Sintang Mulai Waspada Gempa, Pemkab Dorong Edukasi dan Kesiapsiagaan Masyarakat
Try Juliansyah April 14, 2026 08:28 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pemerintah Kabupaten Sintang mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana gempa bumi yang kini mulai dirasakan masyarakat. 

Hal ini ditandai dengan pelaksanaan sosialisasi peningkatan kesiapsiagaan gempa bumi yang dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan, Helmi, di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Sintang, Selasa (14/4/2026). 

Dalam sambutannya, Helmi menegaskan bahwa gempa bumi menjadi fenomena baru bagi masyarakat Sintang. Selama ini, daerah tersebut lebih sering dihadapkan pada bencana banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta angin puting beliung. 

“Awal tahun ini kita merasakan langsung getaran gempa. Ini menjadi pengalaman baru bagi kita semua. Kalau sebelumnya hanya melihat dari media, sekarang sudah terjadi di Sintang,” ujar Helmi. 

Menurut Helmi, kondisi tersebut menjadi sinyal penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.

Ia menilai, pemahaman yang baik tentang gempa bumi dan langkah penanganannya akan sangat menentukan dalam meminimalisir risiko. 

“Kita perlu dibekali informasi yang cukup, termasuk bagaimana bersikap dan bertindak ketika gempa terjadi. Ini penting agar kita tidak panik dan bisa menyelamatkan diri,” jelasnya. 

Baca juga: Tak Lagi Hanya Banjir, Sintang Kini Hadapi Ancaman Gempa Bumi, Pemkab Tingkatkan Kesiapsiagaan

Ia berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat semakin memahami langkah-langkah mitigasi, baik sebelum maupun saat terjadi gempa. Edukasi yang tepat dinilai menjadi kunci dalam membangun budaya tanggap bencana di tengah masyarakat. 

Selain itu, Helmi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana. Ia mengajak seluruh instansi terkait untuk bekerja bersama dalam memberikan edukasi serta memperkuat sistem penanggulangan bencana di daerah. 

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus ada sinergi semua pihak, dan masyarakat juga harus mendapatkan pemahaman yang benar,” tegasnya. 

Dengan semakin seringnya kejadian gempa di wilayah Sintang, pemerintah daerah berharap upaya sosialisasi ini mampu membangun kesiapsiagaan kolektif, sehingga masyarakat lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.