Gladis Mangundap, Sosok Perempuan Pertama Pimpin Muaythai Sulut, Siap Tarung di PON 2026
Chintya Rantung April 13, 2026 09:48 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mempercayakan Gladis Mangundap untuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Muaythai Sulut.

Sebagai Plt Ketua Umum Muaythai Sulut, Gladis mengaku terpanggil untuk berkontribusi nyata demi peningkatan prestasi atlet dan kualitas pelatih.

Dalam acara Tribun Podcast dengan tema Masa Depan Atlet Muaythai Sulut yang dipandu Jurnalis Ferdi Guguhuku, Rabu (8/4/2026), Gladis Mangundap menceritkan bagaimana komitmennya untuk membawa Muaythai Sulut ke arah yang lebih baik. 

Berikut ini isi lengkap podcast Tribun Manado:

Ferdi Guguhuku: Sebelumnya, boleh perkenalkan diri dulu?

Gladis Mangundap: Nama saya Gladis Mangundap, saya ini dari Manado, orang Minahasa, asli dari Tondano, mama orang Tomohon. Jadi saya ini asli warga Sulawesi Utara.

Ferdi Guguhuku: Jadi kak Gladis baru saja dipercayakan oleh Ketua Umum untuk memegang jabatan sebagai Plt. Apakah, Gladis adalah perempuan pertama yang pegang jabatan sebagai Ketua Plt Muaythai Sulawesi Utara atau sebelumnya sudah ada? 

Gladis Mangundap: Saya sebenarnya tidak tahu pasti apakah di Indonesia ini sebelum saya sudah ada yang pernah menjabat untuk di organisasi di bawah KONI, perempuan.

Tetapi untuk di Sulawesi Utara sendiri, untuk olahraga bela diri ini, perempuan mungkin pertama untuk di Muaythai itu adalah saya. 

Ferdi Guguhuku: Banyak mungkin yang penasaran terkait dengan cita-cita kenapa akhirnya kak Gladis sendiri, apakah ada cita-cita untuk jadi atlet sampai sejauh ini, Orang pasti akan tanya kenapa akhirnya suka dengan olahraga Muaythai ini kan keras, apakah dulu punya cita-cita memang ingin jadi atlet?

Gladis Mangundap: Ini pertanyaan yang sebenarnya banyak yang tanya. 

Jadi saya ini sudah kali kedua memegang cabur Muaythai. Sebelumnya setelah di Muaythai 2020 saya membawa Kontingen Sulawesi Utara menuju PON, Papua. Saya sempat dipercayakan jadi Ketua Kejuaraan Nasional MMA dan Bendahara Umum Ferkusi Kuras. 

Saya sempat memegang jabatan itu dan banyak yang tanya, kak Gladis kenapa perempuan yang mungkin dilihat kok orang Manado bilang perempuan berpirang, pakai bulu mata, pakai kuku. Terus kenapa kok ada di bela diri yang baku-pukul, yang notabene di sini pada umumnya laki-laki. 

Lalu saya bilang, ini beku sedunya orang Manado tapi memang ini kejadian. Kita terlambat sedikit kayaknya laki-laki. Karena pada waktu dulu itu masih kecil, nggak bisa dipungkiri kita agak tomboy. 

Jadi itu mainnya sama saudara-saudara yang laki-laki. Mainnya bola, tapi pada dasarnya memang suka olahraga. Cuma memang yang nggak suka olahraga itu yang diam di tempat. 

Saya suka olahraga itu yang semua itu bekerja seluruh badan. Nah akhirnya seiring bertumbuh dewasa 2017 itu saya bertemu dengan calon suami yang sekarang ini sudah menjadi suami. Saya bertemu dengan Henra Hadi dan kita berdua sama-sama suka Muaythai. 

Sebenarnya dia yang lebih suka Muaythai. Kita itu ketemunya di Muaythai, dipertemukan oleh salah satu sahabat. Lalu sering olahraga bareng dan pindahlah ke Manado setelah menikah. 

Bertemu dengan semua atlet-atlet dan pelatih-pelatih yang pada saat itu kita nggak tahu sama sekali. Muaythai ini apa, MMA itu apa, Hanya tahu itu MMA aja karena waktu itu mungkin lagi geber-geber  pertandingan MMA di mana-mana.

