TRIBUNBANTEN.COM - Warga dan pengguna jalan di sekitar Jembatan Plawad 2, Jalan HOS Cokroaminoto, Larangan, Kota Tangerang dibuat panik oleh aksi orang tidak dikenal (OTK).
OTK tersebut melakukan aksi penyerangan terhadap warga dan pengguna jalan secara acak pada Jumat (11/4/2026).
Aksi OTK tersebut terhenti setelah diamankan petugas kepolisian dan dibawa petugas Dinas Sosial Kota Tangerang.
Baca juga: Kasus Pemerasan WNA Korea, Tiga Jaksa di Banten Jalani Sidang Perdana di PN Serang
Berdasarkan keterangan warga, pria tersebut sebelumnya terlihat berkeliaran di kawasan Komplek Kejaksaan, Ciledug, tanpa mengenakan pakaian. Warga kemudian memberinya pakaian.
“Awalnya, pagi-pagi enggak tahu sekitar jam berapa, orang itu ada di Komplek Kejaksaan. Orang itu telanjang, terus dikasih baju sama warga,” ujar warga Larangan, Bayu (bukan nama sebenarnya), saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin (13/4/2026).
Namun, setelah diberi pakaian, pria tersebut justru masuk ke salah satu rumah warga dan merusak barang-barang di dalamnya, termasuk laptop sama telepon seluler.
Peristiwa itu memicu kemarahan warga di Komplek Kejaksaan hingga pria tersebut diusir dari lokasi.
Ia kemudian berpindah ke sekitar Jembatan Plawad 2 dan kembali membuat keributan dengan menyerang orang-orang yang melintas secara acak.
Menurut Bayu, pria itu membawa bambu panjang untuk memukul warga yang berada di sekitar lokasi. “Orang yang mau nyeberang naik sepeda dipukul, jadi orang pada takut,” kata Bayu.
Warga Larangan lainnya, Mira (35), mengatakan aksi pria tersebut memuncak pada sore hari sekitar pukul 16.30 WIB atau selepas Ashar. Saat itu, pelaku memukul sejumlah pengguna jalan, termasuk pengemudi ojek online.
“Kalau ramai-ramainya itu sekitar jam setengah lima. Dia mukulin orang, yang nyebrang dipukul, terus Gojek juga dipukul pakai bambu,” kata Mira.
Aksi pelaku yang membahayakan memicu kemarahan warga hingga terjadi pengeroyokan. Warga kemudian mengejar dan menangkap pria tersebut.
“Dia ngejar tukang ojek, langsung digebukin pakai bambu. Di situ warga pada ngamuk, ngejar orang itu,” kata dia.
Setelah pelaku tertangkap, salah satu warga menghubungi polisi. Petugas kemudian datang dan menangkap pria tersebut.
Sekitar pukul 18.00 WIB, pelaku dibawa oleh petugas Dinas Sosial Kota Tangerang.
Warga menduga pria tersebut merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), meski belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas maupun kondisi pelaku.
"Iya kabarnya dia ODGJ tapi enggak tau dari mana. Baru hari itu aja kelihatannya," jelas Bayu.