BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bintan Utara turun tangan setelah mendapat laporan ada puluhan warga di Bintan, Kepri, diduga terserang diare massal.
Puluhan warga dari Kecamatan Bintan Utara dan Seri Kuala Lobam itu mengalami gejala muntah hingga diare, diduga setelah menghadiri acara hajatan pernikahan, Sabtu (11/4/2026) lalu.
Kapolsek Bintan Utara, Kompol Norman, ketika dikonfirmasi tak menampik adanya peristiwa tersebut.
"Kami sedang lakukan pengumpulan data dan keterangan," kata Norman, Senin (13/4/2026).
Ia menyampaikan, diare tersebut mulai dialami warga di dua kecamatan usai menghadiri hajatan di Gedung Nasional Tanjunguban.
“Kami sudah mulai lakukan penyelidikan dari peristiwa tersebut," ujarnya.
Diketahui, sejak Sabtu lalu hingga Senin ini ada puluhan pasien dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban.
Mereka mengalami diare, sakit perut hingga muntah-muntah.
Wakil Direktur Pelayanan Medik RSJKO EHD Tanjunguban, Deni Robbi Manel menyampaikan, hingga hari ini sekitar 74 orang datang ke rumah sakit untuk berobat.
"Mereka datang dengan keluhan yang sama. Sebagian besar adalah orang dewasa," kata Deni.
Pasien yang datang sudah ditangani dengan baik di IGD RSJKO.
"Alhamdulillah, semua pasien sudah kita obati dan semuanya sudah kita pulangkan ke rumahnya masing-masing," ujarnya.
Sejauh ini belum diketahui penyebab pasti diare yang dialami warga tersebut.
Ia menyampaikan, sesuai dengan ilmu kesehatan, diare bisa terjadi karena macam penyebabnya. Di antaranya salah makan dan minum.
Secara jelas penyebabnya yang dialami pasien tersebut harus ada kajian mendalam, dan penanganan medis lebih jauh.
"Saat ini kami sudah bangun koordinasi dengan beberapa Puskesmas untuk mengetahui perkembangan pasien," katanya.
Berdasarkan informasi di lapangan, diare yang dialami warga tersebut sudah terjadi sejak Sabtu lalu. Hingga Senin ini masih ada satu, dua orang yang datang ke rumah sakit tersebut untuk berobat. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)