Lalu sering dengar cerita curhatan dari semua pelatih-pelatih yang ada. Aduh kok Ci ini orang begini, kami begini. Tapi kan kita ini bukan siapa-siapa. 

Nggak bisa juga berbuat banyak. Jadi memang dari sebelum itu banyak atlet seperti Hanwa baru ada siapa lagi ya lupa. Ada beberapa orang tuh yang kemarin sempat ikut di One Pride. 

Nah kita tuh sempat bantuin, sempat bantu support. Tapi kita sempat bilang ke mereka nggak usahlah kan mereka ini temannya, nggak usah sebut. mereka juga bukan pemerintah, bukan siapa-siapa ngapain mau disebut.

Oh iya, oh mereka sampai dimana, Aduh ko ci mau ketemu. Nah tiba-tiba mungkin ya Tuhan saat itu mempercayakan, oke Gladis kamu mungkin punya, saya boleh bilang saya punya hati yang tulus untuk atlet dan pelatih.

Mungkin Tuhan melihat ketulusan saya, Tuhan memberikan jalan kenapa saya untuk membantu lebih banyak atlet dan pelatih. 

Saya tuh punya kecintaan yang besar sekali untuk Sulawesi Utara.

Ferdi Guguhuku: Ini semakin menarik karena kalau kita tadi sempat ngobrol juga dengan Kak Gladys, latar belakangnya pengusaha. Tentunya lebih baik urus usaha daripada urus banyak orang?

Gladis Mangundap: Betul, lebih dapat banyak uang kalau urus usaha. Nggak usah pusing-pusing, aduh harus ini. Tau lah sendiri di organisasi kan, tapi kan ini memberi diri.

Ferdi Guguhuku: Iya betul sekali. Nah Kak untuk latar belakang pendidikannya? Oke,

Gladis Mangundap: latar belakang pendidikan saya itu bersekolah di Manado lebih banyak. Lalu saya mendapatkan beasiswa. 

Setelah mendapatkan beasiswa, karena mungkin saya agak pinter sedikit. Jadi dari beasiswa tersebut, saya itu sempat ditanya, disuruh pilih, apakah mau ambil beasiswa mana. Terus kita sempat apply untuk ke Australia.

Karena yang lebih pinter dari kita mungkin banyak. Sempat ke Curtin University Australia. Begitu Nah, angkatan 2007.

Ferdi Guguhuku: Oke, setelah dari situ? Setelah dari situ tuh, nah itu.

Gladis Mangundap: Makanya sebenarnya agak malu sedikit mau bilang, saya ini, oh ada kuliah di sini.

Karena dipenggelam nggak kepake, sempat jadi direktur operasionalnya Pak Sitorus. Lalu habis itu bekerja dengan PT Tirta Amarta. Lalu setelah dengan PT Tirta Amarta, saya dipercayakan oleh Pak Randolf Bubu. 

Dia itu yang mempunyai Islanda Town Square, Surabaya Town Square. Nah, saya sempat dipercayakan oleh Pak Randolf Bubu untuk pegang tim operasionalnya dia. Lalu setelah itu, saya menikah.

dan saya banyak belajar sama Papi daniel Hutapaya, almarhum papanya Alvar Hutapeya. Saya banyak belajar dari beliau karena saya sempat tinggal di rumah beliau. dan waktu dulu, waktu pacaran, suami itu kalau mau antar jemput, jemputnya ke rumahnya Papi daniel di Menteng.

Ferdi Guguhuku: Oke, akhirnya sekarang urus bisnis juga ya?

Gladis Mangundap: Urus bisnis sendiri.

Ferdi Guguhuku: Saya tadi tertarik dengan apa yang kakak sampaikan tadi, bahwa ini untuk mengurus satu organisasi ini tidak mudah. Ya lebih baik urus suami ada bisnis.  daripada ini urus banyak orang. Karena tentunya satu jabatan juga pasti ada yang tidak suka, ada yang pro, ada yang suka.

Gladis Mangundap: Bukan sebenarnya lebih ke urus jabatan. Karena kenapa? Kalau ke organisasi olahraga itu tuh, baru aja tadi bicara, kita bilang tuh ke teman-teman, mengurus orang yang punya harapan, yang taruh masa depannya di kita tuh tidak mudah. Nyanda gampang. Karena kenapa, Bukan kita takut kita itu gagal. 

