SURYA.co.id, SURABAYA - Pelantikan pengurus Perkumpulan Dokter Militer (Perdokmil) Jatim berlangsung penuh kesan.
Untuk kali pertama pengambilan sumpah jabatan itu digelar di atas geladak kapal perang khusus rumah sakit milik TNI AL, di KRI dr Soeharso 990.
Semua proses pelantikan pengurus Perdokmil Jatim dilangsungkan di atas KRI Soeharso.
Pelantikan pengurus baru periode 2026-2029 itu dilangsungkan di atas KRI Soeharso saat bersandar di Pelabuhan Koarmada II Surabaya, Jatim, Minggu (12/402026).
Dengan menempati area di lantai tiga KRI RS itu, geladak megah terbuka itu didesain menjadi ruang pelantikan dan seminar nasional.
Seminar ini bertajuk “Global Health Security: Kesiapsiagaan dan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Menghadapi Ancaman Biologis”.
Seminar pun berlangsung penuh antusias karena disuguhi panorama indah. Bisa melihat lepas laut di tengah dermaga Koarmada II Surabaya.
Bahkan di jeda acara pelantikan dan seminar itu, banyak peserta menikmati berdiri di ketinggian KRI RS sambil menikmati panorama indah laut Surabaya.
"Kami ingin menyuguhkan warna baru di pelantikan Perdokmil di Surabaya. Biar penuh kesan digelar di atas KRI Soeharso," terang Ketua Perdokmil Jatim yang baru dilantik, Dr drg Lora Lelyana MHKes, FICD.
Kepengurusan Perdokmil Jatim dilantik Ketua Perdokmil Pusat Mayjen TNI (Pur) Dr dr Dian Andriani Ratna Dewi.
Pelantikan ini juga dihadiri Direktur BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Dr dr Prihati Pujowaskito SpJP (K).
Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Jatim, pihak Pangkoarmada II, anggota DPRD Jatim, para guru besar bidang kesehatan di kampus Surabaya dan sejumlah pejabat lainnya.
Dirut BPJS Pujowaskito hadir juga sebagai keynote speech mengenai pentingnya keamanan kesehatan global sebagai pilar ketahanan nasional.
"Melalui Perdokmil akan makin kuat sinergi sipil dan militer di bidang kesehatan. Semoga amanah dan penuh integritas," kata Pujo.
Dirut BPJS yang mantan militer itu memberi ucapan untuk penguatan para pengurus Perdokmil.
Di era sekarang tak hanya konsolidatif tapi juga harus adaptif dengan tuntutan era.
Kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas sektoral sangat diperlukan. Saat ini ancaman di sektor kesehatan dan semua lini kehidupan nyaris tanpa batas. Dituntut kemampuan mencegah mendeteksi dan merespons.
"Kita sudah punya pengalaman covid. Semua bergerak, bersinergi dan berkolaborasi untuk menangani pandemi. Hingga vaksinasi. Kita termasuk yang berhasil," kata Pujo.
Khusus untuk pelantikan Perdokmil Jatim, Dirut BPJS ini berpesan khusus untuk makin memperluas jangkauan layanan kesehatan. Terutama untuk daerah terluar atau terpencil.
Warga di sana mendapat jaminan layanan kesehatan dari pemerintah. Namun untuk menikmati fasilitas kesehatan tingkat pertama saja susah. Di sana belum ada Faskes.
"Kami minta melalui Perdokmil bisa mengerahkan KRI rumah sakit ini atau rumah sakit apung lainnya menjangkau warga terluar ini," kata Pujo.
Di Kepulauan Madura di Kangean, Masalembu, dan kepulauan kecil lainnya, mereka butuh layanan kesehatan.
Hanya kapal rumah sakit yang efektif menjangkau mereka. Harus kerja sama dengan TNI AL dan lainnya.
"KRI dr Soeharso ini kalau RS di darat ini Ra tipe B. Fasilitasnya juga layak. Harapan kami ada kerja sama dengan TNI AL. RS kapal Satria Airlangga sudah kerja sama, dengan BPJS," kata Pujo.