Dean James Buka Suara soal Skandal Paspor di Liga Belanda, Nyaris Gila karena Tekanan
Arie Noer Rachmawati April 13, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Bek kiri Timnas Indonesia, Dean James, akhirnya angkat bicara terkait polemik paspor yang sempat menyeret namanya di kompetisi Eredivisie, Liga Belanda.

Kasus tersebut sempat menjadi perhatian publik karena melibatkan sejumlah pemain diaspora.

Namun setelah melalui proses penyelidikan, KNVB memastikan Dean James tidak bersalah dan diperbolehkan kembali merumput.

Pemain berusia 25 tahun itu mengaku lega atas keputusan tersebut.

Ia menyebut dua pekan selama proses berlangsung terasa sangat berat dan tidak biasa dalam hidupnya.

Sorotan media yang begitu besar membuat situasi semakin sulit untuk dihadapi.

Meski banyak menerima dukungan dari penggemar, James mengaku sempat merasa tertekan dan tidak bisa berbuat banyak.

Ia bahkan menggambarkan kondisi mentalnya saat itu hampir kehilangan kendali akibat tekanan yang datang bertubi-tubi.

"Semuanya berjalan baik. Saya senang bisa bermain sepak bola lagi. Rasanya sangat aneh. Bagi saya, itu dimulai dua minggu lalu," kata Dean James, dikutip pada Senin (13/4/2026).

Baca juga: Skandal Paspor Dean James di Liga Belanda, Pengajuan Banding Jadi Babak Baru

Ungkap Kronologi

Perasaan aneh itu semakin menjadi saat James mulai diskorsing seiring kasus yang semakin meluas dan menyeret banyak pemain. 

"Kemudian saya diskors. Itu sangat aneh, sedikit mirip dengan masa pandemi corona. Saya harus berlatih sendiri. Saya senang bisa kembali ke lapangan," katanya lagi. 

Lebih dari itu, James juga membeberkan kronologi NAC Breda membuat pengaduan atas statusnya di Liga Belanda yang ilegal. 

"Direktur teknik kami, Jan Willem van Dop, menarik saya keluar dari gym dan berkata, NAC ingin mengajukan pengaduan."

"Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi, karena saya tiba-tiba melihatnya di media juga," kata Dean James lagi. 

Baca juga: Duduk Perkara Dean James: Kontroversi Paspor di Eredivisie hingga Batal Bela Timnas

Sewa Pengacara

James pun akhirnya memutuskan menyewa pengacara, dan ia cukup terkesan dengan tugas yang mampu diselesaikan dengan baik oleh pengacaranya.

Hingga akhirnya ia berhasil, James diperbolehkan kembali bergabung latihan dengan klub dan bermain lagi untuk Go Ahead Eagles.

"Saya memiliki pengacara yang melakukan pekerjaan dengan baik, seperti halnya klub dan agen saya, tentu saja, " kata James melanjutkan.

"Anda tiba-tiba tidak diizinkan bermain sepak bola lagi, dan jika Anda kemudian tidak diizinkan lagi datang ke klub, itu tidak menyenangkan," imbuhnya. 

Baca juga: Alasan Dean James dan Joey Pelupessy Dinaturalisasi PSSI, Siap Bela Timnas Indonesia di Bulan Maret

Nyaris Gila

Meski begitu, satu hal yang tak bisa dipungkiri James bahwa kasus paspor ini nyaris membuatnya menjadi gila, ia bahkan sampai mematikan ponselnya. 

Selama beberapa hari, James mengaku sengaja menghilang tanpa kabar, sebelum berkomunikasi kembali dengan pengacaranya. 

Satu hal yang ditegaskan James bahwa ia masih ingin terus bermain untuk Timnas Indonesia, ia juga tidak senang dengan sikap NAC Breda dan meminta untuk menyudahi semua. 

"Pada titik tertentu, saya mematikan ponsel saya. Jika Anda terus membaca itu, Anda akan mulai membuat diri Anda gila," kata James. 

"Selama empat atau lima hari pertama, tidak ada kabar. Setelah itu, saya melakukan percakapan yang baik dengan pengacara dan agen saya."

"Saya hanya ingin terus bermain untuk Indonesia. Saya tidak senang dengan itu (pengaduan dari NAC, red.), mari kita sudahi saja," pungkasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.