Oh tidak akan pernah ada kata gagal dalam hidup. Yang salah itu tidak pernah mencoba. Karena selalu ada jalan, tinggal kita mau pilih. 

Ini jalan A ada resiko begini, jalan B tinggal mau pilih mana resiko yang minim aja kan? Karena semua pilihan pasti ada resiko. Tapi kita takut kita sendiri mengecewakan. Karena kita tidak peduli orang lain mau bilang apa.

Tapi yang kita peduli kita punya tim ini, harapan itu tidak sesuai. Kita takut kita mengecewakan apa yang mereka cita-citakan dan mimpikan. Mereka punya harapan apa, kita takut kita tidak bisa.

Karena kalau ada orang bilang, ngapain kamu peduli dengan orang yang punya mimpi, ngapain kamu pusing dengan orang yang punya harapan. Karena saya ada di sini untuk memenuhi harapan-harapan itu. Loh, kenapa urus yang tidak punya diri? Karena kita rasa kita sudah selesai dan tidak punya diri, makanya kita mau bantu lebih banyak orang supaya kita bukan datang dari keluarga kaya.

Kita bukan datang dari keluarga yang bisa dan mampu untuk beli semua atau mau ini mau itu. Kita datang dari keluarga yang penuh cinta kasih dan kasih sayang. Yang selalu support bahwa apapun yamg kita mimpikan, kita lakukan, kita gapai.

Kkita mau anak-anak ini dan semua pelatih yang ada di sini itu mendapatkan hak yang sama.

Sama seperti kita bilang ke teman-teman semua, bahwa kalian pelatih-pelatih itu kalau kalian bikin salah, kalian bikin dosa, kalian itu banyak orang dan banyak atlet di belakangpung kalian yang sudah gantungkan kalian punya harapan dan mimpi.

Jadi kalau seandainya suatu saat nanti kalian itu terbuai dengan sesuatu yang merugikan masa depan sebagai pelatih dan atlet, kasihan mereka kalian gak tau mereka itu ada datang untuk sekolah, untuk mau datang mau cari prestasi di bidang olahraga ini, untuk mereka itu mau dapat pekerjaan. 

Lalu tiba-tiba hanya karena torang ego semata, torang mau korbankan untuk masa depan. 

Generasi seperti apa yang mereka mau bentuk, warisan seperti apa yang mereka mau kasih pada mereka, kalau mereka mau bagi ini. Nah kita juga mau apa yang kita ada dapat.

Kita selalu bilang, saya ini adalah salah satu orang yang Tuhan itu selalu memberikan kesempatan lewat semua orang. Jadi kita petugas kita rasa untuk memberikan kesempatan yang sama untuk semua orang. Jadi mungkin kita bisa jadi wadah buat orang lain.

Ferdi Guguhuku: Ada kata yang menarik tadi, banyak orang yang menggantung harapannya.

Kita percaya dia juga ke apel terbelakang di mana banyak sekali memegang jabatan penting, dipercayakan jabatan penting dan akhirnya sekarang dipercayakan untuk Plt. Sudah sejauh mana Kak Gladies melakukan konsolidasi mungkin ketemu dengan siapa saja? Apakah sudah kumpul para pelatih untuk ngobrol apa yang akan direncanakan ke depan? 

Gladis Mangundap: Oke, jadi saya itu ditelepon Pak Lanyala itu tanggal 28 Maret, hari Sabtu ya kalau nggak salah. Hari Minggu jam 5 sore saya itu dipanggil ke rumah beliau sebagai ketum PBMI.

Saya diajak untuk berdiskusi, lalu beliau meminta saya untuk memegang jabatan sebagai Plt Muaythai Sulawesi Utara karena mengingat Sulawesi Utara itu akan menjadi tuan rumah pon bela diri 2026 ini bulan Oktober sampai November.

Kita itu cuma tanya satu hal. Sebelum boleh dikrosyek kembali ke Pak Yerilo Ukwai dan kepada Sekjen, ke Pak Ketum sendiri saya menyampaikan, Pak sebelum saya mau ketemu saya mau minta satu hal.

