TRIBUNPRIANGAN.COM - Tiap-tiap muslim dan muslimah yang melaksanakan Haji akan diwajibkan untuk berihram.
Rukun yang masuk dalam pelaksanaan ibadah Haji ini, menjadi satu dari sekian banyak kewajiban yang harus ditunaikan di tanah haram.
Adapun, segala bentuk ibadah tentu dibekali dengan niat sedari awal, termasuk berihram.
Niat yang dimaksud sejatinya disunnahkan beriringan baik dalam hati maupun bacaan lisan.
Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa niat di dalam hati saja sudah sah hajinya, akan tetapi jika hanya niat dengan ucapan lisan saja maka hukumnya tidak sah.
Lantas bagaimana bacaannya?
Baca juga: 13 Naskah Sambutan Walimatussafar Perpisahan Jemaah Haji 2026 dengan Keluarga
نويْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ.
Arab latin: Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillaahi 'Azza Wajalla, labbaik allahumma labbaik
Artinya: "Aku berniat haji dan ihram hanya karena mengharap ridha Allah, aku menyambut panggilan-Mu ya Allah, aku menyambut panggilan-Mu."
نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمُتُ بِهِ لِلَّهِ تَعَالَى عَنْ فَلَانٍ، لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عَنْ فَلَانٍ
Arab latin: Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillaahi ta'ala 'an fulan labbaikal laahumma 'an fulaan
Artinya: "Aku niat melaksanakan hap dan ihram hanya karena mengharap ridha Allah SWT, mewakili fulan aku menyambut panggilan-Mu ya Allah, dari ibadah fulan."
Baca juga: 3 Teks Naskah Panjang Walimatussafar, Lengkap Jadwal Keberangkatan Jamaah Haji 2026 Daerah Priangan
Mengutip laman resmi badan haji nasional, dari Imam Abu al-Fath Sulaiman bin Ayyub ar-Razi mengatakan:
"Sangat baik jika setelah zikir tersebut dengan mengatakan:
اللَّهُمَّ لَكَ أَحْرَمَ نَفْسِي وَشَعْرِي وَبَشَرِيْ وَلَحْمِي وَدَمِيْ
Arab latin: Allahumma laka ahrama nafsii wa sya'rii wa basyarii wa lahmii wa damii
Artinya: "Ya Allah, hanya untuk mendapat ridha-Mu aku mengihram jiwaku, rambutku, kulitku, dagingku, dan darahku."
Ada juga ulama lain yang mengatakan dapat membaca:
اللَّهُمَّ إِنِّي نَوَيْتُ الْحَجَّ فَأَعِنِّي عَلَيْهِ وَتَقَبَّلْهُ مِنِّي
Arab latin: Allaahumma innii nawaitul hajja fa ainnii 'alaihi wa taqabbalhu minnii
Artinya: "Ya Allah, sungguh aku niat haji maka tolonglah aku untuk melaksanakannya dan terimalah dariku."
Baca juga: 10 Naskah Sambutan Walimatussafar Jemaah Haji 2026 Sebelum Berangkat ke Tanah Suci
Kemudian membaca talbiyah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالمُلْكُ لَا شَرِيكَ لَكَ
Arab latin: Labbaik Allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariikalak
Artinya: "Aku menyambut panggilan-Mu ya Allah aku menyambut panggilan-Mu, aku menyambut panggilan-Mu wahai Zat yang tidak ada sekutu-Mu. Aku menyambut panggilan-Mu, sungguh segala puji dan kenikmatan bagi-Mu, begitu juga kerajaan tidak ada sekutu bagi-Mu."
Bacaan tersebut merupakan bacaan talbiyah Rasulullah SAW. Jika akan melakukan ihram untuk melaksanakan ibadah haji, maka disunnahkan pada awal talbiyah mengucapkan:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بِحَجَّةٍ
Arab latin: Labbaika Allahumma bihajjatin
Artinya: "Aku menyambut panggilan-Mu ya Allah dengan haji."
Baca juga: 3 Teks Naskah Panjang Walimatussafar, Lengkap Jadwal Keberangkatan Jamaah Haji 2026 Daerah Priangan
Jadwal keberangkatan Haji tahun anggaran 2026 sendiri akan dimulai sejak bulan April hingga Juli 2026 mendatang.
Sekedar info, kuota calon jemaah haji dari Jawa Barat untuk tahun 2026 tercatat 29.643 orang yang terdiri dari 27.833 jemaah, 1.482 lansia, 205 pembantu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), dan 123 Petugas Haji Daerah (PHD).
Dimana dari 7 wilayah Priangan Timur, terdata sektar 2.684 jamaah yang akan mendarat di Arab Saudi.
Jumlah tersebut terbagi menjadi:
Kota Tasikmalaya: 1.331 jemaah,
Kota Banjar: 10 jemaah,
Kabupaten Sumedang: 72 jemaah,
Kabupaten Garut : 109 jemaah,
Kabupaten Tasikmalaya: 305 jemaah,
Kabupaten Pangandaran: 217 jemaah,
Kabupaten Ciamis: 856 jemaah
Segala persiapan bagi mereka yang akan menjalankan ibadah yang termasuk dalam rukun Islam terakhir tersebut, tentu tidaklah sedikit dan mudah.
Pasalnya, menjalankan ibadah haji merupakan sebuah perjalanan spiritual yang penuh makna dan sarat dengan nilai-nilai ketakwaan, kesabaran, dan keikhlasan.
Untuk itu seorang muslim ketika telah berniat untuk datang dan memenuhi panggilan di rumah Allah, sudah selayaknya melengkapi iman dan ilmunya.
Sebab melaksanakan ibadah yang satu ini, perlu adanya pemahaman dan keseriusan yang penuh, termasuk mengamalkan berbagai macam doa.
Memahami dan mengamalkan doa-doanya dengan benar dapat menjadi kunci untuk mencapai haji yang mabrur, yaitu haji yang diterima oleh Allah Subahana Wata'ala dan membawa perubahan positif dalam kehidupan seorang Muslim.
Selain itu, doa-doa dan tata cara manasik haji akan membantu dalam melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Berikut ini terdapat beberapa list doa penting yang bisa dijadikan acuan dalam pelaksanaan Haji pada tahun berjalan, yang dilansir dari berbagai laman resmi badan haji dan kementerian agama.
(*)