Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, PALU - Persiapan pelaksanaan Paskah Nasional V Tahun 2026 di Sulawesi Tengah telah mencapai lebih dari 90 persen.
Panitia kini hanya menunggu kepastian kehadiran pejabat negara yang akan membuka secara resmi acara puncak.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sigi, Samuel Yasen Pongi, dalam podcast TribunPalu.com bersama Motesa Tesa di Jalan Emmy Saelan, Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Senin (12/4/2026).
“Secara keseluruhan sudah di atas 90 persen. Tinggal menunggu siapa yang akan membuka secara resmi,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan akan dimulai pada 17 April dengan konser doa, dilanjutkan workshop, seminar, serta berbagai kegiatan sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga operasi katarak.
Baca juga: Dukungan Alkhairat Warnai Paskah Nasional V 2026 di Sulteng, Bukti Toleransi Antarumat
Tak hanya itu, panitia juga memberikan ruang besar bagi generasi muda melalui kegiatan Paskah Remaja dan Pemuda yang akan digelar pada 25 April, dengan estimasi sekitar 5.000 peserta dari berbagai denominasi gereja.
“Mereka kami beri kebebasan untuk berkreasi, yang penting tetap dalam tema Paskah,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Samuel menekankan pentingnya nilai moderasi beragama agar benar-benar dirasakan masyarakat. Ia mengaku terinspirasi dari pesan para tokoh nasional yang mendorong keterlibatan lintas agama dalam setiap momentum keagamaan.
Menurutnya, semangat kebersamaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti partisipasi umat lintas agama dalam membantu kegiatan ibadah.
Baca juga: Visi Besar Paskah Nasional V: Satukan Denominasi, Perkuat Persaudaraan Umat
“Kalau umat Muslim punya kegiatan, umat Kristiani bisa ikut berpartisipasi. Begitu juga sebaliknya. Ini yang harus membekas,” ungkapnya.
Ia mencontohkan praktik toleransi yang telah berjalan di berbagai daerah, termasuk kolaborasi lintas agama dalam kegiatan keagamaan.
“Kerukunan itu tidak hanya konsep, tapi harus terlihat dalam tindakan sehari-hari,” tambahnya.
Dengan semangat tersebut, panitia berharap Paskah Nasional V tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat harmoni antar umat beragama di Sulawesi Tengah.(*)