Kita agak intro dulu dikit. Pak, saya itu akan pegang jabatan ini dengan satu syarat. Kalau kalian bahasa menadonya, kalau kalian apapun yang terjadi di atas nanti, kalau kalian itu mau baku ajar, mau baku apa, dan itu bersinggungan dengan dunia politik, silakan hajar Pakitas saja.

Jangan sampai kita atlet yang pelatih ini, kasihan, mereka bak goyang lagi. Karena kenapa? Kita pernah merasakan mereka ini kebingungan, nggak tahu mau berpayung kemana, tidak ada rumah. Jadi kita tuh yang merasa bersalah dan berdosa saat mereka itu terlempar kiri, terlempar kanan.

Karena kenapa, torang pekegoisan sebagai pengurus. Nah, jadi kalau seandainya terjadi sesuatu atau bergejolak, tolong kita saja. dan saya mengiakan untuk mengambil jabatan ini karena kenapa Sulawesi Utara tuan rumah PON.

Pak Lanyala sendiri sebagai ketum PBMI bilang, Bu Gladis, sebagai ketum PBMI nggak mau malu dong, Muaythai di Sulawesi Utara tuh sangat-sangat kuat sekali, dan kita tuh selalu punya atlet yang sangat.

Semua orang tahu sendiri Sulawesi Utara untuk bela diri bagaimana. Bukan cuma Muaythai, kan ada tinju juga, ada kickboxing.

mereka tuh gimana untuk bela diri di Sulawesi Utara, Jadi Pak Lanyala meminta Bu Gladis, tolong untuk bisa pegang dulu Muaythai ini.

Nah, untuk buat lagi bagaimana di dalam struktur. Lalu setelah pegang ini Muaythai ini, hal pertama yang kita lakukan adalah menghubungi semua pelatih,15 kabupaten-kota sudah saya kumpulkan dan hubungi.

Saya sudah mempunyai kepala pelatih untuk 15 kabupaten-kota. Karena kenapa, Kami musung-sung puan. Hal yang paling penting itu adalah atlet dan pelatih.

Ujung tombaknya bisa dikatakan. Mau ada pengurus, mau penuh, mau lengkap, mau hebat sekali, mau jago sekali, kalau tidak ada pelatih dan atlet, ini mau bikin apa? Kita perbicara dengan teman-teman semua, tukang kayu ini suruh rangkai bunga, dia mau bikin apa nih bunga? Tidak bisa. Kita harus belajar untuk memukul atlet.

Kita itu pengurus, kita punya tugas mencari link, melobi, berteman dengan teman-teman pejabat, berteman dengan rekan-rekan pengusaha, mencari cara, mencari ide bersama pengurus. Bukan kasih baku pukul atlet. Itu tugas pelatih.

Kok mau turun sesana, siapa mau turun kering? Kita atlet. Jadi hal pertama yang kita lakukan adalah cari pelatih-pelatih potensial dan atlet-atlet, dan saat ini kan turun ada atlet, sekarang yang sebenarnya sudah ada dari kemarin abis Porprov, banyak sekali. Nah, ini mau penjaringan lagi.

Lalu kita akan melakukan pemanggilan atlet. Saya sudah suruh ketua harian saya, Pak Primo, Pak Primo, tolong menyurat, lakukan pengundangan atlet kembali, pemanggilan atlet. Minggu depan kita akan melakukan pemanggilan atlet.

Kita tuh terbuka ya, untuk kepengurusan baru ini, kita sangat terbuka sekali untuk atlet-atlet dan pelatih-pelatih yang ada di kepurungsan lama, yang kira-kira mau bergabung, tapi dengan satu syarat dan catatan. Kita suka bilang ke semua orang, jangan pikir karena kita perempuan dan kita bercerita, jangan pikir kita perempuan dan kita bercerita alus, terus habis itu orang boleh pandang enteng ya, kita bilang. Karena kenapa? Kalau semua mau ada agenda, silakan.

Kita nggak pernah peduli orang mau ada agenda. Dengan satu catatan, agenda tidak merusak organisasi yang kita buat.

Fondasi yang kita bikin sekarang, bukan kita yang akan merasakan. Kepengurusan selanjutnya, dan atlet-atlet dan pelatih.

Kita cuma mau bangun fondasi karena mengingat, kita tahu dan kita sangat paham dan semua teman-teman pun tahu dan paham bahwa bagaimana organisasi itu selalu. Baru mereka pilih, mereka goyang. Mereka yang pilih, mereka yang goyang.

