Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kabupaten Karanganyar tak masuk 10 besar wisata favorit pada lebaran tahun 2026.
Data yang disuguhkan Disbudparekraf Jateng melalui instagram @visitjawatengah tak memasukan Karanganyar dalam jajaran wisata favorit selama lebaran.
Di Solo Raya hanya Solo dan Klaten yang masuk 10 besar wisata favorit selama Lebaran 2026.
Menanggapi ini, Kabid Destinasi Wisata Disparpora Kabupaten Karanganyar mengatakan kunjungan wisatawan di Karanganyar selama libur Lebaran mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
“Dari tahun ke tahun, kunjungan wisatawan di Kabupaten Karanganyar mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh cuaca ekstrem, longsor di sekitar objek wisata, serta penurunan perekonomian akibat efisiensi dalam dua tahun terakhir,” kata Wini, Selasa (14/4/2026).
Wini mengatakan penurunan kunjungan wisatawan di Karanganyar juga disebabkan karena mayoritas wisata mengandalkan alam.
Selain itu, durasi libur Lebaran tahun ini lebih singkat dibanding tahun lalu.
“Kesenjangan antara Karanganyar dan Klaten sudah jauh, karena wisata Karanganyar kebanyakan alam, sedangkan Klaten memiliki sumber air di berbagai lokasi. Selain itu, kunjungan tahun ini tidak meningkat, bahkan hingga satu sampai dua minggu setelah Lebaran,” ujarnya.
Ia mengaku tingkat kunjungan wisatawan saat Lebaran tahun ini dan tahun lalu sama-sama mengalami penurunan, meski tidak berbeda jauh.
Ia menuturkan beberapa objek wisata mengalami penurunan penerimaan wisatawan selama Lebaran tahun ini sekitar 40 % .
Baca juga: Rekomendasi Wisata Instagramable di Solo : Tumurun Private Museum, Destinasi Seni yang Eksklusif
“Tahun 2025 dibandingkan 2024 sudah turun sekitar 50 % , dan tahun 2026 tingkat kunjungan wisatawan juga turun 40 % . Penurunan ini juga dipengaruhi perkembangan objek wisata di sekitar Karanganyar selama tiga tahun terakhir, sehingga Karanganyar menjadi tujuan terakhir karena lokasinya yang paling jauh dan tinggi,” kata dia.
Meskipun terjadi penurunan tingkat kunjungan wisatawan di Kabupaten Karanganyar pada Lebaran tahun ini, ia mengaku tidak risau.
Pasalnya, pihaknya memiliki strategi pariwisata yang tidak hanya berfokus pada jumlah kunjungan, tetapi lebih pada kualitas kunjungan.
Kunjungan berkualitas berarti wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha, UMKM, dan penginapan lokal di Karanganyar.
“Ke depan, kami lebih fokus pada kunjungan berkualitas, yakni wisatawan membelanjakan uangnya di Karanganyar, menginap, dan membeli oleh-oleh, tidak hanya sekadar datang lalu pergi,” ungkapnya. (*)