan Desalinasi untuk Kepulauan Pongok
Ajie Gusti Prabowo April 13, 2026 04:50 PM

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mulai melirik teknologi desalinasi sebagai jawaban atas persoalan keterbatasan sumber air bersih yang masih membayangi wilayah Kecamatan Kepulauan Pongok. Diketahui, warga di pulau tersebut hingga kini masih bergantung pada air payau yang tidak layak konsumsi. Kondisi ini berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bangka Selatan, Nasrullah mengatakan, pihaknya telah mengajukan proposal bantuan tersebut secara resmi. Program desalinasi menjadi solusi konkret untuk wilayah yang selama ini bergantung pada sumber air payau. Teknologi ini sangat relevan untuk diterapkan di kawasan kepulauan yang minim sumber air tawar.

"Kami mengusulkan untuk bantuan alat penyulingan air laut menjadi air bersih atau desalinasi untuk masyarakat ke Kementerian Sosial," ujar Nasrullah, Senin (13/4).

Nasrullah menjelaskan, terdapat dua titik prioritas yang diusulkan untuk mendapatkan bantuan tersebut. Kedua lokasi itu berada di wilayah Kecamatan Kepulauan Pongok yang merupakan daerah terluar Kabupaten Bangka Selatan. Yakni Desa Celagen dan Desa Pongok yang berada di dalam dua pulau berbeda. Penentuan lokasi didasarkan pada tingkat kebutuhan masyarakat terhadap air bersih yang cukup tinggi.

Menurutnya, kondisi geografis kedua desa tersebut menjadi tantangan utama dalam penyediaan air bersih. Selama ini, masyarakat setempat masih mengandalkan sumber air yang kualitasnya belum memenuhi standar kesehatan. Air yang tersedia kerap berasa payau bahkan asin, sehingga tidak layak dikonsumsi langsung.

"Air yang digunakan oleh masyarakat di dua desa tersebut terkadang payau maupun masih berasa asin. Sehingga tidak bisa digunakan sebagai air minum," jelas Nasrullah.

Ia menambahkan, desalinasi merupakan proses penghilangan kadar garam dan mineral terlarut dari air laut atau air payau untuk menghasilkan air tawar. Teknologi ini dinilai mampu menjawab persoalan klasik di wilayah pesisir dan pulau kecil. Selain itu, hasil air yang dihasilkan telah memenuhi standar kesehatan untuk konsumsi masyarakat. Teknologi desalinasi mampu menghasilkan air bersih yang memenuhi standar kesehatan, terutama di daerah pesisir atau pulau kecil.

Nasrullah berharap usulan tersebut dapat segera mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Ia optimistis program ini bisa direalisasikan dalam waktu dekat jika mendapat dukungan anggaran dari Kementerian Sosial. 

Dengan adanya fasilitas desalinasi, masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. "Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi sehingga masyarakat dapat menikmati air bersih yang layak konsumsi," pungkasnya. (u1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.