Asal kita goyang, begitu-begitu terus. Kita nggak mau. Jadi siapapun nanti yang akan ganti, siapapun yang nanti akan jadi kepengurusan yang baru, kalau ada niat tidak bagus, nggak akan goyang, ini fondasi Muaythai.

Ferdi Guguhuku: Kita juga sempat lihat kemarin, sempat ketemu dengan Ketua KONI. Mungkin ada bocoran apa yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut? 

Gladis Mangundap: Sebenarnya sih bocoran nggak ada karena memang di situ juga ada beberapa teman media dan kita membuka ruang untuk semua itu mendengar apa yang dibicarakan, tidak ada yang tutup-tutupi. Lebih banyak kita membicarakan kemarin tentang kepengurusan yang baru, itu satu.

Lalu memperkenalkan, dan saya memuji, dan saya sangat merasa bangga kepada diri saya sendiri karena kita tuh punya target untuk memulangkan pelatih-pelatih yang berpotensial, sangat-sangat luar biasa. Kita tuh punya Pak Alfred mawero, dia itu beberapa kali bawa si Games emas, tapi tidak bawa Nama Sulawesi Utara sama sekali.

Ferdi Guguhuku: Kenapa, Ada kaitan dengan politik mungkin? 

Gladis Mangundap: Langsung saya keluarin, saya tegas katakan, saya tidak punya tanggung jawab sebagai ketua untuk memberikan alasan apapun kepada kalian sebagai pelatih. 

Kalau kalian punya agenda, silahkan simpan agenda itu. Tapi kalau sampai dinding bertelinga dengar dan sampai ke saya, kita tidak akan pernah kasih alasan kenapa kita tidak keluarkan.

Karena kenapa, Ngomongnya kita kasih keluar berarti kita tahu ngomongnya tidak bagus untuk apa yang kita mau bangun. Oh, kita sudah datang ke sini untuk memberi diri loh. Kita tidak digaji, kita tidak dibayar.

Kita punya pengurus dan kita punya tim semua loh. Ada datang dengan berkeringat, bersusapaya, memberikan ide, menuangkan mereka, Isi kepala, ada bercari ke sana kemari. Lalu tiba-tiba ada orang yang datang, terus punya agenda.

Oh iya oke, tolong ikut saja ke Ibu Gladis. Ibu Gladis kan sekarang didukung oleh Ketua KONI Sulut, Ketua KONI Pusat, PBMI. Nanti habis itu mereka mau lihat agenda.

Itu yang mereka katakan. Oh saya bilang, saya ini banyak sekali orang yang punya agenda. Simpan agenda itu sampai nanti.

Kenapa  cerita dan saya punya satu kalimat. Whatever you've done in the darkness will come to see the light. Apapun yang kau perbuat dalam kegelapan akan mencari terangnya.

Ya, jadi jangan sampai begitu. Jadi ya lebih banyak kemarin bercerita dengan Ketua KONI tentang pelatih-pelatih. dan kita punya target nanti.

Lalu apa agenda-agenda yang akan dilakukan. Lalu Ketua KONI itu menyampaikan ke pelatih dan ke pengurus. Bahwa nanti kalau umpamanya ada keperluan apa-apa.

dan saya sangat apresiat sekali kepada Pak Ketua KONI Sulut, Pak Jerry. Pak Jerry itu membuka ruang yang sebesar-besarnya untuk KONI. Untuk KONI Sulut itu oke.

kalian itu kalau kalian belum ada. Ini karena kan kebetulan memang mereka pengurus baru. Jadi Pak Jerry itu khawatir bahwa mereka takutnya belum ada tempat meeting.

Belum ada sekretariat. Puji Tuhan mereka sudah ada sekretariat. Tapi memang belum proporsional karena ini baru satu minggu.

Tapi cukup cepat pergerakannya, Kak. Sudah kumpul 15 kabupaten.

Karena ini orang-orang yang sangat cinta dengan Muaythai. Mereka ini orang-orang yang mencintai olahraga ini. Yang tidak mendapatkan ruang dan tempat sebelumnya.

Saya melalui kita Gladis Maungundap. Kita bilang kepada mereka. kalian pakai kesempatan sekarang. 

