Berani Hina Orang Gendut dan Penjual Martabak, Gaya Hidup Steven Wongso Dikuliti Dokter: Bahaya
Tsaniyah Faidah April 14, 2026 08:03 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pernyataan kontroversial Steven Wongso yang membandingkan orang bertubuh gemuk dengan anjing dan menghina penjual martabak kini berbuntut panjang.

Ia secara terang-terangan orang bertubuh gemuk dengan anjing dan menyebut penjual martabak sebagai orang yang berdosa.

Namun, pernyataan tajam soal kesehatan itu justru berbalik menyerang dirinya sendiri.

Gaya hidup Steven Wongso dibongkar oleh pakar kesehatan setelah ia diketahui menggunakan steroid untuk membangun bentuk tubuhnya.

Kontroversi ini bermula dari unggahan Steven Wongso yang menyasar para penjual martabak manis.

Ia menuduh para pedagang tersebut memiliki banyak dosa karena kandungan gula yang tinggi dalam dagangan mereka.

Bahkan, ia tidak ragu menyamakan martabak dengan obat-obatan terlarang karena dianggap merusak kesehatan masyarakat.

Tak berhenti di situ, mantan kekasih Arafah Rianti ini juga melontarkan hinaan fisik pada orang yang berbadan gemuk.

Dalam sebuah cuplikan video, ia mempertanyakan perbedaan antara orang gemuk dengan hewan peliharaan karena pola makan mereka.

"Emang bedanya kalian sama anjing apa? Makanan di depan kalian semua dihabisin kok," ucap Steven.

Ia bahkan menambahkan pernyataan bahwa orang bertubuh gemuk memiliki derajat yang lebih rendah daripada anjing.

Di balik kontennya yang seolah sangat peduli pada kesehatan, Steven Wongso rupanya memiliki rahasia dalam membentuk ototnya.

Ia pernah mengakui bahwa dirinya menggunakan steroid dan peptide.

Zat kimia ini ia gunakan untuk mempercepat pertumbuhan massa otot dan meningkatkan kekuatan fisik jauh di atas kemampuan alami manusia.

Hal inilah yang kemudian memicu reaksi keras dari dokter sekaligus edukator kesehatan, Adam Prabata. 

Baca juga: Ucapan Mahasiswa FH UI Ngaku Pelecehan di Grup Chat Cuma Candaan, Tapi Takut Minta Maaf ke Korban

Melalui akun Instagramnya, Adam menyindir gaya edukasi Steven Wongso yang dianggap justru menciptakan masalah baru daripada memberikan pencerahan.

“Menurut keyakinan saya, sepertinya cara edukasi seperti ini lebih ke membuat masalah baru dibandingkan mencerahkan,” tulis Adam.

Ia kemudian menguliti bahaya besar di balik gaya hidup pengguna steroid yang dijalani Steven Wongso. 

Ia menjelaskan bahwa steroid androgen anabolik sebenarnya adalah versi sintetis dari hormon testosteron yang sering disalahgunakan demi ukuran otot.

"Izin menambahkan edukasi mengenai efek bahaya terhadap jantung dari steroid anabolik untuk membesarkan otot," tulis Adam.

Mengacu pada studi besar di jurnal Circulation tahun 2025, Adam memaparkan data mengerikan bagi mereka yang nekat menggunakan zat tersebut.

Baca juga: Steven Wongso Resmi Jadi Mualaf Dibimbing Ustaz Felix Siauw: Sudah Praktikkan Islam Sejak Lama

Berdasarkan pantauan selama 11 tahun terhadap ribuan pengguna, risiko serangan jantung melonjak sangat drastis.

“Serangan jantung risikonya meningkat hingga 300 persen dibandingkan mereka yang nggak pakai steroid,” tegasnya.

Selain serangan jantung, Adam juga memperingatkan adanya ancaman henti jantung mendadak yang bisa berujung pada kematian.

Risiko gangguan irama jantung bagi pengguna zat seperti yang dipakai Steven Wongso ternyata 226 persen lebih tinggi dari orang normal.

“Hati-hati, bisa terjadi henti jantung mendadak yang berujung pada meninggal dunia akibat gangguan irama jantung,” pungkas dr. Adam.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.