Kita kasih kesempatan. kalian dan pelatih-pelatih dan atlet-atlet ini. Tidak mendapatkan kesempatan itu.

Mereka ini bukan nyanda bisa dapat emas. kalian bisa tapi kalian tidak mendapatkan kesempatan itu. Sekarang kita kasih kesempatan raih.

Lihat? Pak Jerry buka ruang untuk KONI. Silakan pakai KONI ini, ruang meeting.

Kalau mau zoom ada tuh bisa kita. Mau makan disiapkan makanan. Wah, terima kasih banyak Pak Jerry saya bilang.

Habis itu Pak Jerry ada bicara dengan kita tentang nomor urut. Karena KONI Pusat sudah mengeluarkan beberapa total nomor urut yang akan diikuti oleh Muaythai. Lalu habis itu ada bicara tentang apalagi tambahan-tambahan di Muaythai.

Lalu habis itu Pak Jerry sangat suportif ya. KONI Sulut support untuk fasilitas.

KONI Sulut bilang apa aja nanti pasti kita akan bicarakan. Apa yang diperlukan, tempat latihan bagaimana nanti tempat latihan Bu Gladis.

Kalau seandainya sudah ada tempat latihan dikoordinasi dengan KONI. Karena KONI akan turut serta ada di dalam situ untuk melihat pelatihan yang dilakukan oleh pelatih dan atlet.

Jadi luar biasa. Kali ini gubernur mendukung penuh full. Karena kan gubernur juga basicnya orang olahraga.

Pak Ketua KONI Sulut. Ketua PBMI support full. Lalu tiap hari chatting-an dengan saya.

Ferdi Guguhuku: Jadi kalau ada pelatih yang tidak ambil kesempatan ini sangat sayang sekali?

Gladis Mangundap: Bahasa saya begini ke mereka. Coach-coach dan pelatih semua, Saya Gladis Mangundap, Sekretaris Hendra Jakob, Bendahara Andre Pesot. Ketua harian saya Primo. Kalau kaliannya tidak pergunakan kami, itu salah kalian. 

Ferdi Guguhuku: Apa sebenarnya yang mereka butuhkan selama ini, sampai harus didobrak lagi para pelatih dan coach ini. Kalau pelatih tidak hidup, coach juga tidak hidup, atlet juga akhirnya jadi malas?

Gladis Mangundap: Ya memang. Tidak bisa juga disalahkan. Cuma memang kan kalau untuk amatir. Untuk atlet begitu banyak.

Tapi kan kami juga ada. Tidak semua. Kalau ada 500 atlet.

500 mau ikut juga tidak mungkin. Nah. Kan kita tahu sendiri.

Kalau kita mau target. Oh kita pon. Oke.

Berapa total nomor urut, 20. Kalau mereka cuma menang 10. Ngapain mau buka untuk 20, 30?.

Karena kenapa, itu kan anggaran dari pemerintah. Kami harus bertanggung jawab dengan apa yang mereka perbuat. Itu kan uang pemerintah uang kami juga. Kalau jadi apa-apa. Kasihan juga.

Kenapa ada Ketua di Provinsi, untuk mengusahakan hal di luar dari pemerintah. Nah. Kenapa banyak atlet dan pelatih

Karena kenapa? Karena organisasinya sendiri. Organisasi itu makanya kita mau di jaman kita. Mau bergenerasi semua merasakan hal yang sama.

Sama-sama memiliki. Makanya kenapa Pak Ketua Umum Lainyala Mataliti sekarang ada divisi pro. Di Muaythai itu kita sekarang ada divisi pro.

Karena sebelumnya amatir dan pro itu bertentangan. Berbeda, bersebrangan.

Makanya banyak orang yang lari ke pro. Karena tahu sendiri Kalau di pro orang boleh cari uang. 

Kalau di amatir orang kasiha mau cari uang bagaimana, Kalau banyak orang yang sempat tahu. 5 tahun lalu Gladis Mangundap sampai bilang dan melakukan pelatih kita mau gaji dari dana pribadi dan Ketua Kabupaten Kota itu. Sangat wajib untuk menggaji pelatih dan wasit sendiri.

Karena mereka ini kasihan ada kerja untuk negara For mereka. Ada kasih bagus nih atlet. Pulang rumah dapat lempar piring.

Dapur kosong. Kita juga harus hargai hal itu. Keringat orang.

Kita juga mau kita sejahtera. mereka sejahtera.

Memang. Kalau ada orang bilang sejahtera kamu Sejahteranya kalian ini beda.

Oh. Jangan kalian ukur. Rezeki kita dengan rezeki kalian.

Karena belum tentu kalian pesiksa itu. Kita kuat lah mau jalani. Jadi Kita ada porsi masing-masing. Cuman lewat kita aja.

Mungkin bisa jadi wadah kalian itu Untuk mendapatkan lebih atlet-atlet. Lewat bidang prestasi. Mau cari kerja.

Kita dengan kita link juga. dan mereka prestasi. Kita mungkin bisa bantu hal itu.

Sampai terjadi. Kan. mereka mau sekolah. Mau berprestasi. Kita mungkin bisa bantu. Pemerintah juga.

Kan adanya ketua provinsi. Supaya untuk komunikasi ke Pemerintah dan komunikasi untuk keluar itu. Gampang. Itu kan.

Atlet berlatih. pelatih itu melatih. Pengurus bekerja.

Kenapa gak bisa? Karena susahnya disitu punya agenda-agenda tersembunyi. 

Saya mau orang-orang di dalam kepengurusan saya. Gak apa-apa lama. Nah masalahnya kita lama.

Tapi orang yang tepat. Pada bidangnya dan pada porsinya. Jangan atlet berpolitik.

Jangan pelatih ikut-ikutan cerita politik. Mau ngapain, Olahraga aja. pelatih pun gak bisa bilang semua. Mereka mau masuk dalam olahraga.

Buka jubah ego. Kalau ada kesalahan dari pelatih. Selama ini tidak ada masalah.

Yang mempengaruhi organisasi dan kepengurusan selesai. Tapi kalau sampai kita lihat agenda ini mulai mau merusak pelatih dan atlet akan saya keluarkan.

Pelatih jangan ambil atlet, Pelatih dan pelatih jangan baku siku karena semua ada porsi masing-masing. 

Mereka yang akan backing itu. Kita juga gak mau lah. Kita yang pelatih ini. Kita tanpa cari uang barang ini. Kalau kita ambil mereka untuk melatih. Mereka berhenti.

Mereka ambil uang. Kita gak ada uang sebanyak itu. Untuk kasih satu Sulawesi Utara pelatih.

Tapi kita dan tim punya otak. Untuk cari cara bagaimana. Mereka supaya bekerja dapat pelanggan. Untuk mereka kasih les latih. Pasti banyak cara.

Ferdi Guguhuku: Ketua, untuk agenda paling dekat ini. Ke depan apa yang akan dilaksanakan?

Gladis Mangundap: Agenda paling dekat saat ini kita akan persiapkan. Rencananya wasit juri.

Wasit juri nanti akan ada world championship Sebenarnya di Malaysia. Tapi karena kami belum bisa ikut world championship.

Mengingat mereka juga pengurus baru. Kalau mau saya kejar itu Kita juga tidak mau mempertaruhkan atlet di situ. Pasti itu sudah diurus PBMI. 

Lalu habis itu ada di Balai Sarbini nanti Tanggal 16-17 Juli. Torang akan dipilih Pengurus Provinsi Sulawesi Utara itu.

Dipilih oleh PBMI untuk menyiapkan Sulawesi Utara tolong siapkan atlet ya.

Nah memang nanti tanggal 10 ini ada Rakernas di Jakarta. Jadi nanti setelah Rakernas baru kita bisa sampaikan lagi. Apa agenda-agendanya yang disampaikan di dalam Rakernas.

Karena nanti Rakernas akan dibahas untuk berapa jumlah orang. 

Semua akan dijelaskan di situ semuanya Nah setelah itu ya baru bisa.

Yang pasti tanggal 16-17 Juli ini. Yang pasti untuk di Balai Sarbini.

Lalu minggu depan kita akan melakukan pemanggilan atlet. 

Karena tahu sendiri kan untuk kepengurusan yang lama. Atlet ada di sana semua. Kita kenal banyak atlet-atlet di situ. Tapi kan orang tidak tahu dan kita akan melakukan pemanggilan resmi.

Ferdi Guguhuku: Ini juga dengar ya para atlet Ini panggilan. Ini kesempatan mereka punya. Ini panggilan dari kita gak apa-apa.

Gladis Mangundap: Jadi saya selalu bilang ke semua orang, jangan pernah marah.

Jangan pernah marah atlet. Atlet itu harus dirangkul. mereka itu anak-anak tidak salah.

Orang tua yang salah. Kalau anak-anak salah. Orang tua yang salah.

Caranya adalah orang tua kasih tahu. Kasih paham. Kasih mengerti.

Kan gak semua anak-anak itu dengar-dengaran. Kita aja nakal kok. Kita aja bandel.

Kan gak masalah. Tinggal gimana cara mereka orang tua  mau menyikapi.

dan mau cari cara. Tapi anak punya sifat begini. Kita mesti atur dengan cara begini. Kita juga buka ruang dan buka tangan.

Jika ada pelatih-pelatih yang mau bergabung, Ayo.

Tapi tolong ya. Agenda-agenda yang mau merusak mereka simpan dulu.

Kasihan mereka loh. Mau PON Sulawesi Utara loh, mereka ini mau jadi tuan rumah.

Kalau sampai kalian ini. Tiba-tiba ada agenda-agenda yang mau merusak organisasi dan mau memecahbela atlet, menyayangkan sekali.

Kita gak bisa bicara organisasi lain. Kita hanya bisa bicara soal organisasi saya. Karena sekarang kita dipercayakan sebagai Plt Ketua Muaytai Sulawesi Utara. Kita akan keras dan tegas. Supaya semua punya hasil yang maksimal. Apapun itu nanti.

Ferdi Guguhuku: Seberapa optimis Kak Gladis?

Gladis Mangundap: Saya punya keoptimisan dari 5 tahun lalu sampai sekarang. Tidak pernah berubah. Saya itu optimis. Sulawesi Utara itu mampu dan sangat-sangat mampu Untuk meraih emas kembali. Sulawesi Utara on fire.

Satu komando, Atlet-atlet Sulawesi Utara dan pelatih-pelatih semua itu mampu dan luar biasa jago.

Sulawesi Utara tidak kekurangan atlet. Sulawesi Utara tidak kekurangan pelatih. Kasih kesempatan itu.

Cuma mereka butuh kesempatan. Melalui Gladis Mangundap dan pengurus Muaythai Sulawesi Utara yang baru akan kasih kesempatan, ambil tongkat estafet.

Atur baik-baik, bawa ini ke garis finish. Kita cuma bisa ambil ini dari atas. Kita kasih ke mereka. Ambil ini Bawa sampai ke finish. Bagaimana, Kita akan bantu jalan sampai ke Finis ini. Kita mocor, tinggal mereka pilih. Mereka mau ke kiri atau ke kanan. 

Ferdi Guguhuku: Terima kasih untuk kesempatan luar biasa ini. Semoga didengar oleh para pelatih dan juga para atlet.

Mungkin untuk closing statement apa yang ingin disampaikan kepada pengurus. Karena tanpa pengurus, Kak, tidak mungkin bisa bergerak sendiri. Butuh support dan juga mungkin apa yang ingin disampaikan kepada para atlet dan juga kepada pemerintah, Silahkan?

Gladis Mangundap: Kepada pengurus semua, saya mengucapkan terima kasih untuk pemberian diri yang sangat-sangat luar biasa. Kita selalu bilang, Pak kalian. Tidak gampang dan tidak mudah.

Kita juga takut mengecewakan  tim. Karena tidak semua keputusan ini akan berpihak ke pengurus-pengurus. 

Banyak mungkin yang akan kita lakukan dapat mengecewakan hati-hati teman-teman pengurus.

Saya mengucapkan terima kasih untuk kepedulian teman-teman pengurus.

Untuk mengurus atlet bersama-sama saya dan mengurus pelatih. dan kita juga bilang kepada pelatih-pelatih dan atlet bahwa kalian juga beruntung dapat pengurus seperti Torang. Karena kita pengurus ini betul-betul luar biasa. Tidak punya ego dan tidak punya kepentingan apapun di dalam olahraga.

Jadi betul-betul kita mau memberi diri. Jadi saya Gladis Maungundap mengucapkan terima kasih kepada pengurus atlet pelatih.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.